FOKUS INTERNATIONAL KEMBALI HADIR UNTUK PARA PEMBACA SEKALIAN

jual beli liberty reserve, jual beli paypal
Tampilkan postingan dengan label Fokus Asiaoseania. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fokus Asiaoseania. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Maret 2012

Seoul (Fokus/ANTARA News) - Korea Selatan sedang melakukan persiapan untuk menembak jatuh roket Korea Utara jika roket yang rencananya diluncurkan bulan depan itu melenceng ke dalam wilayah Korea Selatan, kata kementerian pertahanan Senin.

Militer Korea Selatan dan AS dengan cermat memonitor aktivitas di pangkalan Tongchang, kata juru bicara kemeterian, sehari setelah Seoul memastikan bagian utama roket sudah dipindahkan ke lokasi di baratlaut negara itu, lapor AFP.

Seoul khawatir bahwa bagian pertama roket itu, yang direncanakan akan jatuh di Laut Kuning antara Korea Selatan dan China, kemungkinan jatuh di wilayah Korea Selatan, katanya.

"Kami sedang mempersiapkan langkah-langkah untuk melacak lintasan rudal tersebut dan menembak jatuh jika rudal itu, kebetulan, melenceng dari rute yang direncanakan dan jatuh ke wilayah kami," katanya tanpa menjelaskan.

Jepang sudah menyatakan pihaknya kemungkinan juga melakukan hal yang sama jika roket tersebut melenceng ke atas wilayahnya.

Korea Utara mengumumkan pihaknya akan meluncurkan roket tersebut untuk menempatkan sebuah satelit ke orbit antara 12-16 April untuk memperingati 100 tahun kelahiran bapak bangsa presiden Kim Il-Sung.

Negara yang bersenjatakan nuklir itu menandaskan pihaknya berhak meluncurkan sebuah satelit untuk tujuan damai.

Amerika Serikat dan negara-negara lain mengatakan peluncuran itu sebagai kedok uji coba rudal, dan bahwa peluncuran rudal balistik untuk tujuan apapun dilarang menurut resolusi PBB.

Korea Utara akan menanggung biaya paling sedikit 800 juta dolar untuk peluncuran itu, kata juru bicara itu, menyatakan kembali pandangan Korea Selatan bahwa peluncuran itu dimaksudkan untuk menguji rudal jarak jauh untuk membawa hulu ledak nuklir.

Presiden AS Barack Obama, yang mengunjungi Seoul untuk Konferensi Tingkat Tinggi Keamanan Nuklir, mengatakan Minggu peluncuran tersebut akan membahayakan tawaran AS belum lama ini untuk bantuan makanan dengan imbalan pembekuan nuklir sepihak dan moratorium uji coba rudal.

Presiden Korea Selatan Lee Myung-Bak mendiskusikan masalah tersebut dalam pembicaraan-pembicaraan Senin dengan Presiden China Hu Jintao.

"Kedua pemimpin berbagi keprihatinan mereka menyangkut rencana yang diumumkan Korea Utara untuk meluncurkan sebuah satelit dan setuju untuk melanjutkan diskusi secara erat bagi Korea Utara agar menarik rencana tersebut," kata Menteri Luar Negeri Korea Selatan Kim Sung-Hwan dalam sebuah keterangan pers.

Hubungan antar Korea mendingin sejak Seoul menuduh Pyongyang menorpedo sebuah kapal perang pada Maret 2010 yang menewaskan 46 orang.

Korea Utara menyangkal keterlibatan dan menembaki sebuah pulau perbatasan Korea Selatan pada November 2010 dan menewaskan empat orang.

Pada upacara kenangan Senin memperingati dua tahun penenggelaman tersebut, sekitar 3.000 pasukan, pejabat pemerintah dan anggota keluarga yang berlinang airmata memberikan penghormatan bagi para mantan awak kapal perang Cheonan.

Perdana Menteri Kim Hwang-Sik, dalam sebuah pidato di makam nasional di Daejeon dimana para pelaut itu dikuburkan, mengatakan perilaku Korea Utara telah menjadi "semakin tak terduga daripada sebelumnya" sejak kematian almarhum Kim Jong-Il tahun lalu.

"Kami mendesak lagi Korea Utara agar menarik rencana peluncurannya sesegera mungkin dan agar menghormati kuajiban internasionalnya," katanya.
 
Editor : Jendri Frans Mamahit

Senin, 26 Maret 2012

Hong Kong (Fokus/ANTARA News) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan pemerintah Indonesia dan otoritas administrasi Hong Kong sepakat untuk menjalin kerja sama dalam pengusutan aset hasil korupsi.

"Misalnya, ada yang ingin menaruh aset di Hong Kong, negara ini bersedia bekerja sama untuk mengusut itu," kata Yudhoyono ketika bertatap muka dengan para warga negara Indonesia di Hong Kong, Minggu.

Presiden Yudhoyono bertemu dengan kepala Kepala Eksekutif Kawasan Administrasi Khusus Hong Kong, Donald Tsang.

Dalam pertemuan itu, kata Yudhoyono, Tsang sepakat untuk menjalin kerja sama dalam bidang pengusutan aset yang berasal dari tindak pidana korupsi.

Yudhoyono menegaskan kerja sama dalam bidang pemberantasan tindak pidana korupsi itu akan membuat Indonesia lebih bersih. Dengan begitu, Indonesia bisa memiliki sumber daya yang lebih untuk melakukan pembangunan dan perbaikan ekonomi.

Selain sepakat dalam hal pengusutan aset hasil korupsi, Yudhoyono dan Tsang juga sepakat untuk mempererat hubungan dalam bidang pemberantasan berbagai jenis kejahatan transnasional.

Kemudian, mereka juga sepakat untuk memperkuat kerja sama dalam berbagai bidang yang lain, seperti ketenagakerjaan, pariwisata, dan pendidikan.

Khusus untuk kerja sama pendidikan, Yudhoyono berharap jumlah mahasiswa Indonesia yang belajar di Hong Kong bisa bertambah.

Menurut dia, hingga kini hanya sekitar 50 orang mahasiswa Indonesia yang belajar di Hong Kong.

"Perlu juga kerja sama top universities dengan Hong Kong," kata Yudhoyono menambahkan. 


Editor : Jendri Frans Mamahit
Moskow (Fokus/ANTARA News) - Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengunjungi wilayah demiliterisasi (netral) antara Korea Utara dan Korea Selatan serta memantau kawasan Korut menggunakan teropong, demikian dilaporkan CBS News pada Ahad, seperti dikutip RIA Novosti.

Obama tiba di Korsel untuk menghadiri hari kedua Konferensi Tingkat Tinggi Keamanan Nuklir selama dua hari yang dibuka di Seoul pada Senin (26/3) untuk membicarakan masalah nuklir Korut.

Dalam kunjungannya dia juga akan bertemu dengan para mitranya, antara lain Presiden Rusia Dmitry Medvedev, pemimpin China Hu Jintao dan Perdana Menteri Pakistan Yousaf Raza Gilani.

Pada pagi hari Obama menemui sebanyak 28 ribu tentara AS yang ditugaskan di pos militer Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Bonifas --sejauh 400 meter di selatan kawasan demiliterisasi yang memiliki jarak empat kilometer.

Kemudian dia juga berkunjung ke pos Panmunjom dan berjalan hanya sekitar 100 yard dari garis perbatasan kedua negara.

Video yang bergambar Obama berjalan begitu dekat dengan kawasan Korut disiarkan di seluruh negara.

Kawasan demiliterisasi tersebut memisahkan Semenanjung Korea menjadi Selatan dan Utara dimana kedua negara menandatangani gencatan senjata pada 1953 dan saat ini masih dalam kondisi perang.


Editor : Jendri Frans Mamahit

Pusat media KTT Nuklir di Seoul dibuka

Seoul (Fokus/ANTARA News) - Korea Selatan, Ahad, secara resmi membuka pusat media berteknologi tinggi bagi media dari seluruh negara terkait konferensi tingkat tinggi dunia yang bertujuan mencegah terorisme nuklir dan memastikan keamanan mengenai atom.

Pusat Media Internasional terletak dekat dengan ruang konferensi Pusat Pameran dan Balai Sidang (COEX) dimana KTT Keamanan Nuklir selama dua hari dimulai pada Senin (26/3) dan menampung ribuan wartawan dari berbagai negara, lapor Yonhap.

KTT tersebut akan menjadi pertemuan terbesar bagi Korsel yang telah menjadi penyelenggara pertemuan G-20 pada November 2010.

Sejumlah perwakilan dari 58 negara dan empat organisasi internasional termasuk 45 kepala negara akan menghadiri KTT tersebut.

Presiden Amerika Serikat Barack Obama tiba di Seoul lebih awal yaitu pada Ahad.

"Sekretariat Persiapan bagi KTT Nuklir Seoul akan menjadi pusat media internasional terbaik untuk mendukung kegiatan peliputan dari sebanyak 3.700 pewarta dari sekitar 60 negara di dunia," kata juru bicara Sekretariat Persiapan asal Korsel, Hahn Choong-hee.

Sejumlah layar besar dan monitor digital di pusat media akan menyiarkan secara langsung seluruh acara dan perhelatan KTT termasuk upacara sambutan, santap malam kerja dan pernyataan serta pertemuan para kepala negara, jelas pengelola KTT.

Pusat media menawarkan layanan penterjemahan di tempat dalam 11 bahasa termasuk Bahasa Inggris, Bahasa Jepang, Bahasa China, Bahasa Jerman, Bahasa Prancis, dan Bahasa Arab, tambah mereka.

Menurut pengelola, meja keterangan utama menyediakan keterangan umum bagi wartawan termasuk jadwal KTT dalam program yang disiarkan, keterangan lalu lintas dan kunjungan, mesin cetak dan fax serta layanan teknis lain.

Selain itu layanan laporan hilang dan penemuan barang juga akan disiapkan di meja informasi, jelas mereka. 


Editor : Jendri Frans Mamahit
Moskow (Fokus/ANTARA News) - Presiden Rusia Dmitry Medvedev, Ahad, berangkat menuju Korea Selatan dan India.

Medvedev akan menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Keamanan Nuklir di ibu kota Korsel, Seoul, dan pertemuan kepala negara BRICS (Brazil, Rusia, India, China, Afrika Selatan) di New Delhi, India, lapor RIA Novosti.

KTT Keamanan Nuklir Seoul 2012 akan berlangsung pada 26-27 Maret 2012.

Pertemuan akan membahas upaya kerja sama internasional untuk melindungi bahan baku nuklir dan instalasi dari kelompok teroris.

Sebanyak 40 kepala negara direncanakan mengunjungi perhelatan tersebut dan Rusia diharapkan berbagi pengalaman dalam mengelola keamanan instalasi nuklir.

Dalam pertemuan, menurut Ajudan Presiden Rusia Sergei Prikhodko, Medvedev akan menemui Presiden Amerika Serikat Barack Obama untuk membahas rencana bagi pengoperasian pertahanan peluru kendali AS yang direncanakan di Eropa dan juga mengenai konflik Suriah.

Medvedev juga akan bertemu dengan Presiden Korsel Lee Myung-bak untuk membahas keadaan di Semenanjung Korea.

Setelah Seoul, Medvedev akan mengunjungi New Delhi untuk bertemu dengan para kepala negara BRICS.

Dalam jadwal pertemuan dia akan mengadakan perundingan dengan Presiden China Hu Jintao, Perdana Menteri India Manmohan Singh dan Presiden Brazil Dilma Rousseff.


Editor : Jendri Frans Mamahit

Obama kunjungi perbatasan Korea

Zona Demiliterisasi, Korea Selatan (Fokus/ANTARA News/AFP) - Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama, mengunjungi perbatasan antar-Korea yang tegang, dan menyebutnya "perbatasan kebebasan", selain ia mengecam rencana Korea Utara (Korut) untuk meluncurkan roket.

Obama mengunjungi Korea Selatan (Korsel) untuk menghadiri Konperensi Tingkat Tinggi (KTT) 53 negara yang akan dimulai Senin 926/3) mengenai upaya memerangi terorisme nuklir. Tetapi, konflik nuklir dengan Korut dan Iran, dan peluncuran roket mendatang, diperkirakan mendominasi perhatian di sela-sela perundingan itu.

Obama mengemukakan kepada pasukan AS di satu ruang makan di Kamp Bonifas, dekat perbatasan itu, mereka adalah bagian dari satu "garis panjang" tentara yang telah membantu Korsel menjadi makmur.

"Kalian berada di perbatasan kebebasan," katanya. Perbedaan antara Korsel dan Korut tidak dapat dihilangkan, sama sekali tidak dapat.

AS menggelar 28.500 tentara di Korsel. Gedung Putih mengatakan kunjungan presiden itu ke Zona Demiliterisasi di sekitar perbatasan itu adalah untuk menyampaikan penghargaannya kepada mereka dan menegaskan komitmen pada keamanan Korsel.

Obama, yang berdiri di belakang satu sekat kaca tahan peluru, memandang secara tajam ke arah Korut melalui teropong dan mengobrol dengan para perwira militer AS.

Satu bendera besar Korut dikibarkan setengah tiang di satu desa bagian Korut daerah demiliterisasi (DMZ) itu untuk memperingati 100 hari meninggalnya pemimpin negara itu Kim Jong- Il. Korut menyelenggarakan peringatan ke-100 hari meninggalnya pemimpin itu Ahad.

Ketegangan tetap tinggi di bawah pemerintah putra bungsu Kim dan juga penggantinya Kim Jong-Un.

Satu perjanjian dengan AS yang diumumkan bulan lalu menetapkan Korut akan melaksanakan satu pembekuan kegiatan nuklir dan penghentian uji coba rudal dengan imbalan bantuan pangan dari AS, yang menimbulkan harapan meredanya ketegangan.

Tetapi kurang dari tiga pekan kemudian Korut mengumumkan akan meluncurkan satu satelit antara 12 dan 16 April--satu rencana yang menurut AS melanggar perjanjian Februari serta ersolusi-resolusi PBB.

Pyongyang melakukan uji coba senjata-senjata nuklir tahun 2006 dan 2009. AS dan negara-negara lain mengatakan peluncuran satelit yang diumumkan Pyongyang itu sesungguhnya adalah uji coba rudal-rudal yang dapat membawa hulu ledak nuklir pada masa depan.

Korut mengatakan ada puluhan peluncuran satelit untuk tujuan damai di seluruh dunia setiap tahun dan setiap usaha untuk menghambat operasinya sendiri akan menimbulkan "tindakan-tindakan balasan" yang tidak disebutnya secara khusus. Korut menegaskan rencananya itu tidak melanggar perjanjian dengan AS.

Obama mendarat dengan menggunakan helikoper di Kamp Bonifas, nama seorang perwira AS yang dikampak sampai mati oleh pasukan Korut dalam bentrokan di DMZ tahun 1976.

Obama akan bertemu dengan sahabat eratnya Presiden Korsel Lee Myung-Bak di Seoul Ahad petang untuk berunding kemudian menyelenggarakan jumpa wartawan bersama.

Ia pada Senin akan berunding dengan Presiden China Hu Jintao dan Presiden Rusia Dmitry Medvedev di sela-sela KTT Seoul.

China adalah sekutu penting Korut. China dan Rusia-- bersama dengan Korsel, Jepang dan AS terlibat perundingan yang macet yang dimulai tahun 2030 menyangkut penghentian program senjata nuklir Korut.

KTT Keamanan Nuklir yang akan berlangsung dua hari itu akan dipusatkan pada usaha meminimalkan ancaman terorisme senjata nuklir dan menjamin atau menghancurkan pasokan-pasokan plutonium dan uranium yang diperkaya dalam kadar tinggi dunia.

Korut mengecam KTT Seoul itu sebagai satu yang "lucu dan penuh ejekan" yang bertujuan untuk menggalang opini dunia terhadap program nuklirnya.


Editor : Jendri Frans Mamahit

Ahmadinejad bertemu pemimpin Pakistan

Dushanbe (Fokus/ANTARA News) - Presiden Iran Mahmud Ahmadinejad dan timpalannya dari Pakistan Asif Ali Zardari tiba di Tajikistan, Sabtu, untuk pembicaraan keamanan regional dengan pemimpin Afghanistan Hamid Karzai.

Ketiganya duduk bersama dengan tuan rumah mereka, Presiden Tajikistan Emomali pada Minggu, sementara seorang pejabat tinggi AS juga akan bertemu dengan para diplomat dari Pakistan dan Afghanistan untuk membahas hasil kunjungan Karzai pada Februari ke Islamabad.

Baik Ahmadinejad maupun Zardari berbicara kepada wartawan saat mereka menuju ke tempat pertemuan terpisah dengan Presiden Tajik.

Bekas ibu kota Republik Soviet telah menjadi tempat untuk pembahasan tingkat tinggi mengenai berbagai isu mulai dari dampak dari perang di Afghanistan sampai munculnya militansi Islam dan perdagangan narkoba.

Peristiwa akhir pekan itu secara resmi dipentaskan di perayaan Tahun Baru Iran Nowruz.

Namun kedutaan AS di Dushanbe mengatakan orang penting Washington di Afghanistan dan Pakistan akan menggunakan kesempatan itu untuk bertemu Minggu dengan Wakil Menteri Luar Negeri Afghanistan Jawed Ludin dan Menteri Luar Negeri Pakistan Jalil Abbas Jilani.

Perwakilan AS Marc Grossman akan membahas upaya "untuk mempromosikan proses perdamaian yang kredibel dipimpin Afghanistan dan untuk rekonsiliasi dan perdamaian yang tahan lama di Afghanistan", kata kedutaan AS dalam sebuah pernyataan.

Setelah kembali dari Islamabad bulan lalu, Karzai mengundang kepemimpinan Taliban untuk pembicaraan langsung dengan pemerintah sementara mendesak Pakistan untuk membantu merundingkan upaya mengakhiri perang 10 tahun.

Milisi Taliban memutuskan kontak dengan Amerika Serikat pekan lalu karena perselisihan mengenai pertukaran tawanan.

Menlu AS Hillary Clinton mengatakan Rabu bahwa Washington masih membuka pintu untuk pembicaraan dengan Taliban dan tetap berkomitmen untuk mencari solusi politik yang memungkinkan pasukan NATO meninggalkan negara itu pada akhir 2014.

Pejabat Tajik mengatakan, pertemuan dengan Ahmadinejad terfokus pada investasi Iran di republik berpegunungan yang miskin dan prospek jalan baru selain jaringan kereta.

Ahmadinejad juga dijadwalkan menghadiri konferensi pemulihan ekonomi Afghanistan di Dushanbe, Senin.


Editor : Jendri Frans Mamahit

Jumat, 23 Maret 2012

Sekjen PBB akan bahas Korut di KTT Seoul

Kuala Lumpur (Fokus/ANTARA News) - Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon, Kamis, mengatakan dia akan membahas rencana peluncuran roket Korea Utara dalam Konferensi Tingkat Tinggi Keamanan Nuklir di Seoul pekan depan, dan menyampaikan "keprihatinan mendalam" atas masalah itu.

"Saya akan membahas masalah tersebut dengan Presiden Republik (Korea Selatan) di Seoul dan saya juga akan berbicara dengan para pemimpin negara lain yang menghadiri pertemuan puncak nuklir itu," kata Ban dalam konferensi pers di Malaysia.

Korea Utara yang memiliki senjata nuklir telah mengumumkan akan meluncurkan roket bulan depan untuk menempatkan satelit ke orbit, sebuah langkah yang dilihat oleh Amerika Serikat dan sekutunya sebagai alasan untuk melakukan tes peluru kendali jarak jauh.

Pyongyang telah mengatakan setiap upaya Korea Selatan untuk membahas program nuklir Korea Utara dalam pertemuan puncak Keamanan Nuklir di Seoul, 26-27 Maret akan dilihat sebagai deklarasi perang.

Tetapi program dan peluncuran roket diharapkan menjadi topik panas di sela-sela pertemuan tersebut, yang akan dihadiri oleh Presiden Amerika Serikat Barack Obama dan para pemimpin dunia, yang akan bertemu untuk membahas masalah keamanan nuklir.

Sebuah resolusi Dewan Keamanan PBB telah dijatuhkan setelah Korea Utara menggelar tes peluru kendali dan nuklir pada tahun 2009. Resolusi itu melarang peluncuran rudal balistik untuk tujuan apapun.

"Sebagai Sekretaris Jenderal PBB saya menyampaikan keprihatinan yang mendalam dengan adanya pengumuman pemerintah DPRK (tentang) niat mereka untuk meluncurkan satelit," kata Ban, dengan menggunakan singkatan dari nama resmi Korea Utara.

Ban, yang merupakan warga negara Korea Selatan, juga menyebut rencana peluncuran itu sebagai "pelanggaran yang jelas" dari

Resolusi Dewan Keamanan dan mengatakan "mengancam perdamaian dan keamanan di Semenanjung Korea ".

Menurut dia, hal itu juga dapat merusak tanda-tanda positif baru pada upaya internasional untuk mengakhiri program nuklir Korea Utara.

Berdasarkan kesepakatan yang diumumkan bulan lalu namun sekarang terancam gagal, Washington akan menawarkan bantuan makanan besar untuk menghentikan sebagian program nuklir.

"Ini (peluncuran roket) sekali lagi merusak suasana positif yang telah dibentuk baru-baru antara AS dan DPRK, " kata Ban.

Korut telah mengecam pertemuan pekan depan -- pertemuan diplomatik terbesar yang pernah diselenggarakan Korea Selatan -- sebagai "olok-olok buruk" dimaksudkan untuk membenarkan serangan atom oleh Korea Selatan dan sekutunya AS.

Meskipun ada ancaman Pyongyang, pemimpin lima negara akan membahas cara untuk menekan Korea Utara guna membatalkan peluncuran roket, kata Presiden Korea Selatan Lee Myung-Bak, Rabu.

Amerika Serikat, China, Korea Selatan, Jepang dan Rusia telah melakukan pembicaraan sejak tahun 2003 terkait upaya penghentian program nuklir Korea Utara.

Pembicaraan telah terhenti berulang kali karena ulah Korea Utara.

Kantor berita Korea Utara, Rabu, mengatakan setiap upaya yang dilakukan oleh Presiden Lee untuk membahas masalah nuklir Korea Utara akan menjadi "upaya konyol dan benar-benar tak dapat diampuni".

"Setiap tindakan provokatif akan dianggap sebagai deklarasi perang terhadap kami dan konsekuensinya akan menjadi hambatan besar untuk pembicaraan denuklirisasi semenanjung Korea, " katanya, demikian AFP.


Editor : Jendri Frans Mamahit
Srinagar, India (Fokus/ANTARA News) - Seorang terduga gerilyawan tewas dan 25 orang cedera di Kashmir India, Kamis, ketika bom yang dibawanya di dalam mobilnya meledak tanpa sengaja, kata polisi.

Ledakan itu terjadi di sebuah jalan utama yang ramai di kota Bijbehara, 50 kilometer sebelah selatan Srinagar, ibu kota musim panas Kashmir.

"Pengemudi mobil itu tewas ketika bom yang dibawanya di dalam mobilnya meledak," kata seorang polisi yang menolak disebutkan namanya kepada AFP.

Beberapa dari korban cedera dibawa ke rumah sakit, satu diantaranya dalam keadaan serius, tambahnya.

Kashmir India pada 2010 dilanda protes terbesar terhadap kekuasaan India, yang menewaskan lebih dari 110 pemrotes, sebagian besar akibat tembakan polisi terhadap pemuda pelempar batu.

Lebih dari 47.000 orang -- warga sipil, militan dan aparat keamanan -- tewas dalam pemberontakan muslim di Kashmir India sejak akhir 1980-an.

Pejuang Kashmir menginginkan kemerdekaan wilayah itu dari India atau penggabungannya dengan Pakistan yang penduduknya beragama Islam.

New Delhi menuduh Islamabad membantu dan melatih pejuang Kashmir India. Pakistan membantah tuduhan itu namun mengakui memberikan dukungan moral dan diplomatik bagi perjuangan rakyat Kashmir untuk menentukan nasib mereka sendiri.

Perbatasan de fakto memisahkan Kashmir antara India dan Pakistan.

Dua dari tiga perang antara kedua negara itu meletus karena masalah Kashmir, satu-satunya negara bagian yang berpenduduk mayoritas muslim di India yang penduduknya beragama Hindu.

Serangan-serangan pada 2008 di Mumbai, ibukota finansial dan hiburan India, telah memperburuk hubungan antara India dan Pakistan.

New Delhi menghentikan dialog dengan Islamabad yang dimulai pada 2004 setelah serangan-serangan Mumbai pada November 2008 yang menewaskan lebih dari 166 orang.

India menyatakan memiliki bukti bahwa "badan-badan resmi" di Pakistan terlibat dalam perencanaan dan pelaksanaan serangan-serangan itu -- tampaknya menunjuk pada badan intelijen dan militer Pakistan. Islamabad membantah tuduhan tersebut.

Sejumlah pejabat India menuduh serangan itu dilakukan oleh kelompok dukungan Pakistan, Lashkar-e-Taiba, yang memerangi kekuasaan India di Kashmir dan terkenal karena serangan terhadap parlemen India pada 2001. Namun, juru bicara Lashkar membantah terlibat dalam serangan tersebut.

India mengatakan bahwa seluruh 10 orang bersenjata yang melakukan serangan itu datang dari Pakistan. New Delhi telah memberi Islamabad daftar 20 tersangka teroris dan menuntut penangkapan serta ekstradisi mereka. 


Editor : Jendri Frans Mamahit
Jenewa (Fokus/ANTARA News) - Sri Lanka harus menjamin bahwa prajurit yang melakukan kejahatan perang selama tahap-tahap akhir perangnya terhadap pemberontak Tamil diadili, kata Dewan Hak Asasi Manusia PBB, Kamis.

Meski tim besar 70 orang dari Kolombo melakukan lobi gencar, dewan yang bermarkas di Jenewa itu tetap mensahkan sebuah resolusi yang diajukan AS yang mendesak pemerintah Sri Lanka melaksanakan rekomendasi komisi penyelidik resmi Sri Lanka, lapor Reuters.

Komisi itu menyerukan agar prajurit yang bersalah dalam hal itu diadili.

Sebanyak 24 anggota Dewan HAM PBB mendukung resolusi itu, sementara 15 menentangnya, termasuk Kuba, Rusia dan China, karena mereka menganggap resolusi itu sebagai upaya campur tangan dalam permasalahan dalam negeri Sri Lanka. Delapan negara abstain dalam pemungutan suara itu.

Duta Besar AS Eileen Chamberlain Donahoe mengatakan kepada dewan itu, resolusi tersebut "beralasan, konstruktif dan disusun secara hati-hati sesuai dengan kebutuhan keadaan", namun utusan presiden Sri Lanka untuk masalah HAM menyebutnya sebagai kontra-produktif.

"Setelah kekerasan dan keadaan tidak stabil selama 30 tahun, kami mencapai stabilitas dan perdamaian. Kami perlu diberi waktu untuk memperkuat kemajuan jelas yang dicapai dalam masa singkat tiga tahun," kata Mahinda Samarasinghe yang memimpin delegasi Kolombo pada sidang itu.

Militer Sri Lanka pada pertengahan Februari mengumumkan pembentukan sebuah panel yang beranggotakan lima orang untuk menyelidiki tuduhan kejahatan perang terhadap pasukan, termasuk eksekusi tahanan seperti yang diklaim oleh televisi Saluran 4 Inggris.

Penyelidikan itu merupakan langkah besar pertama oleh angkatan bersenjata Sri Lanka, yang sejauh ini menekankan bahwa pasukan pemerintah tidak membunuh satu warga sipil pun ketika menumpas separatis Macan Tamil dalam ofensif yang berakhir pada Mei 2009.

Militer mengatakan, penyelidikan itu diperintahkan setelah panel bentukan pemerintah, Komisi Pengkajian dan Rekonsiliasi (LLRC) yang bertugas menyelidiki mengapa gencatan senjata 2002 runtuh, mengatakan bahwa warga sipil tewas akibat aksi militer.

Pasukan Sri Lanka meluncurkan ofensif besar-besaran untuk menumpas kelompok pemberontak LTTE pada 2009 yang mengakhiri perang etnik hampir empat dasawarsa di negara tersebut.

Namun, kemenangan pasukan Sri Lanka atas LTTE menyulut tuduhan-tuduhan luas mengenai pelanggaran hak asasi manusia.

Pada September, Amnesti Internasional yang berkantor di London mengutip keterangan saksi mata dan pekerja bantuan yang mengatakan, sedikitnya 10.000 orang sipil tewas dalam tahap final ofensif militer terhadap gerilyawan Macan Tamil pada Mei 2009.

Pada April, laporan panel yang dibentuk Sekretaris Jendral PBB Ban Ki-moon mencatat tuduhan-tuduhan kejahatan perang yang dilakukan kedua pihak.

Sri Lanka mengecam laporan komisi PBB itu sebagai "tidak masuk akal" dan mengatakan, laporan itu berat sebelah dan bergantung pada bukti subyektif dari sumber tanpa nama.

Sri Lanka menolak seruan internasional bagi penyelidikan kejahatan perang dan menekankan bahwa tidak ada warga sipil yang menjadi sasaran pasukan pemerintah. Namun, kelompok-kelompok HAM menyatakan, lebih dari 40.000 warga sipil mungkin tewas akibat aksi kedua pihak yang berperang.

Pemerintah Sri Lanka pada 18 Mei 2009 mengumumkan berakhirnya konflik puluhan tahun dengan Macan Tamil setelah pasukan menumpas sisa-sisa kekuatan pemberontak tersebut dan membunuh pemimpin mereka, Velupillai Prabhakaran.

Pernyataan Kolombo itu menandai berakhirnya salah satu konflik etnik paling lama dan brutal di Asia yang menewaskan puluhan ribu orang dalam berbagai pertempuran, serangan bunuh diri, pemboman dan pembunuhan.

Macan Pembebasan Tamil Eelam (LTTE) juga telah mengakui bahwa Velupillai Prabhakaran tewas dalam serangan pasukan pemerintah Sri Lanka.

Pertempuran antara pasukan pemerintah dan pemberontak LTTE meningkat sejak pemerintah secara resmi menarik diri dari gencatan senjata enam tahun pada Januari 2008.

Pembuktian independen mengenai klaim-klaim jumlah korban mustahil dilakukan karena pemerintah Kolombo melarang wartawan pergi ke zona-zona pertempuran.

PBB memperkirakan, lebih dari 100.000 orang tewas dalam konflik separatis Tamil setelah pemberontak Macan Tamil muncul pada 1972.

Sekitar 15.000 pemberontak Tamil memerangi pemerintah Sri Lanka dalam konflik etnik itu dalam upaya mendirikan sebuah negara Tamil merdeka.

Masyarakat Tamil mencapai sekitar 18 persen dari penduduk Sri Lanka yang berjumlah 19,2 juta orang dan mereka terpusat di provinsi-provinsi utara dan timur yang dikuasai pemberontak. Mayoritas penduduk Sri Lanka adalah warga Sinhala.


Editor : Jendri Frans Mamahit
Kuala Lumpur (Fokus/ANTARA News) - Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon, Kamis, memuji Myanmar yang bergerak menuju demokrasi dan mengatakan mempertimbangkan untuk mengunjunginya segera setelah pelaksanaan pemilihan sela pada April.

"Saya sendiri sedang mempertimbangkan mengunjungi Myanmar pada tanggal tertentu segera setelah pemilu berakhir," kata Ban dalam konferensi pers saat berkunjung ke Malaysia, seperti yang dikutip dari AFP.

Pemilihan sela akan melihat pemenang hadiah Nobel Perdamaian Aung San Suu Kyi mencalonkan diri untuk duduk di parlemen pertama kali, dan terjadi setahun setelah pemerintahan sipil terbatas mengambil alih kekuasaan sesudah berakhirnya berpuluh tahun pemerintahan militer langsung.

"Saya terdorong oleh perkembangan terakhir di Myanmar ke arah yang lebih besar dalam partisipasi demokrasi dan gerakan kebebasan yang lebih besar, kebebasan berbicara yang lebih besar ... ," kata Ban. "Ini telah memberikan harapan yang lebih besar dan harapan-harapan masyarakat internasional untuk melihat pembangunan yang lebih dan lebih besar di Myanmar."

Sementara itu, Sekjen PBB sebelumnya melakukan kunjungan ke Indonesia dan mengadakan pembicaraan dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa.

Sekjen PBB juga mengunjungi "International Peace and Security Centre" (IPSC) di Sentul, Bogor. Selama berada di IPSC Sekjen badan dunia itu menyampaikan pidato bertema "UN Peacekeeping: Challenges and Opportunities for Indonesia, the region and Beyond".

Kunjungan resmi Ban di Indonesia berlanjut pada 21 Maret 2012 untuk menghadiri "The Second Jakarta International Defence Dialogue" (JIDD II) yang dibuka oleh Presiden Yudhoyono.

Kunjungan resmi Sekjen PBB yang didampingi oleh istrinya, Ban Soon-taek, dan sejumlah pejabat tinggi Sekretariat PBB pada 19-21 Maret 2012 itu dilakukan atas undangan Presiden Yudhoyono.


Editor : Jendri Frans Mamahit

Rabu, 21 Maret 2012

Motif Ledakan di KBRI Paris Masih Misteri

Jakarta ( Fokus/Kompas.com) - Pelaku sekaligus motif di balik ledakan yang terjadi di dekat Kedutaan Besar RI di Paris, Perancis, Rabu (21/3/2012) sekitar pukul 05.00 waktu setempat, masih menjadi misteri. Hingga saat ini, kepolisian Perancis masih terus menyelidiki pelaku yang diduga berjumlah tiga orang beserta motifnya.
Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa mengatakan, KBRI di Paris masih terus bekerja sama dengan kepolisian dan intelijen Perancis. "Kita belum bisa menyimpulkan apakah ledakan ini diarahkan atau ditargetkan kepada KBRI di Paris," kata Marty kepada para wartawan di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu.
Marty mengatakan, pada 2004, ada ledakan serupa di dekat KBRI di Paris. Saat itu, tak ada korban akibat ledakan tersebut. Tak jelas apakah motif di balik ledakan pada 2004. "Saat itu tidak ada hasil investigasi yang konklusif," kata Marty.

Editor : Jendri Frans Mamahit

Ribuan patung Buddha kuno ditemukan di China

Shijiazhuang (Fokus/ANTARA News) - Sejumlah arkeolog China yang Januari lalu melakukan penggalian di provinsi bagian utara China, Hebei, menemukan sedikitnya 3.000 patung Buddha yang diperkirakan berumur sekitar 1.500 tahun.

Penemuan tersebut dipercaya sebagai penemuan terbesar sejak berdirinya Republik Rakyat China pada 1949, kata arkeolog dari Institut Arkeologi yang berada dibawah naungan Akademi Sosial Sains China (CASS) dalam jumpa pers pada Senin.

Tim yang dibentuk oleh sejumlah arkeolog dari CASS dan Institut Warisan Budaya Provinsi Hebei pada Januari lalu itu menemukan 2.895 patung Buddha dan pecahan patung di sebuah lubang yang mempunyai lebar tiga meter dan kedalaman 1,5 meter di situs bersejarah Yecheng.

"Situs itu berusia 2.500 tahun dan terletak di daerah Linzhang," kata anggota tim Dr He Liqun.

Patung Buddha itu kebanyakan terbuat dari marmer putih dan batu baru, yang berasal dari Dinasti Wei Timur dan Qi Utara (534 M - 577 M).

"Beberapa patung yang ditemukan ada yang dicat atau dilapisi emas. Patung-patung itu 20 centimeter lebih tinggi dari ukuran manusia sebenarnya," ujar Wenrui, pejabat Biro Warisan Budaya Provinsi Zhang.

Yecheng pertama kali dibangun saat musim semi dan gugur (770 SM-476 SM) dan merupakan pusat perpolitikan China sepanjang kekuasaan Tiga Kerajaan (220 M-280 M) dan Dinasti Utara (386 M-581 M).

Ajaran Buddha sangat populer selama pemerintahan Dinasti Wei Timur dan Qi Utara yang menjadikan Yecheng sebagai ibu kota kerajaan. Pada masa kekuasaan Dinasti Qi Utara, keluarga kerajaan sangat menghormati Buddha dan lebih dari sepertujuh diantaranya adalah biksu dan biksuni Buddha.

Biro warisan budaya daerah Linzhang menyatakan dalam surat elektronik kepada Kantor Berita Xinhua pekan lalu, bahwa pemerintah setempat telah menandatangani nota dengan perusahaan lokal untuk melakukan investasi bersama pembangunan taman budaya Linzhang senilai 10 miliar yuan (1,59 miliar dolar AS).

Taman budaya yang diperkirakan mempunyai luas 107 hektare itu bertujuan sebagai meningkatkan penelitian, melindungi peninggalan Buddha serta meningkatkan pasar turis lokal, ujar pernyataan itu.

Taman itu terdiri atas museum, sekolah Buddha, kuil, patung Buddha, serta hotel, pertokoan dan parkir bagi wisatawan.


Editor : Jendri Frans Mamahit
Manila (Fokus/ANTARA News) - Filipina mengizinkan pesawat-pesawat tidak berawak Amerika Serikat melakukan penerbangan pengintaian di wilayahnya tetapi tidak mengizinkannya melancarkan serangan-serangan, kata Presiden Benigno Aquino, Selasa.

"Untuk pengintaian," kata Aquino kepada AFP ketika ditanya apakah pesawat-pesawat AS itu yang beroperasi di Filipina selatan tempat ratusan tentara AS membantu mengatasi satu ancaman gerilyawan Islam selama 10 tahun.

Ketika ditanya apakah Filipina akan mengizinkan atau telah mengizinkan pesawat tidak berawak AS menjatuhkan bom-bom, Aquino mengatakan itu melanggar larangan pada pasukan AS ikut dalam operasi-operasi tempur.

"Pesawat itu dilarang melancarkan serangan-serangan," kataya.

Aquino mengatakan pasukan AS berada di Filipina setelah satu perjanjian bilateral yang membatasi merka hanya untuk melatih.

"Mereka berada di sini sebagai penasehat-penasehat. Mereka berada di sini sebagai pelatih-pelatih. Meraka tidak dapat ikut serta dalam operasi-operasi tempur," katanya.

Pasukan AS tiba di Filipina selatan awal tahun 2002 sebagai bagian dari "perang teror" global pemerintah AS.

Satu fokus penting misi mereka membantu militer Filipina menangani ancaman kelompok Abu Sayyaf, satu kelompok gerilyawan Islam yang dibentuk tahun 1990 dengan dana dari jaringan Al Qaida pimpinan Osama bin Laden.

Jumlah para petempur Abu Sayyaf menurun dari sekitar 2.000 orang sepuluh tahun lalu menjadi ratusan orang sekarang, kata para pengamat keamanan.Akan tetapi mereka tetap satu ancaman di selatan, dapat menculik warga lokal dan asing serta serangan-serangan bom sebagian karena mendapat dukungan dari para anggota masyarakat Muslim lokal.


Editor : Jendri Frans Mamahit
Jakarta (Fokus/ANTARA News) - Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon menyebut pasukan penjaga perdamaian PBB sebagai simbol harapan, sekalipun status keberadaannya tidak terdapat di Piagam PBB.

"Saya telah menyaksikan secara langsung bagaimana pasukan penjaga perdamaian membuat perubahan yang nyata dalam kehidupan masyarakat," kata Sekjen PBB di Jakarta, Selasa.

Ban Ki-moon yang untuk ketiga kalinya melawat ke Indonesia itu menjelaskan bahwa ketika konflik pecah, anak-anak terpaksa meninggalkan sekolahnya hingga pasukan penjaga perdamaian datang dan menjamin keamanan mereka di sekolah.

Ia kemudian menggarisbawahi sejumlah contoh lain mengenai bagaimana keberadaan pasukan penjaga perdamaian menyembuhkan luka di daerah konflik.

"Pasukan penjaga perdamaian membangun jembatan, jembatan nyata untuk menyeberangi sungai dan jembatan-jembatan batin untuk membangun kepercayaan antarkelompok," katanya.

Ia juga menyebut mengenai upaya pasukan penjaga perdamaian membersihkan lahan penuh ranjau dengan taruhan nyawa agar para petani bisa kembali bercocok tanam serta menyediakan layanan kesehatan gratis.

"Dalam kasus bencana, pasukan helm biru menyelamatkan warga dan memberikan bantuan kemanusiaan," ujarnya.

Hal yang sama, kata Sekjen PBB, juga dilakukan oleh pasukan penjaga perdamaian PBB asal Indonesia, terutama mereka yang bertugas di Darfur, Sudan.

"Pasukan penjaga perdamaian Indonesia tidak disambut baik saat pertama kali sampai. Beberapa orang melempari mereka dengan batu. Salah seorang prajurit Indonesia mengatakan para pengungsi rata-rata tidak tahu jika `kami datang untuk melindungi mereka`," katanya.

Untuk menjalankan tugasnya dengan baik, kata Sekjen PBB, pasukan penjaga perdamaian memerlukan kepercayaan penuh warga di kamp-kamp pengungsi.

Ia mengisahkan bagaimana perjuangan pasukan penjaga perdamaian PBB asal Indonesia berhasil membawa seorang wanita hamil melewati militer Sudan.

"Membantu perempuan itu adalah dasar dari hubungan yang solid antara pasukan penjaga perdamaian dengan masyarakat lokal. Dimana pun juga staf kami membangun kepercayaan," katanya.

Lebih lanjut Sekjen PBB mengatakan bahwa menjaga perdamaian adalah suatu bentuk kemitraan global antara staf sipil dan militer di lapangan serta antara Dewan Keamanan PBB dengan negara-negara anggota PBB.


Editor : Jendri Frans Mamahit
Bogor (Fokus/ANTARA News) - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Ban Ki-moon menegaskan prioritas PBB dalam mengatasi masalah Suriah adalah menghentikan kekerasan yang terus terjadi di negara Timur Tengah itu.

Dalam keterangan persnya usai pertemuan bilateral dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa, Ban Ki- moon mengatakan kondisi di Suriah semakin berbahaya dan sulit sejak awal gerakan demonstrasi digulirkan di negara itu.

"Prioritas kami ada tiga dalam mengatasi permasalahan Suriah. Pertama, menghentikan kekerasan dengan cara apa pun, hentikan pembunuhan di sana," ujarnya.

Prioritas kedua, lanjut Ban Ki-moon, adalah mencari solusi melalui kesepakatan politik guna memastikan hak-hak asasi warga sipil Suriah terpenuhi.

Karena itu, kata dia, PBB telah mengirim utusan khusus mantan Sekjen PBB Kofi Annan untuk berbicara dengan Presiden Suriah Bashar Al-Assad.

Sedangkan prioritas ketiga, menurut Ban Ki-moon, adalah menggalang kerja sama internasional dengan berbagai komunitas untuk mencari solusi menyelesaikan konflik di Suriah seperti melalui PBB, Liga Arab, dan juga Organisasi Kerjasama Islam.

Ban Ki-moon berharap komunitas internasional dapat mencapai satu suara dalam menyelesaikan masalah Suriah.

"Kita tidak punya waktu lagi. Satu menit tertunda berarti lebih banyak lagi warga sipil yang tewas," ujarnya.

Sekjen PBB juga berharap agar bantuan kemanusiaan dapat mencapai para warga sipil Suriah yang menderita akibat menuntut kebebasan mereka untuk bersuara dan berdemokrasi.


Editor : Jendri Frans Mamahit
Kuala Lumpur (Fokus/ANTARA News) - Seorang perempuan warga Iran dijatuhi hukuman gantung oleh Pengadilan Tinggi Malaysia karena terbukti bersalah menyelundupkan 1,76 kg shabu melalui Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) dua tahun lalu.

Hakim Noor Azian Shaari seperti dikutip Bernama, Selasa, menjatuhkan hukuman tersebut setelah jaksa membuktikan tuduhan terhadap Kobra Taba Seidali (49).

Dalam putusannya, hakim mengatakan Kobra dan saudaranya, Jalil, diadili dengan dakwaan yang sama.

Meski demikian, pengadilan kemudian membebaskan Jalil karena tidak menemukan bukti keterlibatannya.

Kobra ditangkap di tempat pengambilan bagasi di KLIA pada 2 Februari 2010 pukul 10.45 malam.



Editor : Jendri Frans Mamahit

Selasa, 20 Maret 2012

HCM City (Fokus/ANTARA News) - Para pejabat Departemen Kesehatan Vietnam dan Ho Chi Minh City akan mengirim staf medis dan peralatan ke wilayah selatan untuk memerangi wabah penyakit tangan-kaki-mulut.

Hua Ngoc Thuan, wakil ketua Komite Rakyat kota, mengatakan para staf itu akan dikirim ke provinsi dengan kematian dan tingkat infeksi tertinggi untuk mengobati penyakit itu dalam tahap awal.

Jumlah orang yang terinfeksi penyakit iitu meningkat tajam dibandingkan dengan tahun lalu, terutama di daerah padat penduduk, kata Thuan, yang bertemu dengan tim inspeksi dipimpin oleh Nguyen Thanh Long, wakil menteri kesehatan, Jumat lalu.

Sebanyak 1.351 orang tertular penyakit itu di HCM City sepanjang tahun ini, tiga kali lebih tinggi dari yang tercatat pada periode yang sama tahun lalu, kata Pham Viet Thanh, direktur Departemen Kesehatan kota.

Satu orang meninggal tahun ini.

Rata-rata 200 orang dirawat di rumah sakit setiap minggu di HCM City.

Tang Chi Thuong, direktur Rumah Sakit Anak No1 di HCM City, mengatakan kurangnya kompetensi dokter-dokter perawat utama serta kurangnya peralatan medis penting di fasilitas kesehatan masyarakat menyebabkan pengobatan yang tidak tepat bagi pasien.

Dalam banyak kasus, anak-anak dengan penyakit tangan-kaki-mulut didiagnosis menderita radang paru di rumah sakit tingkat kabupaten di provinsi selatan seperti Vinh Long, Dong Thap dan An Giang.

Mereka kemudian dipindahkan ke Rumah Sakit HCM City dalam kondisi serius.

Rumah Sakit Anak No 1 menerima lebih dari 1.300 anak dengan penyakit itu, empat kali lebih tinggi dari angka tahun lalu, katanya.

Dia menambahkan bahwa dua anak dari Provinsi Tra Vinh dan Soc Trang meninggal setelah mereka dipindahkan ke rumah sakit tersebut dalam kondisi kritis.

Penyakit ini telah membunuh 11 orang di seluruh negeri dan lebih dari 12.500 orang telah tertular selama tahun ini, atau tujuh kali lebih tinggi dari tahun lalu.

Long telah meminta daerah-daerah untuk memperkuat pencegahan dan pengendalian penyakit itu di antara masyarakat.

Berkaitan dengan itu, HCM City telah melaporkan tiga kematian akibat demam berdarah tahun ini, dan lebih dari 2.000 orang telah tertular penyakit itu, kata Preventive Medicine Center kota.


Editor : Jendri Frans Mamahit
Miranshah, Pakistan (Fokus/ANTARA News) - Sedikitnya delapan orang tewas dan 15 lain cedera dalam bentrokan antara pasukan Pakistan dan gerilyawan di wilayah suku baratlaut, kata sejumlah pejabat, Senin.

Empat militan dan satu prajurit tewas ketika gerilyawan menyerbu sebuah pos pemeriksaan pasukan keamanan pada Minggu larut malam di Miranshah, kota utama di daerah suku Waziristan Utara yang berbatasan dengan Afghanistan.

Militer melakukan serangan balasan Senin pagi ke tempat persembunyian militan di luar kota tersebut, namun serangan itu menewaskan tiga warga sipil dan mencederai 15 orang, kata beberapa pejabat keamanan.

"Militan menyerang pos pemeriksaan kami di Miranshah pada Minggu malam dan menewaskan satu prajurit, kami membalas... menembak mati empat militan," kata seorang pejabat keamanan senior kepada AFP.

Senin pagi, "kami menembakkan bom dan menghancurkan lima toko di Detakhel dekat Miranshah", yang menjadi tempat peluncuran serangan terhadap konvoi militer kami akhir-akhir ini, katanya.

Dua pejabat keamanan memastikan ada warga sipil tewas dalam serangan Senin itu, namun militer menolak memberikan konfirmasi.

"Tiga warga sipil tewas dan 15 orang cedera ketika pasukan keamanan menembakkan bom ke tempat persembunyian militan," kata salah seorang pejabat itu.

Minggu, sejumlah pejabat Pakistan mengatakan, sedikitnya 51 militan dan empat prajurit tewas dalam serangan udara dan bentrokan di kawasan bergolak Pakistan baratlaut dalam sepekan terakhir.

Pakistan dilanda serangan-serangan bom bunuh diri dan penembakan yang menewaskan sekitar 4.900 orang sejak pasukan pemerintah menyerbu sebuah masjid yang menjadi tempat persembunyian militan di Islamabad pada Juli 2007.

Kekerasan sektarian meningkat sejak gerilyawan Sunni memperdalam hubungan dengan militan Al-Qaida dan Taliban setelah Pakistan bergabung dalam operasi pimpinan AS untuk menumpas militansi setelah serangan-serangan 11 September 2001 di AS.

Pakistan juga mendapat tekanan internasional yang meningkat agar menumpas kelompok militan di wilayah baratlaut dan zona suku di tengah meningkatnya serangan-serangan lintas-batas gerilyawan terhadap pasukan internasional di Afghanistan.

Para pejabat AS mengobarkan perang dengan pesawat tak berawak terhadap para komandan Taliban dan Al-Qaida di kawasan suku baratlaut, dimana militan bersembunyi di daerah pegunungan yang berada di luar kendali langsung pemerintah Pakistan.

Pasukan Amerika menyatakan, daerah perbatasan itu digunakan kelompok militan sebagai tempat untuk melakukan pelatihan, penyusunan kembali kekuatan dan peluncuran serangan terhadap pasukan koalisi di Afghanistan.

Islamabad mendesak AS mengakhiri serangan-serangan pesawat tak berawak, sementara Washington menuntut Pakistan mengambil tindakan menentukan untuk menumpas jaringan teror.

Sentimen anti-AS tinggi di Pakistan, dan perang terhadap militansi yang dilakukan AS tidak populer di Pakistan karena persepsi bahwa banyak warga sipil tewas akibat serangan pesawat tak berawak yang ditujukan pada militan di sepanjang perbatasan dengan Afghanistan dan penduduk merasa bahwa itu merupakan pelanggaran atas kedaulatan Pakistan.

Pesawat-pesawat tak berawak AS melancarkan puluhan serangan di kawasan suku Pakistan sejak pasukan komando AS membunuh pemimpin Al-Qaida Osama bin Laden dalam operasi rahasia di kota Abbottabad, Pakistan, pada 2 Mei 2011. 


Editor : Jendri Frans Mamahit
Kabul (Fokus/ANTARA News) - Pasukan pimpinan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) tidak boleh menarik diri dari Afghanistan sampai pasukan setempat mampu menjamin keamanan negara itu, kata Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov pada Minggu.

Lavrov kepada saluran berita Tolo televisi setempat menyatakan, tujuan hukum antarbangsa ialah pemerintah Afghanistan harus "memiliki kemampuan menjalankan hukum dan ketertiban sebelum pasukan asing pergi".

"Kehadiran pasukan asing penenang di Afghanistan diamanatkan oleh Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Amanat itu jelas. Mereka harus memenuhi amanat itu sebelum pergi," katanya.

Setelah lebih dari 10 tahun perang, masih sekitar 130.000 tentara dalam Pasukan Bantuan Keamanan Asing (ISAF) pimpinan persekutuan pertahanan Atlantik utara NATO untuk mendukung pemerintah Afghanistan melawan perlawanan Taliban.

Pasukan tempur asing dijadwalkan pergi pada akhir 2014 dan peningkatan upaya dilakukan untuk melatih tentara dan polisi Afghanistan untuk mengambil alih tanggung jawab keamanan negara terkoyak perang itu.

Sementara itu, Washington melakukan perundingan perjanjian kemitraan strategis dengan Kabul dan membahas masalah pangkalan tetap tentara Amerika Serikat di Afghanistan pasca-2014.

Lavrov menyatakan aneh menuntut penarikan pasukan, sementara pada saat sama, Washington dengan Afghanistan membicarakan pembuatan empat atau lima pangkalan tentara untuk pasca-2014.

"Kami ingin memahami alasannya dan mengapa itu diperlukan. Kami pikir itu tidak akan membantu untuk ketenangan di kawasan tersebut," katanya.

Negara adidaya itu menempatkan sekitar 100.000 tentara di Afghanistan untuk menopang pemerintahan Presiden Hamid Karzai dan memerangi Taliban sejak serbuan pimpinannya pada akhir 2001.

Taliban digulingkan dari kekuasaan akibat tidak mau menyerahkan pemimpin Al Qaida Osama bin Ladin, yang dituduh Amerika Serikat mendalangi serangan atas negara adidaya itu dua bulan sebelumnya.

Sejak itu 1.910 tentara Amerika Serikat tewas dalam perang satu dasawarsa tersebut, dengan 2010 menjadi tahun paling mematikan bagi negara itu, yang menelan 499 jiwa tentaranya, dan tahun berikutnya menjadi yang paling mematikan kedua, dengan korban 418 tentara, sementara pada tahun ini, yang baru berjalan dua setengah bulan, 46 tentara Amerika Serikat tewas di sana.

Enampuluh persen dari warga Amerika Serikat meyakini perang di Afghanistan tidak layak biaya dan jumlah hampir sama menganjurkan penarikan dini tentaranya dari negara terkoyak perang itu, kata jajak pendapat pada Maret 2012.

Jajak pendapat oleh ABC News dan "The Washington Post" menunjukkan jumlah yang putus asa hampir dua kali lipat menyatakan perang satu dasawarsa itu makan biaya dan banyak nyawa.

Tentara Amerika Serikat di Afghanistan beberapa waktu belakangan menimbulkan masalah dengan ulah mereka.

Pada pekan kedua Maret, tentara Amerika Serikat membunuh 16 warga, termasuk sembilan anak-anak dan tiga wanita, di propinsi selatan negara itu, Kandahar.

Peristiwa itu terjadi hanya beberapa pekan setelah pembakaran Alquran di markas tentara Amerika Serikat, yang memicu unjukrasa keras benci negara adidaya tersebut, yang menewaskan 40 orang dan menjerumuskan hubungan pasukan asing dengan sekutu Afghanistan mereka ke titik terendah, demikian AFP.


Editor : Jendri Frans Mamahit