FOKUS INTERNATIONAL KEMBALI HADIR UNTUK PARA PEMBACA SEKALIAN

jual beli liberty reserve, jual beli paypal

Sabtu, 09 Juli 2011

Laksamana Mike Mullen

Wahington (ANTARA News) - Pejabat utama militer Amerika Serikat memulai kunjungan empat hari ke China, Ahad, dalam pertanda lain hubungan militer yang menghangat setelah putus hubungan menyusul perjanjian senjata senilai 6,3 miliar dolar Amerika dengan Taiwan.

Laksamana Mike Mullen, Pemimpin Kepala Staf Gabungan AS, telah meninggalkan Washington pada Jumat siang untuk kunjungan ke Beijing atas undangan timpalannya, Jendral Chen Bingde, kepala staf jendral Tentara Pembebasan Rakyat (PLA), yang mengunjungi Washington awal tahun ini, lapor Reuters.

"Laksamana Mullen menanti-nanti untuk meneruskan hubungan dan dialog yang telah dimulai saat Jendral Chen Bingde berkunjung ke AS pada Mei," kata juru bicara Pentagon Kolonel David Lapan.

Mullen akan mengadakan serangkaian luas pertemuan yang telah dijadwalkan dengan para pejabat senior militer, termasuk berkunjung ke unit-unit militer PLA, kata Lapan. Ia juga dijadwalkan untuk berbicara pada para pahasiswa di Renmin University di Beijing.

Kunjungan Mullen ke China adalah yang pertama oleh seorang kepala para Kepala Staf Gabungan sejak pendahulunya, Jendral Peter Pace, pergi ke sana pada 2007. Kunjungan terakhir Mullen ke China juga pada 2007, ketika ia Kepala Operasi Angkatan Laut.

Hubungan militer AS-China putus pada Januari 2010 setelah pemerintah Presiden Barack Obama mengumumkan perjanjian senjata senilai 6,3 miliar dolar dengan Taiwan, yang mencakup sistem anti-rudal Patriot dan helikopter serang Apache.

Hubungan militer tetap putus melewati banyak tahun itu, bahkan waktu Mullen dan mantan menteri pertahanan Robert Gates, yang mundur pekan lalu, menyerukan kontak-kontak reguler untuk memperbaiki kepercayaan dan menghindari salahpengertian yang dapat menjadi tak terkendali.

Para pejabat AS telah menyaksikan dengan prihatin ketika China memamerkan pencapaian militer yang meningkat dan mulai mengembangkan sesnjata yang dapat digunakan untuk mengganggu kekuatan AS di kawasan itu, dari rudal anti-satelit hingga jet tempur yang mampu menghindari radar.

Hubungan militer antara kedua negara itu dimulai lagi pada akhir 2010 dan telah mengambil langkah sejak Presiden Hu Jintao mengunjungi Presiden Barack Obama pada Januari.

Selain kunjungan Mullen-Chen, Gates telah mengunjungi China pada Januari, dan bertemu dengan timpalannya, Menterti Pertahanan Liang Guanglie, pada Dialog Keamanan Shangri-La tahunan di Singapura bulan lalu.

Editor by Fatryani Auly

0 komentar:

Posting Komentar