FOKUS INTERNATIONAL KEMBALI HADIR UNTUK PARA PEMBACA SEKALIAN

jual beli liberty reserve, jual beli paypal
Tampilkan postingan dengan label Fokus Timteng. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fokus Timteng. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Maret 2012

Kisi KTT Arab di Irak

Baghdad (Fokus/ANTARA News/AFP) - Baghdad akan menjadi tuan rumah KTT Arab pada 27-29 Maret, pertama kalinya pertemuan seperti itu diselenggarakan di Irak dalam lebih dari 20 tahun.

Berikut ini adalah masalah utama yang dihadapi dunia Arab:



- Krisis Suriah

Para pemantau mengatakan bahwa lebih dari 9.100 orang telah tewas dalam upaya penindasan brutal Suriah terhadap pemberontakan terhadap Presiden Bashar al-Assad dan rezimnya.

Pemberontakan dimulai sebagai protes tetapi sekarang telah bergeser ke konflik bersenjata antara pemberontak dan pasukan pro-rezim. Meskipun ada upaya-upaya internasional untuk mengekang

kekerasan, namun tidak menunjukkan tanda-tanda mereda.

Liga Arab memberikan suara pada 12 November untuk menghentikan Suriah, salah satu anggota pendirinya, atas tindakan keras pada perbedaan pendapat, dan telah berusaha untuk menengahi solusi

dengan kerusuhan tersebut.

Emirat Qatar, kerajaan kecil yang kaya saat ini duduk sebagai kepala Komite Liga Arab berurusan dengan peristiwa-peristiwa di Suriah, dan memimpin seruan-seruan untuk intervensi bersenjata dalam konflik di sana.



- Konsekuensi Musim Semi Arab

Para Desember 2010 peristiwa bakar diri pedagang kaki lima Tunisia memicu protes yang memaksa diktator lama berkuasa Tunisia turun dari kekuasaan dan menginspirasi pemberontakan di seluruh dunia Arab yang menggulingkan penguasa otoriter di Mesir, Libya dan Yaman, dan lain-lain yang masih berlangsung seperti di Suriah dan aksi protes secara teratur di Bahrain.

Dunia Arab masih berkutat dengan putusan itu.



- Program nuklir Iran

Ketegangan tinggi atas program nuklir Iran yang kontroversial, yang Teheran tegaskan untuk tujuan sipil, sementara banyak negara Barat menuduh Iran berusaha untuk membuat senjata nuklir.

Iran telah memperingatkan bahwa ia akan menyerang kembali jika terjadi serangan oleh AS atau Israel, dan mengancam akan mengganggu pengiriman pasokan melalui Selat Hormuz, Teluk yang sangat penting untuk pengiriman minyak global.



- Reformasi Liga Arab

Sekretaris Jenderal Nabil al-Arabi telah mengusulkan serangkaian reformasi struktural yang ditujukan untuk memperkuat Liga dan meningkatkan mekanisme pelaksanaan keputusannya.



- Perekonomian di dunia Arab

Negara-negara penghasil minyak terus mendapatkan keuntungan dari tingginya harga minyak, tetapi yang lain menderita krisis ekonomi termasuk dari runtuhnya sektor pariwisata karena protes Arab Musim Semi.

Negara-negara di kawasan ini juga menghadapi masalah yang berkaitan dengan air dan kekurangan makanan.


Editor : Jendri Frans Mamahit

Senin, 26 Maret 2012

Jerusalem (Fokus/ANTARA News/Xinhua-OANA) - Pasukan Pertahanan Israel (IDF) meningkatkan kegiatan untuk menghadapi protes besar-besaran dan kemungkinan upaya penyusupan di sepanjang perbatasannya, sebagai bagian dari pawai "Global March to Jerusalem" pada Jumat (30/3), demikian laporan media setempat, Ahad (25/3).

Persiapan IDF itu dilandasi atas operasi "Summer Seed", yang disiapkan oleh Angkatan Darat guna mengendalikan kerusuhan selama upaya bagi negara Palestina tahun lalu.

Tentara telah dikerahkan di sepanjang perbatasan Israel guna mencegah setiap upaya penyusupan, setelah para pegiat pro-Palestina menyerukan "Global March to Jerusalem" pada Jumat pekan ini.

Seruan itu mendesak para peserta agar berusaha menyerbu ke dalam wilayah Israel dengan kekuatan sederhana, seperti selama peringatan hari Nakba (bencana) dan Naksa (kemunduran) di Palestina, pada 15 Mei dan 5 Juni. Saat itu puluhan pemrotes tewas sewaktu berusaha menyusup ke dalam wilayah Israel dari Suriah dan Lebanon.

Tentara Yahudi juga telah diinstruksikan untuk "tidak menimbulkan bahaya besar", jika perlu, pada pemrotes "guna menghindari letupan lain", kata kantor berita Ynet sebagaimana dikutip Xinhua --yang dipantau ANTARA di Jakarta, Senin pagi.

Ribuan pegiat pro-Palestina tiba di Damaskus, Suriah, Ahad (25/3), untuk mempersiapkan protes tersebut, dan diperkirakan akan ada upaya penyusupan di perbatasan dengan Lebanon serta Suriah --tempat IDF sudah memperkuat pagar pembatas.


Editor : Jendri Frans Mamahit

Barat tinggalkan Libya, Jibril cemas

Brussels (Fokus/ANTARA News/AFP) - Mantan perdana menteri (PM) Libya, Mahmud Jibril, menyatakan prihatin dan kecemasannya berkaitan dengan kebijakan negara Barat meninggalkan Libya pasca-ambruknya pemerintahan Muamar Gaddafi.

"Adalah satu kesalahan fatal meninggalkan Libya," kata Jibril dalam satu forum yang diselenggarakan institut kebijakan publik German Marshall Fund dari Amerika Serikat (AS), Sabtu (24/3)

Ia menimpali, "Ketika pemerintah itu ambruk, negara itu juga ambruk. Ketika rezim itu ambruk, semua orang menghilang."

Jibril mundur Oktober 2011, setelah menjadi perdana menteri sementara di bawah kelompok pemberontak Dewan Transisi Nasional.

Libya, dengan hanya institusi-institusi negara yang dalam persiapan, akan menghadapi periode pasca-konflik yang rumit, dan proklamasi sepihak kemerdekaan para tokoh di Libya timur menimbulkan kembali kekhawatrian terpecahnya negara itu.

Negara-negara Barat juga cemas akan pengaruh kelompok garis keras Islam di Libya.

Kepala urusan luar negeri Uni Eropa (EU) Catherine Ashton, yang menghadiri forum itu tidak sependapat dengan pernyataan Jibril itu, mengatakan bantuan pembangunan "tidak pernah cukup, dan tidak pernah cepat, kami tidak pernah ragu bahwa kami dapat melakukannya dengan dengan lebih baik tetapi komitmen itu sangat diperlukan di sana."


Editor : Jendri Frans Mamahit

HAMAS inginkan bahan bakar dari Mesir

Kota Gaza (Fokus/ANTARA News/Xinhua-OANA) - Gerakan Perlawanan Islam (HAMAS), Sabtu (24/3), menyatakan bahwa mereka ingin memperoleh bahan bakar buat satu-satunya pembangkit listrik di Jalur Gaza dari Mesir, dan bukan dari Israel.

"HAMAS terikat komitmen untuk memasukkan bahan bakar dari Mesir," kata Sami Abu Zuhri, juru bicara HAMAS, yang menguasai Jalur Gaza.

Pada Jumat (23/3), pembangkit listrik tersebut memperoleh 450.000 liter bahan bakar diesel industri dari Israel. Dengan bahan bakar tersebut, Pemerintah Otonomi Palestina (PNA) di Tepi Barat Sungai Jordan mengatakan akan memulai kembali operasi pembangkit listrik itu dalam waktu kurang dari satu pekan.

Abu Zuhri menuduh PNA "menghindari tanggung jawabnya dalam menutup biaya bahan bakar tersebut", demikian laporan Xinhua --yang dipantau ANTARA News di Jakarta, Ahad siang.

HAMAS ingin memperoleh bahan bakar melalui terowongan penyelundupan di bawah perbatasan Jalur Gaza dengan Mesir, dengan begitu harga bahan bakar tersebut jadi lebih murah, kata juru bicara itu.

Ditambahkannya, bahan bakar mesin diesel Israel mahal, dan PNA menuntut pemerintah HAMAS membayar bahan bakar tersebut.

Kekurangan bahan bakar di Sinai Utara dan pembatasan oleh Mesir membuat sulit para penyelundup membeli bahan bakar bersubsidi dan menjualnya kepada HAMAS.


Editor : Jendri Frans Mamahit

Selasa, 20 Maret 2012

Asma Assad: Sayalah Diktator Sesungguhnya

Jakarta ( Fokus/Kompas.com) Asma al-Assad, perempuan kelahiran Inggris yang kini istri Presiden Suriah, mengatakan kepada seorang temannya bahwa dialah "diktator yang sesungguhnya" dalam keluarga itu. Pernyataan itu, yang menunjukkan bahwa Asma punya posisi terhormat di lingkaran dalam rezim Suriah, diperoleh dari sejumlah e-mail yang bocor kepada para aktivis oposisi.

Meski sebelum pemberontakan merebak ia menyatakan punya ambisi untuk meliberasi Suriah, Asma Assad (36) tidak memperlihatkan adanya perasaan waswas terkait aksi kekerasan berdarah rezim suaminya, yang telah menyebabkan korban tewas sekitar 8.000 orang. Korespondensinya dengan Bashar al-Assad, para pembantu suaminya, teman-teman dan keluarganya menggambarkan bahwa perempuan itu sangat mendukung suaminya. Dalam sebuah e-mail ke seorang teman keluarga pada 10 Januari, ia memuji pidato yang disampaikan suaminya prihal menjadi "kuat, tidak ada lagi main-main" kepada rakyat negara itu. Dalam sebuah e-mail yang lain, ia mengeluh bahwa ABC News tidak mengedit secara baik wawancara dengan suaminya.

Pada 17 Januari, ia menyebarkan sebuah e-mail yang berisi lelucon tentang warga Homs, tak lama sebelum sebuah serangan rezim suaminya yang menewaskan ratusan orang. Rakyat kota Homs telah lama menjadi sasaran cemoohan warga Suriah lainnya. Asma menerima sebuah e-mail dari suaminya dengan judul topik, "Mahasiswa yang Meraih Nilai 0% Saat Ujian". E-mail itu berisi salah satu daftar lelucon yang beredar luas di internet dalam bentuk pertanyaan dengan jawaban konyol. Pertanyaan pertama adalah "Dalam pertempuran manakah Napoleon tewas? - Dalam pertempurannya yang terakhir".

Hari berikutnya Asma meneruskan e-mail itu kepada ayah dan dua anggota keluarganya yang lainnya, tetapi judul topiknya diubah menjadi "Seorang Mahasiswa Homs yang Sangat Cerdas!"

Komentar soal "diktator" Asma dibuat dalam nada gurauan saat berkiriman e-mail dengan seorang teman tentang seberapa banyak biasanya pasangan saling memberi perhatian. "Dalam hal mendengarkan, sayalah diktator yang sesungguhnya, ia (Bashar) tidak punya pilihan ...," tulisnya pada 14 Desember. Pemakaian kata "diktator" dalam rujukan terhadap suaminya menunjukkan bahwa Asma tahu bagaimana orang lain menganggap suaminya.

Asma Assad berasal dari lingkungan nyaman dunia kelas menengah Inggris, tempat ia dibesarkan sebagai putri seorang ahli jantung di Acton, London. Ibu tiga anak itu, yang dulu kuliah di universitas di London, berbincang penuh kasih dengan keluarganya, menerima penawaran belanja dari John Lewis, dan berspekulasi tentang peluang liburan ke luar negeri bersama teman-temannya. Namun, sanksi-sanksi internasional memaksa dia untuk berbelanja secara online dengan menggunakan nama samaran dan meminta sejumlah teman untuk mengumpulkan perhiasan dari Paris. Untuk menerima pengiriman furnitur, ia harus menemukan sebuah perusahaan pelayaran yang bersahabat di Dubai.

Hanya sekilas dia tampak menunjukkan ketegangan. Pada 3 Februari, dia menulis ke seorang teman, "Juga bertemu dengan banyak keluarga korban yang rasanya sulit, tetapi juga memberi saya kekuatan (atau membuat saya jadi lebih kuat)."

Akun-akun e-mail itu dihentikan penggunaannya beberapa hari kemudian setelah keluarga Assad sadar bahwa akun-akun tersebut telah diekspos.

Asma, seorang bankir investasi di London sebelum menikah dan beremigrasi pada usia 25 tahun, telah bekerja untuk menjaga hubungan yang terus menciut rezim itu dengan dunia luar. Dia mengupayakan apa yang dia sebut sebuah "aliansi strategis" dengan MTN, raksasa telekomunikasi Pan-Afrika, dan Syrian Development Trust,  yang bahkan sebelum krisis sudah dinilai oleh para pengamat sebagai sebuah lapisan permukaan yang tipis dari reformasi sosial rezim tersebut.

Rangkaian sebanyak 3.000 e-mail itu berasal dari akun-akun pribadi Presiden Bashar dan Asma dan telah diberikan oleh para aktivis oposisi kepada The Daily Telegraph dan sejumlah media lainnya. Meskipun menggunakan nama samaran, identitas Bashar dan Asma tidak diragukan mengingat siapa penerima dan topik e-mail-e-mail tersebut.

Bashar mengasihi istrinya, meskipun dalam inbox di akun e-mail-nya menunjukkan bahwa dia punya hubungan khusus dengan dua pembantu tepercayanya yang merupakan perempuan muda Suriah yang berbasis di Amerika Serikat. Seorang perempuan yang kelihatan berusia 20-an mengirim sebuah foto dirinya dalam pose sangat provokatif. Perempuan itu berdiri menghadap dinding dengan hanya mengenakan lingerie.

Asma tampaknya menyadari bahwa masa pemerintahan empat dekade keluarga Assad bisa segera berakhir. "Jika bersama kita kuat, kita akan mengatasi hal ini bersama .... Saya mencintaimu,"  tulis Asma kepada suaminya pada 28 Desember.

Editor : Jendri Frans Mamahit
Jakarta (Fokus/ANTARA News) - Presiden Republik Islam Iran Mahmoud Ahmadinejad mengatakan tidak ada batasan dalam pengembangan hubungan bilateral antara Indonesia dan Iran.

"Tidak ada batasan dalam pengembangan hubungan bilateral Indonesia dan Iran," ujar Ahmadinejad saat menerima surat-surat kepercayaan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Republik Islam Iran, Dian Wirengjurit di Istana Kepresidenan di Tehran, Ahad.

Dalam siaran pers yang diterima ANTARA, Senin, juga disampaikan Presiden Ahmadinejad menekankan bahwa Indonesia dan Iran memiliki hubungan yang mendalam khususnya di bidang agama, sejarah dan hubungan kemasyarakatan. Hubungan baik tersebut terus diturunkan kepada berbagai generasi selanjutnya.

Selain hubungan bilateral, Ahmadinejad juga mengemukakan kedua negara dapat berperan lebih luas lagi dalam tataran kerjasama regional dan global.

Ahmadinejad berpandangan bahwa konstelasi kerjasama global saat ini hanyalah permainan politik dan telah gagal dalam menegakkan keadilan dan kesetaraan antar negara.

"Saat ini dibutuhkan tata dunia baru yang berkeadilan, menjunjung tinggi kemanusiaan, menghormati seluruh negara dan bangsa serta memberikan ruang partisipasi yang setara bagi seluruh negara dan bangsa," ujar Ahmadinejad.

Terkait hal tersebut, Indonesia dan Iran dipandang dapat berpartisipasi dalam membangun tata dunia baru tersebut.

"Tata dunia tersebut haruslah dibangun dengan dasar semangat keislaman", imbuh dia.

Hubungan Indonesia-Iran terus menujukkan tren positif di berbagai bidang dari tahun ke tahun. Meskipun Iran berada dalam tekanan sanksi internasional, volume perdagangan kedua negara justru menunjukkan peningkatan yang signifikan.

Nilai transaksi perdagangan kedua negara pada 2011 meningkat hingga mencapai 1,856 miliar dolar AS atau meningkat sebesar 51 persen dibanding 2010 yang mencapai 1,229 miliar dolar AS. 


Editor : Jendri Frans Mamahit
Damaskus (Fokus/ANTARA News) - Satu sumber militer Suriah, Senin (19/3), membantah beberapa laporan media dan mencapnya "tak berdasar" bahwa beberapa kapal perang Rusia telah datang ke pantai Suriah dengan membawa staf militer, demikian laporan kantor berita resmi negeri itu, SANA.

"Semua berita tersebut dikeluarkan dalam kerangka kerja kampanye dusta terhadap Suriah oleh sebagian pihak oposisi dan negara yang mendukung mereka guna menutupi seruan bagi campur tangan asing dalam urusan dalam negeri Suriah," kata sumber yang tak disebutkan namanya oleh SANA itu.

Pelabuhan Tartus di Suriah menjadi tempat bagi pangkalan Angkatan Laut Rusia sejak masa Uni Sovyet.

Sementara itu, kerusuhan melonjak secara dramatis selama 48 jam belakangan di Suriah, sejak Sabtu (17/3), sehingga membawa pertempuran antara gerilyawan bersenjata dan tentara pemerintah ke ibu kota negeri tersebut, Damaskus, dan Provinsi Aleppo di bagian utara Suriah. Namun kedua pihak relatif tak terlibat bentrokan di kota besar lain.

Senin pagi (19/3), baku-tembak terjadi antara kelompok bersenjata dan pasukan keamanan di permukiman al-Mazzeh di Damaskus barat, bentrokan pertama di satu wilayah kelas atas di ibu kota Suriah.

SANA melaporkan dua pelaku teror dan seorang personel keamanan tewas dalam bentrokan itu. Ditambahkannya, pasukan keamanan mengungsikan semua warga dari satu bangunan sebelum operasi dilancarkan. Menurut SANA, beberapa bom dan senapan otomatis disita.

"Kami tak bisa tidur semalam, sekitar pukul 00.00 kami mendengar suara bentrokan," kata seorang warga di permukiman tersebut kepada Xinhua --yang dipantau ANTARA di Jakarta, Selasa pagi. Ia menambahkan, "Di daerah itu terdapat satu pusat pertokoan, tempat penampungan orang yang lanjut usia, satu panti yatim-piatu serta beberapa sekolah, jadi ini bukan daerah yang cocok untuk dijadikan sarang ... pelaku teror itu tak mempunyai hati nurani dan akhlak."

Bentrokan yang jarang terjadi di Damaskus tersebut bertepatan dengan bentrokan sengit di Provinsi Deir az-Zour di bagian timur antara beberapa kelompok bersenjata dan pasukan pemerintah. Beberapa ledakan terjadi, kata stasiun radio propemerintah Sham FM.

Pada Ahad (18/3), satu kelompok pelaku teror yang bersenjata meledakkan satu mobil yang dipenuhi peledak di permukiman warga di Aleppo, As-Sulaymaniya, sehingga menewaskan seorang petugas dan seorang perempuan. Pada saat yang bersamaan, satu kelompok pelaku teror bersenjata melepaskan senjata ke arah warga di desa Hassiba di pinggiran provinsi Homs, Suriah tengah, sehingga menewaskan 14 warga sipil termasuk perempuan dan anak-anak, kata SANA.

Pada Sabtu (17/3), dua pembom mobil bunuh diri meledakkan bom di dekat direktorat intelijen penerbangan dan kantor keamanan di Damaskus, sehingga menewaskan 29 warga sipil dan personel keamanan serta melukai 140 orang lain.

Satu bom mobil lagi meledak di kompleks Yarmouk yang menjadi tempat tinggal ribuan orang Palestina di sebelah selatan kota tersebut, kata SANA. 


Editor : Jendri Frans Mamahit
Baghdad (Fokus/ANTARA News) - Irak tidak akan mengundang negara-negara non-Arab untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Liga Arab di Baghdad yang dijadwalkan tanggal 29 Maret mendatang, kata kantor Perdana Menteri Irak Nuri al-Maliki dalam satu pernyataan Minggu.

"Perdana Menteri Nuri al-Maliki menolak gagasan mengundang negara-negara non-Arab untuk menghadiri KTT di Baghdad," kata kantor Maliki mengutip pernyataannya dalam wawancara dengan saluran satelit Irak AFAQ.

"Akan ada undangan untuk organisasi internasional dan regional, tapi kami tidak melihat alasan untuk mengundang negara-negara non-Arab," kata Maliki seperti dikutip dari Kantor Berita Xinhua.

Sebelumnya, Baghdad menyatakan telah menyelesaikan persiapan untuk pertemuan puncak tersebut dan siap menerima para pemimpin Arab.

Irak melihat pertemuan puncak itu sebagai tonggak sejarah yang akan membawa negaranya untuk memainkan peran penting dan positif bagi dunia Arab.


Editor : Jendri Frans Mamahit
Kairo (Fokus/ANTARA News) - Ratusan ribu orang berdesakan untuk melayat jenazah Paus Kristen Ortodoks Koptik Mesir, Shenouda III, menewaskan sedikitnya enam orang dan puluhan orang cedera.

"Hingga hari ketiga melayat, tercatat enam orang meninggal dan lebih 50 orang cedera," kata pihak keamanan Gereja Koptik di Distrik Abbasea, Kairo Timur, Selasa.

Paus Gereja Koptik, yang oleh warga setempat menyapanya, Baba Shenouda, wafat pada Sabtu (17/3) dalam usia 89 tahun.

Sedianya dimakamkan pada Senin, namun ditunda pada Selasa (20/3) atas permintaan umat Koptik di luar negeri seperti Eropa dan Amerika Serikat untuk memberi kesempatan mereka melayat jenazah tokoh kharismatik tersebut.

Ketua Dewan Tertinggi Militer Mesir yang berkuasa, Marsekal Mohamed Hussein Tantawi manyatakan berkabung nasional atas wafatnya Baba Senouda.

Warga Koptik Mesir diberi libur kerja selama tiga hari untuk mengantarkan pemimpin panutan mereka di tempat peristirahatan terakhir.

Perdana Menteri Mesir Kamal Ganzouri turut berbelasungkawa atas wafatnya Baba Shenuda dan menempatkannya sebagai tokoh nasional dan simbol nasionalisme Mesir yang disegani oleh seluruh rakyat Mesir.

Baba Shenouda yang memimpin Gereja Koptik sejak 1971 tersebut lahir di Desa Salam, Provinsi Asiut, pada 3 Agustus 1923.

Sebelum aktif di Gereja, mendiang pernah membina karir di militer dengan pangkat perwira menengah.

Para pemuka Islam setempat menyatakan kehilangan besar atas wafatnya Baba Senouda.

"Wafatnya Baba Shenouda merupakan kehilangan besar bagi Mesir. Namun jasa-jasa baik almarhum selama hidupnya akan menjadi teladan bagi generasi pelanjut," kata Syeikh Agung Al Azhar, Prof Dr Ahmed Al Tayeb.

Syeikh Al Azhar mendorong penguasa negara untuk memberikan gelar pahlawan nasional terhadap Baba Shenouda.

Mufti Nasional Mesir, Ali Goumah, menyebut Shenouda sebagai salah satu simbol pemersatu Mesir, terutama dalam mengikat persaudaraan Kristiani dan Muslim setempat.

Penilaian serupa diutarakan Pemimpin Tertinggi (Mursyid) Ikhwanul Muslimin, Mohamed Badie, yang menilai bahwa kuatnya toleransi beragama di Mesir berkat ketokohan Baba Shenouda III.


Editor : Jendri Frans Mamahit

Senin, 19 Maret 2012

Kairo (Fokus/ANTARA News) - Pemimpin Gereja Kristen Koptik Ortodok Mesir Paus Shenuda III wafat pada Sabtu waktu setempat dalam usia 89 tahun, demikian menurut laporan televisi pemerintah.

Televisi Gereja Koptik menyiarkan gambar Paus dengan kalimat yang bertuliskan "semoga Tuhan menerima beliau disisi-Nya", demikian seperti dilaporkan kantor berita resmi MENA, lapor Xinhua.

Beberapa sumber di gereja menyebutkan kondisi kesehatan Paus semakin menurun pada Sabtu pagi setelah mengalami serangan jantung yang cukup parah. Tim medis kepausan mencoba memulihkan kondisi pemimpin umat Koptik itu namun kemudian beliau wafat.

Gereja Koptik Ortodok mengumumkan masa berkabung nasional menyusul kematian Paus itu, sementara upacara pembacaan doa akan digelar pada Selasa di markas kepausan yang terletak di Distrik Abbassiya di Kairo.

Perdana Menteri Mesir Kamal el-Ganzouri turut berbelasungkawa atas wafatnya Shenuda III, dengan menyebut sang Paus sebagai tokoh nasional dan simbol nasionalisme Mesir, yang dihormati oleh seluruh rakyat Mesir, kata kantor berita MENA.

Organisasi Persaudaraan Muslim, kandidat presiden Amr Moussa dan Ketua Dewan Mufti Mesir Ali Gomaa juga turut berkabung atas meninggalnya Paus Shenuda III itu.


Editor : Jendri Frans Mamahit
Kairo (Fokus/ANTARA News) - Para pemuka Islam Mesir termasuk Syeikh Agung Al Azhar Prof Dr Ahmed Al Tayeb, Pemimpin Tertinggi (Mursyid) Ikhwanul Muslimi Mohamed Badie, dan Mufti Nasional Syeikh Ali Goumah pada Ahad melayat jenazah pemimpin kharismatik Gereja Ortodoks Qoptik, Baba Shenouda III.

Baba Shenouda wafat pada Sabtu (17/3) petang di kediaman resminya di Kompleks Gereja Koptik, Distrik Abbasea, Kairo Timur, dalam usia 89 tahun.

Syeikh Al Azhar memuji peran penting mendiang Shenouda dalam memperkuat toleransi antara minoritas Kristiani dan Muslim di negeri berjulukan Seribu Menara itu.

"Selama memimpin, Baba Shenouda telah banyak berbuat untuk persatuan bangsa Mesir, terutama dalam mengikat persaudaraan antara umat Kristiani dan Muslim di negeri ini," kata Syeikh Tayeb.

Penilaian senada diutarakan Mursyid Ikhwanul Mulimin, Mohamed Badie.

"Baba Shenouda adalam tokoh panutan yang jasa-jasanya akan dikenang sepanjang masa," tutur Badie, pemimpin oposisi utama yang menumbangkan rezim pimpinan Presiden Hosni Mubarak dalam Revolusi 25 Januari.

Mufti Nasional Mesir Syeikh Ali Goumah, menyebut wafatnya Baba Shenouda merupakan kehilangan besar bagi Mesir.

"Mesir kehilangan besar seorang tokoh panutan, namun butir-butir pikiran beliau dalam penyatuan umat akan tetap diteladani," katanya.

Ribuan pelayat umat Koptik dan warga berbagai kalangan memenuhi wilayah gereja sehingga jalan utama dari Ramses dan Abbasea dialihkan ke jalan lain.

Jenazah tokoh panutan itu dijadwalkan akan dimakamkan pada Senin (19/3).

Baba Shenouda yang memimpin Gereja Koptik sejak 1971 itu lahir di Desa Salam, Provinsi Asiut, pada 3 Agustus 1923.

Sebelum aktif di Gereja, mendiang pernah membina karir di militer dengan pangkat perwira menengah.



Editor : Jendri Frans Mamahit
Amman (Fokus/ANTARA News/Xinhua-OANA/AFP) - Yordania pada Sabtu menolak sebagai tak berdasar beberapa laporan yang mengatakan bahwa negaranya telah digunakan sebagai transit oleh para penyelundup senjata Arab Saudi untuk dikirimkan kepada para pemberontak Suriah, kata kantor berita Petra yang dikelola negara.

"Laporan-laporan itu tidak berdasar dan tidak ada perubahan posisi Yordania terhadap Suriah," kata Menteri Komunikasi dan Urusan Media yang juga juru bicara pemerintah Rakan Majali pada Sabtu.

Beberapa laporan media menunjukkan pada Sabtu bahwa para penyelundup di Arab Saudi telah mengirimkan senjata dan peralatan militer melalui rute Yordania kepada Tentara Pembebasan Suriah, yang sebagian besar terdiri dari tentara pembelot yang menentang pemerintah Suriah di bawah rezim Bashar al Assad.

Menurut berita-berita sebelumnya, Arab Saudi telah mengirim peralatan militer ke pemberontak Suriah dalam usaha menghentikan pertumpahan darah oleh pemerintah Presiden Bashar al-Assad, kata seorang diplomat penting Arab, Sabtu.

"Peralatan militer sedang dalam perjalanan menuju Yordania untuk mempersenjatai Tentara Pembebasan Suriah," kata diplomat yang tidak bersedia namanya disebutkan itu kepada AFP.

"Ini adalah prakarsa Arab Saudi untuk menghentikan pembunuhan di Suriah," tambahnya dan mengatakan "rincian lebih jauh akan diumumkan kemudian."

Pengumuman itu muncul dua hari setelah kerajaan itu mengatakan pihaknya akan menutup kedubesnya di Suriah dan menarik semua stafnya.

Pengumuman itu muncul setelah satu pertemuan singkat membicarakan krisis Suriah pekan lalu antara Raja Abdullah dari Yordania dan Raja Arab Saudi di Riyadh.

Tidak ada reaksi resmi mengenai pernyataan itu dari Riyadh dan Amman, yang bulan ini menyerukan solusi diplomatik krisis Suriah, diperkirakan Yordania termasuk di antara yang terkena dampak terburuk akibat konflik itu.

Yordania berbatasan dengan Suriah di utara, tempat lebih dari 65 persen transit perdagangan. Menurut para pejabat lokal, sekitar 80.000 warga Suriah melarikan diri ke kerajaan itu sejak Maret 2011.

Riyadh bersikap keras terhadap pertumpahan darah yang meningkat dan bersama dengan lima mitra Dewan Kkerja Sama Teluk mengusir utusan-utusan Suriah bulan lalu dan menarik para utusan mereka karena "pembunuhan massal" warga sipil itu.

Awal bulan ini, Menlu Arab Saudi Pangeran Saud al-Faisal secara terbuka membela hak oposisi Suriah untuk mempersenjatai dirinya.
Dubai (Fokus/ANTARA News) - Arab Saudi mengirim peralatan militer ke pemberontak Suriah dalam usaha menghentikan pertumpahan darah oleh pemerintah Presiden Bashar al-Assad, kata seorang diplomat penting Arab, Sabtu.

"Peralatan militer sedang dalam perjalanan menuju Jordania untuk mempersenjatai Tentara Pembebasan Suriah," kata diplomat yang tidak bersedia namanya disebutkan itu kepada AFP,

"Ini adalah prakarsa Arab Saudi untuk menghentikan pembunuhan di Suriah," tambahnya dan mengatakan "rincian lebih jauh akan diumumkan kemudian."

Pengumuman itu muncul dua hari setelah kerajaan itu mengatakan pihaknya akan menutup kedubesnya di Suriah dan menarik semua stafnya.

Pengumuman itu setelah satu pertemuan singkat membicarakan krisis Suriah pekan lalu antara Raja Abdullah dari Jordania dan raja Arab Saudi di Riyadh.

Tidak ada reaksi resmi mengenai pernyataan itu dari Riyadh dan Amman, yang bulan ini menyerukan solusi diplomatik krisis Suriah, diperkirakan Jordania termasuk di antara yang terkena dampak terburuk akibat konflik itu.

Jordania berbatasan dengan Suriah di utara, tempat lebih dari 65 persen transit perdagangan. Menurut para pejabat lokal, sekitar 80.000 warga Suriah melarikan diri ke kerajaan itu sejak Maret 2011.

Riyadh bersikap keras terhadap pertumpahan darah yang meningkat dan bersama dengan lima mitra Dewan Kkerja Sama Teluk mengusir utusan-utusan Suriah bulan lalu dan menarik para utusan mereka karena "pembunuhan massal" warga sipil itu.

Awal bulan ini, Menlu Arab Saudi Pangeran Saud al-Faisal secara terbuka membela hak oposisi Suriah untuk mempersenjatai dirinya.

"Adalah hak rakyat Suriah untuk mempersenjatai diri mereka untuk membela diri mereka," katanya.

Raja Abullah juga sebelumnya menyerukan dilakukan "tindakan penting" terhadap pemerintah Suriah, memperingatkan bahwa satu "bencana kemnusiaan" akan segera terjadi.

Pekan lalu,Menteri Informasi Suriah Adnan Mahmoud mengemukakan kepada AFP bahwa Arab Saudi dan Qatar mendukung "geng-geng teroris bersenjata" beroperasi di negara itu karena itu bertanggungjawab atas pertumpahan darah itu.

"Beberapa negara mendukung geng-geng teroris bersenjata seperti Arab Saudi dan Qatar, adalah kakitangan terorisme yang menargetkan rakyat Suriah... dan memikul tanggung jawab atas pertumpahan darah itu," katanya.

Tuduhan-tuduhan itu diulang kembali di televisi pemerintah Suriah, Sabtu setelah dua bom menewaskan setidaknya 27 orang dan mwncedrai hampir 100 orang di Damaskus.

"Arab Saudi mengirim kami teroris-teroris," kata seorang penduduk di daerah yang dihantam ledakan bom itu di stasiun televisi pemerintah.

Setidaknya 9.100 orang, sebagian besar warga sipil tewas sejak pemberontakan menentang Presiden Suriah Bashar al-Assad dimulai Maret 2011, kata satu kelompok hak asasi manusia Observatorium bagi Hak Asasi Manusia Suriah


Editor : Jendri Frans Mamahit

Jumat, 16 Maret 2012

Moskow (Fokus/ANTARA News) - Amerika Serikat meminta Rusia memperingatkan Iran bahwa negara itu memiliki satu peluang terakhir dalam perundingan April untuk menghindari serangan militer menyangkut program nuklirnya, kata satu laporan, Rabu.

Surat kabar Rusia Kommersant Daily mengatakan Menlu AS Hillary Clinton mengemukakan kepada Menlu Rusia Sergei Lavrov bahwa perundingan antara Iran dan sejumlah negara penting adalah satu "peluang terakhir" untuk mnyelesaikan krisis itu.

Hillary meminta rekan Rusianya itu menegaskan ini kepada pihak berwenang Iran" karena Washington tidak memiliki hubungan diplomtik dengan Republik Islam itu, kata surat kabar tersebut.

Perudingan mereka itu diselenggarakan setelah sidang Dewan Keamanan PBB di New York membahas konflik Suriah, tambahnya.

Surat kabar itu mengatakan tanggal pasti dan lokasi perundingan itu belum diputuskan. Menlu Turki Ahmet Davutoglu bulan lalu mengharapkan diskusi-diskusi itu akan dimulai April paling lambat.

Laporan itu tidak merinci lebih jauh mengeai bentuk aksi militer yang Teheran akan hadapi tetapi para diplomat Rusia di PBB yakin itu adalah "soal waktu" kapan Israel akan menyerang Iran.

Israel, serta sekutu utamanya Amerika Serikat, berulang-ulang menolak mengenyampingkan menggunakan kekuatan miiter terhwdap Iran menyangkut program nuklirnya, yang Barat duga bertujuan untuk membuat senjata nuklir, satu tuduhan yang dibantah Teheran.

Rusia selalu memperigatkan bahwa serangan militer terhadap Iran berisiko pada konsekuensi-konsekuensi bencana dan mengatakan krisis itu harus diselesaikan melalui jalur diplomatik.

Tetapi surat kabar itu mengatakan militer Rusia kini berada dalam kesiagaan untuk melindungi negara itu terkena dampak yang menghancurkan dari kemungkinan konflik itu seperti arus pengungsi memasuki negara tetangga Azerbaijan, demikian AFP.


Editor : Jendri Frans Mamahit
Riyadh (Fokus/ANTARA News) - Semua enam negara Teluk Arab akan menutup kedutaan besar mereka di Suriah sebagai protes atas tindakan keras selama setahun di negara itu, kata Kepala Dewan Kerja sama Teluk (GCC) Abdullatif al-Zayani Jumat dinihari.

Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, Oman, Qatar dan Kuwait mengambil Langkah tersebut, karena rezim itu "membantai rakyatnya, memilih opsi militer dan menolak semua inisiatif yang bertujuan mencari solusi untuk krisis," katanya, lapor AFP.

Zayani meminta masyarakat internasional untuk "bertindak segera dan tegas untuk menghentikan pembunuhan dan pembantaian di Suriah serta pelanggaran berat atas martabat dan hak hukum orang Suriah."

Sebelum keputusan kolektif ini, dua negara GCC - Arab Saudi dan Bahrain - telah mengumumkan penutupan misi mereka di Damaskus.

Arab Saudi mengambil langkah itu pada Rabu dan mengumumkan kembali diplomatnya dari Suriah, menyusul hari berikutnya oleh Bahrain.

Arab Saudi, dunia Arab kelas berat, telah bersikap sangat kritis terhadap rezim Suriah. Agustus lalu, pihaknya menarik duta besarnya dari Damaskus dan mengusir duta besar Suriah.

Lima mitranya di GCC melakukan hal yang sama untuk mencela "pembantaian massa" yang dilakukan oleh rezim Suriah.


Editor : Jendri Frans Mamahit
Teheran (Fokus/ANTARA News) - Iran mulai memberikan bantuan kemanusian kepada Suriah dengan pesawat udara sebagai bentuk dukungan terhadap negara itu, ujar Wakil Menteri Luar Negeri Iran bidang Arab dan Afrika Hossein Amir-Abdollahian pada Rabu.

"Setelah dukungan politik, Iran memberikan bantuan pertamanya bagi orang yang dikenai sanksi di negara ini termasuk memberikan obat-obatan yang dikirim melalui udara," ujar dia seperti dikutip dari Kantor Berita Iran, IRNA.

Pejabat itu mengkritik pendekatan paradoks Barat terhadap Damaskus dan memuji perlawanan bangsa dan pemerintah Suriah terhadap pihak oposisi.

"Kami yakin stabilitas, keamanan dan pembangunan akan kembali ke Damaskus, sesuai dengan rencana reformasi yang diusulkan Presiden Suriah Bashar al-Assad," kata dia.

Suriah mengalami kerusuhan sejak pertengahan Maret tahun lalu, bentrokan antara pihak oposisi bersenjata dengan polisi dan penjaga keamanan yang dilaporkan terjadi di seluruh negeri.

Ratusan orang, termasuk pasukan pemerintah tewas setelah aksi protes berubah menjadi bentrokan bersenjata.

Pemerintah menuding kelompok penjahat, penyabot dan teroris bersenjata bertanggung jawab atas banyak korban yang jatuh.


Editor : Jendri Frans Mamahit

Kamis, 19 Januari 2012

Kota Gaza (Fokus/ANTARA News) - Serangan udara Israel di Jalur Gaza utara menewaskan dua warga Palestina dan mencederai satu orang, Rabu, kata seorang juru bicara dinas pelayanan darurat yang dikelola Hamas.

"Kami menemukan satu syuhada dan dua orang yang cedera setelah serangan udara yang dilakukan pesawat pasukan pendudukan di Beit Hanun," kata Adham Abu Selmiya kepada AFP, dengan menyebut korban tewas sebagai Mohammed Abu Awda (23).

Salah satu korban cedera yang berada dalam kondisi kritis tewas kemudian akibat luka-lukanya, dan Selmiya mengidentifikasinya sebagai Khaled al-Zaanin (17).

Serangan Israel itu menghantam sebuah lapangan yang digunakan oleh gerilyawan Hamas di sebelah timur Beit Hanun, kata sumber-sumber keamanan Palestina. Belum ada konfirmasi dari Hamas bahwa korban anggota sayap bersenjata mereka.

Seorang juru bicara militer Israel mengatakan, sasaran serangan itu adalah "sebuah skwadron teroris yang berusaha memasang peledak di dekat pagar keamanan", dalam insiden kedua semacam itu tahun ini.

Ia meyatakan, pesawat Israel dan korps kendaraan lapis baja menembaki skwadron itu dan bom yang akan mereka pasang meledak.

Pada 2011, ada "sekitar 30 insiden semacam itu", tambah juru bicara itu.

Serangan udara Rabu itu merupakan yang pertama pada 2012.

Bulan lalu, delapan orang tewas dalam serangkaian serangan udara Israel, enam diantaranya gerilyawan.

Kekerasan berlangsung di dan sekitar Gaza pada November namun tidak memburuk ke tingkatan seperti yang terjadi pada 29-30 Oktober yang menewaskan 12 gerilyawan Palestina dan seorang warga Israel.

Kelompok-kelompok pejuang Palestina menyatakan, mereka melaksanakan gencatan senjata yang ditengahi Mesir namun akan membalas jika diserang Israel.

Daerah sekitar perbatasan Gaza relatif tenang selama beberapa pekan setelah gelombang kekerasan pasca serangan gerilya 18 Agustus di Israel selatan yang menewaskan delapan orang Israel.

Para pejabat Israel mengatakan, pelaku serangan itu berasal dari Jalur Gaza dan menyeberang ke wilayahnya dekat kota pesisir Laut Merah Eilat melalui Semenanjung Sinai Mesir.

Lima personel keamanan Mesir dan tujuh orang bersenjata juga tewas dalam kekerasan pada hari itu.

Suasana memanas antara Hamas dan Israel sejak serangan lintas-batas itu. Sejumlah orang Palestina tewas dalam gempuran-gempuran udara Israel ke Gaza setelah itu.

Bulan Juli terjadi kenaikan dalam serangan roket dan proyektil lain yang ditembakkan dari Gaza ke Israel, mengakhiri bulan-bulan tenang setelah meletusnya kekerasan pada April ketika sebuah rudal anti-tank menghantam bis sekolah Israel, yang menewaskan seorang remaja.

Israel membalas serangan itu dengan gempuran udara yang menewaskan sedikitnya 19 orang Palestina dalam kekerasan mematikan sejak ofensif 22 hari di Gaza pada Desember 2008 hingga Januari 2009.

Israel meluncurkan perang 22 hari itu dengan dalih untuk menghentikan serangan-serangan roket dan mortir.

Jumlah serangan dari wilayah kantung Palestina itu mengalami penurunan dramatis sejak perang itu, meski sepanjang tahun 2010 hampir 200 roket ditembakkan ke Israel, kata militer.

Jalur Gaza, kawasan pesisir yang padat penduduk, diblokade oleh Israel dan Mesir setelah Hamas berkuasa empat tahun lalu.

Israel menggempur habis-habisan Jalur Gaza dua tahun lalu dengan dalih untuk menghentikan penembakan roket yang hampir setiap hari ke wilayah negara Yahudi tersebut.

Operasi "Cast Lead" Israel itu, yang menewaskan lebih dari 1.400 orang Palestina yang mencakup ratusan warga sipil dan menghancurkan sejumlah besar daerah di jalur pesisir tersebut, diklaim bertujuan mengakhiri penembakan roket dari Gaza. Tiga-belas warga Israel, sepuluh dari mereka prajurit, tewas selama perang itu.

Proses perdamaian Timur Tengah macet sejak konflik itu, dan Jalur Gaza yang dikuasai Hamas masih tetap diblokade oleh Israel.

Kelompok Hamas menguasai Jalur Gaza pada Juni tahun 2007 setelah mengalahkan pasukan Fatah yang setia pada Presiden Palestina Mahmoud Abbas dalam pertempuran mematikan selama beberapa hari.

Sejak itu wilayah pesisir miskin tersebut dibloklade oleh Israel. Palestina pun menjadi dua wilayah kesatuan terpisah -- Jalur Gaza yang dikuasai Hamas dan Tepi Barat yang berada di bawah pemerintahan Abbas. Kini kedua kubu tersebut telah melakukan rekonsiliasi.

Uni Eropa, Israel dan AS memasukkan Hamas ke dalam daftar organisasi teroris.

Roket hantam kedubes Turki di Irak

Baghdad (Fokus/ANTARA News) - Sebuah roket menghantam pagar Kedutaan Besar Turki di Baghdad, Rabu, namun tidak ada yang terluka dalam serangan itu, kata beberapa sumber keamanan Irak dan Turki.

Sedikitnya dua roket ditembakkan dari sebuah kendaraan ke kedutaan itu, yang terletak di Baghdad utara di luar kompleks Zona Hijau yang dijaga sangat ketat, kata seorang pejabat keamanan senior Irak, lapor Reuters.

Senin, Baghdad memanggil duta besar Turki untuk menyampaikan keluhan bahwa komentar-komentar para pejabat Turki sama dengan campur tangan dalam permasalahan dalam negeri Irak.

"Ada dua roket Katyusha. Roket pertama menghantam dinding pengaman kedutaan itu, dan yang kedua menghantam lantai dua sebuah bank berdekatan," kata pejabat keamanan itu.

Satu sumber Turki mengatakan, sedikitnya tiga roket ditembakkan ke arah kedutaan itu, namun hanya satu roket yang menghantam dinding luar dan tidak ada korban.

Penembakan roket ke kedutaan Turki itu terjadi di tengah meningkatnya kekerasan di Irak yang menewaskan puluhan orang tahun ini, beberapa pekan setelah pasukan AS menyelesaikan penarikan dari Irak, meninggalkan tanggung jawab keamanan kepada pasukan Irak.

Serangan-serangan itu juga berlangsung ketika perselisihan antara pemerintah yang dipimpin orang Syiah dan para pemimpin Sunni menyulut ketegangan sektarian.

Perdana Menteri Irak Nuri al-Maliki (Syiah) sejak Desember mengupayakan penangkapan Wakil Presiden Tareq al-Hashemi atas tuduhan terorisme dan berusaha memecat Deputi Perdana Menteri Saleh al-Mutlak. Keduanya adalah pemimpin Sunni.

Para ulama Sunni memperingatkan bahwa Maliki sedang mendorong perpecahan sektarian, dan pemrotes memadati jalan-jalan di Samarra, Ramadi, Baiji dan Qaim, banyak dari mereka membawa spanduk mendukung Hashemi dan mengecam pemerintah.

Para pejabat Irak mengeluarkan surat perintah penangkapan bagi Wakil Presiden Tareq al-Hashemi pada Senin (19/12) setelah mereka memperoleh pengakuan yang mengaitkannya dengan kegiatan teroris.

Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Irak Mayor Jendral Adel Daham mengatakan pada jumpa pers, pengakuan para tersangka yang diidentifikasi sebagai pengawal Hashemi mengaitkan wakil presiden tersebut dengan pembunuhan-pembunuhan dan serangan.

Surat perintah penangkapan itu ditandatangani oleh lima hakim, kata Daham.

Sedikitnya 13 pengawal Hashemi, seorang pemimpin Sunni Arab, ditangkap dalam beberapa pekan terakhir, namun tidak jelas berapa orang yang kini ditahan.

Presiden wilayah otonomi Kurdi Irak Massud Barzani sebelumnya menyerukan perundingan darurat untuk mencegah runtuhnya pemerintah persatuan nasional, dengan memperingatkan bahwa "keadaan sedang mengarah ke krisis yang dalam".

Sabtu, 14 Januari 2012

Lima orang tewas dalam kekerasan di Yaman

Aden (Fokus/ANTARA News/Reuters) - Empat warga sipil dan seorang prajurit tewas dan sepuluh orang cedera dalam penembakan oleh pasukan keamanan di kota pelabuhan Aden, Yaman selatan, Jumat, kata kelompok separatis selatan dan seorang pejabat.

Kekerasan itu terjadi ketika massa berkumpul untuk menuntut pemisahan wilayah selatan.

Seorang pejabat keamanan setempat mengatakan, tiga prajurit yang mencakup seorang letnan termasuk diantara mereka yang cedera pada peringatan yang menandai perjuangan keras bagi kemerdekaan wilayah selatan yang mengarah pada perang saudara dan dimulai di Aden pada 13 Januari 1986.

Massa pada peringatan itu meneriakkan "Revolusi! Revolusi! Oh Selatan!", kata beberapa saksi.

Minggu, kabinet Yaman mengusulkan kekebalan dari hukuman bagi Presiden Ali Abdullah Saleh untuk mempercepat pengunduran dirinya sesuai dengan rencana perdamaian penengahan negara Teluk untuk mengakhiri protes berbulan-bulan yang melumpuhkan negara miskin Arab itu. Pemilihan presiden dijadwalkan berlangsung pada 21 Februari.

Namun, siapa pun pengganti Saleh menghadapi banyak tantangan: pemberontakan di wilayah utara, gerakan separatis selatan dan kelompok sayap Al-Qaeda yang bermarkas di Yaman.

Saleh (69), yang memerintah Yaman selama 33 tahun, menandatangani perjanjian penyerahan kekuasaan yang ditengahi oleh negara-negara Teluk di Riyadh pada 23 November, yang menetapkan ia menyerahkan kekuasaan kepada wakilnya meski ia tetap menjadi presiden kehormatan sampai Februari.

Prakarsa Dewan Kerja Sama Teluk yang bertujuan mengakhiri protes berbulan-bulan itu menetapkan Saleh mengundurkan diri dengan imbalan kekebalan dari tuntutan hukum bagi dirinya dan anggota-anggota keluarganya.

Pada 7 Desember, Wakil Presiden Yaman Abdrabuh Mansur Hadi mengeluarkan sebuah dekrit yang mensahkan pembentukan pemerintah persatuan nasional yang disepakati sesuai dengan perjanjian penengahan Teluk.

Pemerintah baru yang dipimpin oleh Perdana Menteri Mohammed Basindawa akan menjalankan tugas selama tiga bulan, dan setelah itu pemilihan umum dilaksanakan dan Hadi akan secara resmi mengambil alih tugas presiden.

Demonstrasi di Yaman sejak akhir Januari yang menuntut pengunduran diri Saleh telah menewaskan ratusan orang.

Dengan jumlah kematian yang terus meningkat, Saleh, sekutu lama Washington dalam perang melawan Al-Qaida, kehilangan dukungan AS.

Pemerintah AS mengambil bagian dalam upaya-upaya untuk merundingkan pengunduran diri Saleh dan penyerahan kekuasaan sementara, menurut sebuah laporan di New York Times.

Para pejabat AS menganggap posisi Saleh tidak bisa lagi dipertahankan karena protes yang meluas dan ia harus meninggalkan kursi presiden, kata laporan itu.

Meski demikian, Washington memperingatkan bahwa jatuhnya Saleh selaku sekutu utama AS dalam perang melawan Al-Qaida akan menimbulkan "ancaman nyata" bagi AS.

Yaman adalah negara leluhur almarhum pemimpin Al-Qaida Osama bin Laden dan hingga kini masih menghadapi kekerasan separatis di wilayah utara dan selatan.

Yaman Utara dan Yaman Selatan secara resmi bersatu membentuk Republik Yaman pada 1990 namun banyak pihak di wilayah selatan, yang menjadi tempat sebagian besar minyak Yaman, mengatakan bahwa orang utara menggunakan penyatuan itu untuk menguasai sumber-sumber alam dan mendiskriminasi mereka.

Negara-negara Barat, khususnya AS, semakin khawatir atas ancaman ekstrimisme di Yaman, termasuk kegiatan Al-Qaida di Semenanjung Arab (AQAP).

Rabu, 11 Januari 2012

Sanaa (Fokus/ANTARA News/Xinhua-0ANA) - Kantor Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh meminta kedutaan besar Amerika Serikat di Sanaa untuk mengembalikan paspornya, demikian kata para pejabat, pada Selasa, hampir sepekan setelah pemimpin veteran itu menyatakan menunda perjalanan medisnya ke AS.

"Kantor Presiden Saleh meminta kedutaan besar AS di Sanaa untuk mengembalikan paspor presiden dan timnya," kata seorang pejabat di kantor Saleh yang tak bersedia disebut namanya kepada Xinhua.

Perjalanan medis diusulkan oleh Presiden Saleh untuk menyelesaikan pengobatan atas luka yang dideritanya dalam serangan bom di istana presiden pada 3 Juni 2011, yang memaksa ia bersama dengan 87 pejabat lain untuk dirawat di rumah sakit selama berbulan-bulan di Arab Saudi, negeri tetangganya.

Pada Rabu lalu, juru bicara Departemen Luar Negeri AS Victoria Nuland mengatakan bahwa negaranya tidak membuat keputusan apakah mengizinkan Presiden Saleh untuk perawatan medis.

Tanggapan AS membuat marah Presiden Saleh dan para pemimpin partainya, kata salah satu pembantu Saleh.

Keputusan presiden terbaru muncul sehari menjelang sidang yang dijadwalkan parlemen Yaman untuk meluluskan kekebalan hukum bagi Presiden Saleh dan para pembantunya sesuai dengan kesepakatan alih-kekuasaan yang diperantarai Teluk.

Ribuan pengunjuk rasa di Sanaa berikrar untuk berpawai ke gedung parlemen pada Rabu untuk memprotes hukum yang kontroversial itu dan permintaan menuntut Presiden Saleh dan para pembantunya.