Kandahar, Afghanistan (ANTARA News) - Sepuluh orang tewas dan 30 lainnya cedera pada Selasa ketika sebuah truk yang membawa pekerja perbaikan jalan menabrak sebuah bom pinggir jalan di provinsi Kandahar, Afghanistan selatan, kata seorang pejabat setempat.

"Sepuluh orang yang tewas, 30 korban cedera telah dibawa ke rumah sakit," kata Abdul Qayoum, direktur kesehatan provinsi Kandahar.

Sementara itu sehari sebelumnya, bom pinggir jalan juga menewaskan empat tentara asing di Afghanistan timur pada Senin, kata pernyataan Pasukan Bantuan Keamanan Asing (ISAF) pimpinan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).

"Empat anggota Pasukan Bantuan Keamanan Asing tewas akibat serangan bom rakitan di Afghanistan timur pada hari ini," kata ISAF.

Kekerasan meningkat di seluruh Afghanistan pada bulan ini sejak Taliban mengumumkan dimulainya serangan musim semi, yang lama mereka nantikan.

Taliban, yang memerintah sejak 1996, melancarkan perlawanan sesudah digulingkan dari kekuasaan oleh serbuan tentara asing pimpinan Amerika Serikat pada 2001.

Serbuan itu dilakukan sesudah Taliban menolak menyerahkan pemimpin Al Qaida Osama bin Laden, yang Amerika Serikat tuduh menjadi otak serangan negara adidaya itu pada 11 September 2001 yang menewaskan sekitar 3.000 orang.

Sekitar 2.460 tentara asing tewas di Afghanistan sejak itu, dengan Amerika Serikat berada di urutan pertama dalam jumlah korban yakni 1.573 orang, disusul Inggris (365), Kanada (155), Prancis (57), Jerman (48), Denmark (40), Italia (36), Spanyol (30), Belanda (25), Polandia (24), Australia (23), dan negara lain dari sekutu 43 negara tersebut.

Bom rakitan yang biasanya ditanam di pinggir jalan merupakan senjata andalan pejuang Taliban, demikian dilaporkan AFP.