FOKUS INTERNATIONAL KEMBALI HADIR UNTUK PARA PEMBACA SEKALIAN

jual beli liberty reserve, jual beli paypal
Tampilkan postingan dengan label Fokus Pasifik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fokus Pasifik. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 15 Januari 2011

Queensland Butuh Dua Tahun Untuk Pulih

Canberra (ANTARA News) - Queensland baru akan pulih dari kerusakan yang luas karena banjir dua tahun dari sekarang, kata Menteri Keuangan Federal Australia Wayne Swan pada Sabtu.

Dalam beberapa minggu terakhir, terjadi kehancuran senilai miliaran dolar atas berbagai infrastruktur, industri utama seperti pertambangan dan juga rumah serta bisnis lainnya yang mencapai 75 persen luas wilayah Queensland, sebagaimana dikutip dari Xinhua-OANA.

Menurut Swan, dampak bagi perekonomian negara bagian dan nasional sangat besar.

Ia mengatakan pemulihan seluruh negara membutuhkan "cadangan devisa dalam jumlah besar", namun pemerintah akan melakukan apa pun yang dibutuhkan.

"Apa yang harus kita lakukan dalam hari, minggu dan tahun ke depan adalah berkomitmen pada diri kita sendiri untuk membantu warga dan komunitas yang terkena bencana," katanya kepada Sky News pada Sabtu, menambahkan bahwa usaha pemulihan dalam jumlah besar membutuhkan seluruh lapisan pemerintah, bisnis dan masyarakat.

"Karena pemulihan ini membutuhkan waktu yang lama bagi kita untuk bekerja sama untuk menangani seluruh isu yang disebabkan oleh kejadian ini...

"Hal ini tidak akan berhenti dalam satu pekan atau satu bulan atau dua pekan atau dua bulan atau untuk hal tersebut, dua tahun."

Swan yang berpengalaman dalam banjir 1974 sebagai anggota Dewan Pemeliharaan Sistem Pembuangan, mengatakan kerusakan yang terjadi di Brisbane dan Ipswich Queensland jauh lebih buruk meski ketinggian air tidak setinggi pada perisitwa 1974.

Jumat, 10 Desember 2010

Timor Leste Harap Gabung Asean Tahun Depan

Nusa Dua (ANTARA News) - Timor Leste berharap permohonannya untuk bergabung dengan ASEAN dapat dikabulkan pada masa kepemimpinan Indonesia sebagai Ketua ASEAN pada tahun depan, kata Perdana Menteri Timor, Leste Xanana Gusmao di Nusa Dua, Bali, Kamis.

Dalam pidatonya pada pembukaan Bali Democracy Forum ke-3 di Nusa Dua, Kamis, Xanana Gusmao mengatakan, Timor Leste akan mencari upaya untuk bergabung dengan ASEAN meski sepenuhnya sadar belum siap untuk menjadi anggota penuh yang efektif.

"Namun demikian akan tercapai kepuasan untuk seluruh masyarakat Timor Leste jika permohonan untuk bergabung dalam ASEAN dapat dipenuhi pada masa kepemimpinan Indonesia," tuturnya.

Xanana meyakini masuknya Timor Lester ke dalam ASEAN dapat memberikan sumbangan untuk menciptakan keamanan dan stabilitas kawasan dan juga dapat memberikan keutuhan ekonomi.

Sementara itu, kata Xanana dalam pidato berbahasa Inggris, bergabungnya Timor Leste ke dalam ASEAN dapat menyediakan peluang bagi rakyat negara itu untuk aktif menyumbangkan upayanya pada perdamaian dan stabilitas kawasan.

Xanana menjelaskan saat ini negaranya dalam keadaan stabil dengan keamanan dan pertumbuhan ekonomi yang sangat baik.

Situasi itu, menurut dia, mendorong motivasi masyarakat Timor Leste untuk berpartisipasi lebih aktif lagi dalam forum kerja sama regional agar mendatangkan investasi lebih besar ke negaranya.

Xanana yang selalu hadir dalam BDF sejak pertama kali dilaksanakan pada 2008 itu dalam pidatonya memuji keberhasilan Indonesia menempuh proses demokratisasi.

Menurut dia, Indonesia dapat dijadikan salah satu contoh keberhasilan dalam mempersatukan aneka keragaman ke dalam satu payung toleransi.
Sydney (ANTARA News/AFP) - Sejumlah diplomat Australia akan mendukung pendiri WikiLeaks yang ditahan Julian Assange, kata Menteri Luar Negeri Kevin Rudd Rabu, bahkan setelah Assange menuduh Canberra "menjadi kaki tangan memalukan" bagi musuhnya itu.

Konsul Jenderal Australia untuk Inggris telah berbicara dengan Assange, yang ditangkap di London Selasa berdasarkan surat perintah yang mengupayakan mengekstradisinya ke Swedia untuk tuduhan penyerangan seksual, pada saat sejumlah diplomat menghadiri sidang pengadilannya, menurut para pejabat.

"Kami telah memastikan bahwa kami akan memberikan (dukungan konsuler), seperti yang kita akan lakukan untuk semua warga Australia," kata Rudd sehari setelah bosnya Perdana Menteri Julia Gillard mencap WikiLeaks menyiarkan kebocoran kabel diplomatik "sangat tidak bertanggung jawab."

"Kita akan memberikan dia segera dengan segera surat yang menunjukkan bahwa kita akan siap untuk memberikan kunjungan konsuler dan tingkatan lain dukungan konsuler tentang kesejahteraan dan hak-hak hukumnya," kata Rudd kepada televisi komersial.

Pernyataannya itu muncul beberapa jam setelah Assange menyerahkan diri atas tuduhan pengacaranya yang dicap bermotif politik pada saat organisasinya menggelindingkan bola salju menabur kepanikan dan kemarahan kepada pemerintahan di seluruh dunia.

Dalam sebuah opini yang ditulis sebelum penangkapannya dan disiarkan oleh surat kabar Australia pada Rabu, Assange mengecam pemerintah Australia untuk memasang dirinya dan mendukung klaim AS bahwa pengungkapannya ilegal.

"Australia harus mengamati tanpa kebanggaan pencaloan memalukan untuk (sebutan oleh tokoh-tokoh AS untuk Assange yang diburu) oleh Perdana Menteri Julia Gillard dan pemerintahnya," tulisnya.

"Wewenang pemerintah Australia tampaknya sepenuhnya pada pembuangan Amerika Serikat, apakah akan membatalkan paspor Australia saya atau untuk memata-matai atau melecehkan pendukung WikiLeaks.

"Kami adalah orang yang tertindas. Pemerintah Gillard sedang mencoba untuk menembak pesuruh karena tidak ingin mengungkapkan kebenaran, termasuk informasi tentang transaksi diplomatik dan politik sendiri."

Rudd bersumpah untuk membela hak-hak Assange bahkan meskipun kawat rahasia diplomatik AS yang dibeberkan oleh WikiLeaks adalah gambaran yang tak menyenangkan dari mantan perdana menteri sebagai "gila kontrol" impulsif yang membuat kesalahan diplomatik.(