Moskow (Fokus/ANTARA News) - Rusia Selasa memperingatkan bahwa Iran tidak akan punya opsi kecuali memproduksi senjata-senjata nuklir jika berada dalam ancaman serangan dari Amerika Serikat atau Israel menyangkut program nuklirnya yang dipertikaikan itu.
"CIA dan para pejabat AS lainnya mengaku mereka kini tidak memiliki informasi tentang keputusan politik yang diambil para pemimpin Iran untuk memproduksi senjata-senjata nuklir," kata Menteri Luar negeri Rusia Sergei Lavrov kepada radio Kommersant FM, lapor AFP.
"Tetapi saya yakin satu keputusan seperti itu tentu akan dibuat setelah serangan-serangan terhadap Iran," kata Lavrov.
Wawancara yang disiarkan segera setelah pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei memperingatkan bahwa negaranya siap melancarkan serangan balasan terhadap AS atau Israel " pada tingkat yang sama seperti serangan mereka terhadap kita".
Moskow memiliki hubungan militer dan komersial dengan Teheran dan mendukung empat babak sanksi Dewan Keamanan PBB terhadap usaha Iran yang dicurigai untuk membuat senjata nuklir.
Lavrov menyatakan Rusia tidak membela satu sekutu tetapi berusaha menghindari konflik lebih luas atau kemungkinan perlombaan senjata nuklir melanda kawasan itu.
Ia juga mengecam keras Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad karena berulang-ulang mengancam akan menghancurkan Israel musuh bebuyutan negaranya.
"Ini sama sekali tidak dapat diterima... dan kami mengecam keras itu," kata Lavrov. "Ini tidak beradab dan tidak berguna dilakukan oleh dari satu negara seperti Iran."
Editor : Jendri Frans Mamahit
-
""Timur Tengah adalah tong mesiu, dan sumbu semakin pendek," kata Bashar kepada koresponden surat kabar itu di Damaskus, dalam sebuah wawancara langka dengan media Barat. -
""Tak seorang pun di seluruh dunia yang boleh membuka gereja itu kecuali aku," katanya seperti dilaporkan Time edisi 31 Juli 2006. -
""Kita telah mengatakan bahwa kita tidak memiliki senjata-senjata atom dan kita tidak akan membangunnya. Tetapi jika ada serangan oleh musuh-musuh, apakah Amerika Serikat atau rezim Zionis, kita akan membalas menyerang mereka pada tingkat yang sama seperti serangan mereka terhadap kami," katanya dalam pidato yang disiarkan langsung televisi untuk memperingati dimulainya tahun baru Iran. -
"Tidak ada batasan dalam pengembangan hubungan bilateral Indonesia dan Iran," ujar Ahmadinejad saat menerima surat-surat kepercayaan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Republik Islam Iran, Dian Wirengjurit di Istana Kepresidenan di Tehran, Ahad. -
"Anda dapat bertanya kepada Presiden Obama, dan jika terpilih, dia akan menjawabnya secara pribadi," kata pernyataan Kedutaan AS seperti dikutip Kantor Berita Yonhap pada Senin.
Tampilkan postingan dengan label Fokus Iran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fokus Iran. Tampilkan semua postingan
Rabu, 21 Maret 2012
Senin, 19 Maret 2012
Irak tolak digunakan Iran untuk jalur senjata ke Suriah
Diposting oleh
BunakenNews
di
08.52
Baghdad (Fokus/ANTARA News) - Irak menyatakan tak bersedia wilayahnya dilintasi untuk pengiriman senjata ke Suriah.
Juru bicara pemerintah Ali al-Dabbagh, Sabtu.mengatakan bahwa Baghdad telah memberitahu Teheran melalui Duta Besar Iran, "Bahwa Irak tidak akan mengizinkan penggunaan daerah udaranya atau wilayah perbatasannya bagi pengiriman kargo senjata ke Suriah," kata Dabbagh satu pernyataan seperti dikutip AFP.
"Tidak ada kargo senjata atau amunisi datang dari pihak manapun atau negara diizinkan melewati wilayah udara atau perbatasan Irak, dan tidak ada petempur dari pihak manapun akan diizinkan lewat menuju Suriah," tambahnya.
Pada Jumat Amerika Serikat mengatakan pihaknya khawatir tentang pesawat-pesawat kargo Iran melewati Irak menuju Suriah, dengan mengatakan pihaknya memperingatkan Irak pesawat-pesawat itu mungkin mengangkut senjata yang dapat digunakan Damaskus untuk menumpas aksi protes.
Editor : Jendri Frans Mamahit
Juru bicara pemerintah Ali al-Dabbagh, Sabtu.mengatakan bahwa Baghdad telah memberitahu Teheran melalui Duta Besar Iran, "Bahwa Irak tidak akan mengizinkan penggunaan daerah udaranya atau wilayah perbatasannya bagi pengiriman kargo senjata ke Suriah," kata Dabbagh satu pernyataan seperti dikutip AFP.
"Tidak ada kargo senjata atau amunisi datang dari pihak manapun atau negara diizinkan melewati wilayah udara atau perbatasan Irak, dan tidak ada petempur dari pihak manapun akan diizinkan lewat menuju Suriah," tambahnya.
Pada Jumat Amerika Serikat mengatakan pihaknya khawatir tentang pesawat-pesawat kargo Iran melewati Irak menuju Suriah, dengan mengatakan pihaknya memperingatkan Irak pesawat-pesawat itu mungkin mengangkut senjata yang dapat digunakan Damaskus untuk menumpas aksi protes.
Editor : Jendri Frans Mamahit
Kamis, 16 Februari 2012
Iran akan pasang bahan bakar reaktor nuklir
Diposting oleh
BunakenNews
di
09.25
Teheran (Fokus/ANTARA News) - Iran akan memasukan batang nuklir produksi dalam negeri pertama ke reaktor penelitian di Teheran pada Rabu, kata pejabat tinggi Iran, Selasa.
"Karena negara Barat tidak mau menolong kami, maka kami mulai memperkaya uranium hingga 20 persen untuk membuat batang bahan bakar nuklir," kata Deputi Kepala Dewan Keamanan Nasional Iran, Ali Bagheri, dalam wawancara di Teheran.
Menurut dia, batang nuklir tersebut -- yang pertama dibuat oleh ahli nuklir Iran -- akan dimasukan pada Rabu ke Reaktor Penelitian di Teheran dan rencananya dihadiri Presiden Iran Mahmud Ahmadinejad.
Pemasukan batang nuklir buatan lokal tersebut akan menandakan langkah Iran ke depan yang penting tentang program nuklir, kata sejumlah pakar, demikian RIA Novosti -oANAN melaporkan.
Bagheri juga menegaskan instalasi nuklir Fordo di bagian utara Iran telah beroperasi.
"Instalasi tersebut beroperasi di bawah pengawasan Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA)," kata Bagheri di ruang pertemuan Dewan Keamanan Nasional Iran.
IAEA juga telah menjelaskan pada Januari bahwa Iran telah memproduksi pengayaan uranium hingga 20 persen di instalasi Fordo yang berada di bawah tanah dan dijaga ketat.
Ahmadinejad pada akhir pekan lalu mengatakan Iran akan memberikan pengumuman "penting" mengenai program nuklirnya pada pekan ini. Sementara sejumlah media di Teheran menjelaskan Ahmadinejad akan mengumumkan "pencapaian nuklir" baru pada Rabu.
Iran mengatakan program nuklirnya dibatasi hanya untuk menghasilkan tenaga atom damai yang dikatakannya sebagai hak dasar seluruh negara.
Sejumlah negara Barat dan Israel telah menuduh Teheran secara sembunyi-sembunyi membuat senjata nuklir namun hal itu dibantah keras oleh Iran.
Bagheri juga mengatakan jawaban Iran terhadap surat baru-baru ini dari Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Catherine Ashton akan dikirimkan pada "Selasa atau Rabu".
Dia menambahkan surat tersebut berisi pengajuan jadwal untuk perundingan baru dengan para negara digdaya mengenai program nuklir Iran beserta tanggal dan tempat perundingan tersebut.
Surat yang dikirim Ashton pada Oktober 2011 berisi "masyarakat internasional" siap untuk kembali ke dalam perundingan dengan Teheran mengenai program nuklir jika Iran setuju berdiskusi tanpa syarat. Namun Iran telah menolak merundingkan pengayaan uranium.
Tetapi Bagheri mengatakan Iran "tidak memberikan syarat" untuk perundingan. Iran telah menolak membicarakan pengayaan uranium namun negara Barat menegaskan tidak ada hal yang penting dalam perundingan tersebut jika agenda itu --pengayaan uranium-- tidak dimasukan.
Ahmadinejad dan sejumlah pejabat tinggi Iran mengatakan mereka siap untuk kembali ke dalam perundingan internasional mengenai program nuklir yang dibuat Iran dan diperlakukan dengan hormat.
Selain itu Iran baru-baru ini mengancam akan menutup Selat Hormuz yang strategis dan menjadi jalur pelayaran internasional yang penting dan terbatas.
Pada Selasa sekelompok kapal induk Amerika Serikat berlayar melalui Selat Hormuz dan dikawal oleh sejumlah kapal perang Iran, demikian lapor media AS.
Ketegangan di kawasan karena kegiatan nuklir Iran meningkat pada beberapa bulan terakhir setelah adanya perkiraan bahwa Israel mungkin menyiapkan penyerangan kepada instalasi nuklir milik Iran karena negara Zionis itu menganggap Iran mengancam keamanan negaranya.
Rusia telah membantu pembangunan reaktor nuklir pertama Iran di Bushehr. Seperti negara Barat, pemerintah Moskow mengatakan tidak menginginkan Iran memiliki senjata nuklir.
Namun Rusia tidak menemukan bukti bahwa Iran berkeinginan untuk membuat persenjataan nuklir.
"Karena negara Barat tidak mau menolong kami, maka kami mulai memperkaya uranium hingga 20 persen untuk membuat batang bahan bakar nuklir," kata Deputi Kepala Dewan Keamanan Nasional Iran, Ali Bagheri, dalam wawancara di Teheran.
Menurut dia, batang nuklir tersebut -- yang pertama dibuat oleh ahli nuklir Iran -- akan dimasukan pada Rabu ke Reaktor Penelitian di Teheran dan rencananya dihadiri Presiden Iran Mahmud Ahmadinejad.
Pemasukan batang nuklir buatan lokal tersebut akan menandakan langkah Iran ke depan yang penting tentang program nuklir, kata sejumlah pakar, demikian RIA Novosti -oANAN melaporkan.
Bagheri juga menegaskan instalasi nuklir Fordo di bagian utara Iran telah beroperasi.
"Instalasi tersebut beroperasi di bawah pengawasan Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA)," kata Bagheri di ruang pertemuan Dewan Keamanan Nasional Iran.
IAEA juga telah menjelaskan pada Januari bahwa Iran telah memproduksi pengayaan uranium hingga 20 persen di instalasi Fordo yang berada di bawah tanah dan dijaga ketat.
Ahmadinejad pada akhir pekan lalu mengatakan Iran akan memberikan pengumuman "penting" mengenai program nuklirnya pada pekan ini. Sementara sejumlah media di Teheran menjelaskan Ahmadinejad akan mengumumkan "pencapaian nuklir" baru pada Rabu.
Iran mengatakan program nuklirnya dibatasi hanya untuk menghasilkan tenaga atom damai yang dikatakannya sebagai hak dasar seluruh negara.
Sejumlah negara Barat dan Israel telah menuduh Teheran secara sembunyi-sembunyi membuat senjata nuklir namun hal itu dibantah keras oleh Iran.
Bagheri juga mengatakan jawaban Iran terhadap surat baru-baru ini dari Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Catherine Ashton akan dikirimkan pada "Selasa atau Rabu".
Dia menambahkan surat tersebut berisi pengajuan jadwal untuk perundingan baru dengan para negara digdaya mengenai program nuklir Iran beserta tanggal dan tempat perundingan tersebut.
Surat yang dikirim Ashton pada Oktober 2011 berisi "masyarakat internasional" siap untuk kembali ke dalam perundingan dengan Teheran mengenai program nuklir jika Iran setuju berdiskusi tanpa syarat. Namun Iran telah menolak merundingkan pengayaan uranium.
Tetapi Bagheri mengatakan Iran "tidak memberikan syarat" untuk perundingan. Iran telah menolak membicarakan pengayaan uranium namun negara Barat menegaskan tidak ada hal yang penting dalam perundingan tersebut jika agenda itu --pengayaan uranium-- tidak dimasukan.
Ahmadinejad dan sejumlah pejabat tinggi Iran mengatakan mereka siap untuk kembali ke dalam perundingan internasional mengenai program nuklir yang dibuat Iran dan diperlakukan dengan hormat.
Selain itu Iran baru-baru ini mengancam akan menutup Selat Hormuz yang strategis dan menjadi jalur pelayaran internasional yang penting dan terbatas.
Pada Selasa sekelompok kapal induk Amerika Serikat berlayar melalui Selat Hormuz dan dikawal oleh sejumlah kapal perang Iran, demikian lapor media AS.
Ketegangan di kawasan karena kegiatan nuklir Iran meningkat pada beberapa bulan terakhir setelah adanya perkiraan bahwa Israel mungkin menyiapkan penyerangan kepada instalasi nuklir milik Iran karena negara Zionis itu menganggap Iran mengancam keamanan negaranya.
Rusia telah membantu pembangunan reaktor nuklir pertama Iran di Bushehr. Seperti negara Barat, pemerintah Moskow mengatakan tidak menginginkan Iran memiliki senjata nuklir.
Namun Rusia tidak menemukan bukti bahwa Iran berkeinginan untuk membuat persenjataan nuklir.
Rabu, 15 Februari 2012
Iran bantah tuduhan serang kedutaan Israel
Diposting oleh
BunakenNews
di
10.59
Teheran (Fokus/ANTARA News) - Iran pada Senin membantah tuduhan Israel bahwa negara itu berada di belakang serangan terhadap petugas kedutaan Israel di Georgia dan India, kata televisi Al-Alam mengutip keterangan juru bicara kementerian luar negeri.
"Kami tegas menolak tuduhan rezim Zionis itu. Itu bagian dari perang propaganda," kata Ramin Mehmanparast seperti dikutip saluran berbahasa Arab itu, lapor AFP.
"Iran mengutuk semua tindakan terorisme," tambahnya.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyalahkan Iran atas serangan melukai sedikit-dikitnya dua orang itu, salah satunya wanita Israel.
"Iran berada di belakang serangan itu. Negara tersebut adalah pengirim terbesar teror di dunia," kata Netanyahu kepada anggota partai sayap kanannya, Likud.
Pemimpin Israel itu menyatakan sejumlah upaya menyakiti orang Israel dan Yahudi dalam beberapa bulan belakangan, seperti, di Thailand dan Azerbaijan, dalam serangkaian serangan digalang oleh Teheran dan pejuang Syiah Libanon Hizbullah.
"Dalam semua kejadian itu, pelakunya orang Iran dan anak didik Hizbullah," katanya.
Israel akan terus bertindak tegas membasmi "teror antarbangsa dari Iran", katanya.
Pada Senin, sebuah mobil di luar kedutaan Israel di New Delhi meledak, melukai dua orang, salah satunya wanita Israel, kata Netanyahu.
Secara terpisah, kementerian dalam negeri Georgia memastikan bahwa polisi di ibukota Tbilisi menjinakkan peledak di mobil petugas kedutaan Israel.
Mehmanparast menyatakan Iran juga menjadi korban teroris, dengan menambahkan bahwa rezim Zionis itulah yang berasas terorisme negara dan pendudukan dalam merujuk pada wilayah Palestina, yang diduduki Israel.
Belum ada pernyataan bertanggung jawab atas serangan di New Delhi atau percobaan bom mobil di Tblisi.
Serangan itu terjadi di antara peringatan kematian dua pejuang utama Hizbullah, yang memicu peringatan perjalanan tahunan dari Israel dan memicu kecurigaan bahwa itu bisa jadi karya gerilyawan tersebut, yang berhubungan dekat dengan Iran.
Juru bicara kedutaan Israel di New Delhi David Goldfarb menyatakan tidak tahu bagaimana itu terjadi.
Polisi India mengepung daerah di sekitar mobil itu dan penyelidik berada di sana.
"Kami memeriksa barang di tempat itu dan belum mendapatkan laporan ahli, sehingga belum dapat mengatakan bagaimana ledakan itu terjadi," kata juru bicara polisi New Delhi Rajan Bhagat kepada kantor berita Prancis AFP.
Bhagat menyatakan tak ada rincian tentang keadaan dua orang luka itu, tapi laporan televisi menyebutkan bahwa salah satu berada dalam keadaan gawat.
Gambar di televisi NDTV menunjukkan api membakar habis kendaraan itu sesudah ledakan terjadi.
Pemerintah India kemudian memerintahkan pengetatan keamanan di kantor diplomatik, terutama milik Israel, Amerika Serikat dan negara Barat lain, kata kantor berita Press Trust of India.
Juru bicara kementerian luar negeri Israel Yigal Palmor kepada AFP menyatakan Israel bekerja sama dengan penegak hukum setempat di New Delhi dan Tbilisi.
Pusat Yahudi kelolaan Lubavitch, gerakan ultra-ortodoks, menjadi salah satu sasaran serangan pada November 2008 di Mumbai, yang India sebut pelakunya Lashkar-e-Taiba, yang bermarkas Pakistan. Sepuluh orang bersenjata menewaskan sedikit-dikitnya 188 orang.
Serangan pejuang terkini di New Delhi terjadi pada September 2011, ketika bom di luar pengadilan tinggi menewaskan 14 orang, dalam serangkaian ledakan mengguncang kepercayaan umum atas kemampuan kontra-teror pemerintah India.
"Kami tegas menolak tuduhan rezim Zionis itu. Itu bagian dari perang propaganda," kata Ramin Mehmanparast seperti dikutip saluran berbahasa Arab itu, lapor AFP.
"Iran mengutuk semua tindakan terorisme," tambahnya.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyalahkan Iran atas serangan melukai sedikit-dikitnya dua orang itu, salah satunya wanita Israel.
"Iran berada di belakang serangan itu. Negara tersebut adalah pengirim terbesar teror di dunia," kata Netanyahu kepada anggota partai sayap kanannya, Likud.
Pemimpin Israel itu menyatakan sejumlah upaya menyakiti orang Israel dan Yahudi dalam beberapa bulan belakangan, seperti, di Thailand dan Azerbaijan, dalam serangkaian serangan digalang oleh Teheran dan pejuang Syiah Libanon Hizbullah.
"Dalam semua kejadian itu, pelakunya orang Iran dan anak didik Hizbullah," katanya.
Israel akan terus bertindak tegas membasmi "teror antarbangsa dari Iran", katanya.
Pada Senin, sebuah mobil di luar kedutaan Israel di New Delhi meledak, melukai dua orang, salah satunya wanita Israel, kata Netanyahu.
Secara terpisah, kementerian dalam negeri Georgia memastikan bahwa polisi di ibukota Tbilisi menjinakkan peledak di mobil petugas kedutaan Israel.
Mehmanparast menyatakan Iran juga menjadi korban teroris, dengan menambahkan bahwa rezim Zionis itulah yang berasas terorisme negara dan pendudukan dalam merujuk pada wilayah Palestina, yang diduduki Israel.
Belum ada pernyataan bertanggung jawab atas serangan di New Delhi atau percobaan bom mobil di Tblisi.
Serangan itu terjadi di antara peringatan kematian dua pejuang utama Hizbullah, yang memicu peringatan perjalanan tahunan dari Israel dan memicu kecurigaan bahwa itu bisa jadi karya gerilyawan tersebut, yang berhubungan dekat dengan Iran.
Juru bicara kedutaan Israel di New Delhi David Goldfarb menyatakan tidak tahu bagaimana itu terjadi.
Polisi India mengepung daerah di sekitar mobil itu dan penyelidik berada di sana.
"Kami memeriksa barang di tempat itu dan belum mendapatkan laporan ahli, sehingga belum dapat mengatakan bagaimana ledakan itu terjadi," kata juru bicara polisi New Delhi Rajan Bhagat kepada kantor berita Prancis AFP.
Bhagat menyatakan tak ada rincian tentang keadaan dua orang luka itu, tapi laporan televisi menyebutkan bahwa salah satu berada dalam keadaan gawat.
Gambar di televisi NDTV menunjukkan api membakar habis kendaraan itu sesudah ledakan terjadi.
Pemerintah India kemudian memerintahkan pengetatan keamanan di kantor diplomatik, terutama milik Israel, Amerika Serikat dan negara Barat lain, kata kantor berita Press Trust of India.
Juru bicara kementerian luar negeri Israel Yigal Palmor kepada AFP menyatakan Israel bekerja sama dengan penegak hukum setempat di New Delhi dan Tbilisi.
Pusat Yahudi kelolaan Lubavitch, gerakan ultra-ortodoks, menjadi salah satu sasaran serangan pada November 2008 di Mumbai, yang India sebut pelakunya Lashkar-e-Taiba, yang bermarkas Pakistan. Sepuluh orang bersenjata menewaskan sedikit-dikitnya 188 orang.
Serangan pejuang terkini di New Delhi terjadi pada September 2011, ketika bom di luar pengadilan tinggi menewaskan 14 orang, dalam serangkaian ledakan mengguncang kepercayaan umum atas kemampuan kontra-teror pemerintah India.
Kamis, 19 Januari 2012
Rusia: serangan terhadap Iran akan timbulkan malapetaka
Diposting oleh
BunakenNews
di
09.10
Moskow (Fokus/ANTARA News/AFP) - Rusia, Rabu memperingatkan bahwa serangan militer terhadap Iran merupakan satu "malapetaka" dengan konsekuensi sangat hebat yang berisiko meningkatkan ketegangan antara kelompok Sunni dan Syiah.
"Jika peluang-peluang malapetaka ini terjadi, anda harus menanyakan pada mereka yang secara tetap menyebut itu sebagai satu opsi yang ada di meja," kata Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov ketika ditanya peluang-peluang aksi militer.
Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak sebelumnya di Jerusalem Rabu bahwa negaranya tidak dekat untuk memutuskan menyerang Iran dan memperkirakan satu opsi militer tetap "jauh sekali".
Lavrov memperingatkan akan konsekuensi-konsekuensi sangat besar dari serangan yang ia peringatkan akan memicu krisis pengungsi regional dan menimbulkan ketegangan antar-masyarakat di kawasan itu.
"Saya tidak meragukan pada kenyataan bahwa itu hanya akan meningkatkan konflik Syiah-Sunni yang masih membara. Dan saya tidak tahu di mana reaksi berantai itu akan berahir.
Ia menambahkan bahwa sanksi-sanksi hukuman yang bertujuan untuk memperoleh Iran lebih transparansi telah melelahkan "mereka sendiri dan hanya merusak peluang-peluang perdamaian.
Sanksi-sanksi sepihak tambahan terhadap Iran berpengaruh pada usaha untuk meyakinkan komitmen pemerintah itu pada larangan penyebaran nuklir," kata Lavrov kepada wartawan dalam satu taklimat tahunan menjelaskan pandangan kebijakan luar negeri Rusia.
Komentarnya itu diucapkan ketika para diplomat Uni Eropa mendekati embargo penuh minyak pada Juli yang membuat negara negara-negara seperti Italia yang sangat tergantung pada pasokan minyak Iran dapat menyesuaikan diri.
Lavrov mengatakan Rusia yakin Iran siap bekerja sama lebih dekat dengan para pemeriksa dari badan tenaga atom internasional (IAEA) dan siap bagi "perudingan-perundingan serius" dengan Barat.
Ia juga mengisyaratkan bahwa Eropa dan Amerika Serikat memberlakukan tindakan-tindakan mereka dengan tujuan khusus menghambat perundingan-perundingan putaran baru.
"Iran sekarang menunggu satu delegasi IAEA agar mereka dapat membicarakan masalah-masalah yang serius. Jadi sanksi-sanksi yang kini diberlakukan Uni Eropa dapat menyulitkan perbaikan suasana atau membuat perundingan-perundingan produktif," kata Lavrov.
"Semua kemungkinan sanksi yang dapat mempengaruhi sikap Iran dalam bidang nuklir atau kerja samanya dengan IAEA melelahkan," kata Lavrov.
"Jika peluang-peluang malapetaka ini terjadi, anda harus menanyakan pada mereka yang secara tetap menyebut itu sebagai satu opsi yang ada di meja," kata Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov ketika ditanya peluang-peluang aksi militer.
Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak sebelumnya di Jerusalem Rabu bahwa negaranya tidak dekat untuk memutuskan menyerang Iran dan memperkirakan satu opsi militer tetap "jauh sekali".
Lavrov memperingatkan akan konsekuensi-konsekuensi sangat besar dari serangan yang ia peringatkan akan memicu krisis pengungsi regional dan menimbulkan ketegangan antar-masyarakat di kawasan itu.
"Saya tidak meragukan pada kenyataan bahwa itu hanya akan meningkatkan konflik Syiah-Sunni yang masih membara. Dan saya tidak tahu di mana reaksi berantai itu akan berahir.
Ia menambahkan bahwa sanksi-sanksi hukuman yang bertujuan untuk memperoleh Iran lebih transparansi telah melelahkan "mereka sendiri dan hanya merusak peluang-peluang perdamaian.
Sanksi-sanksi sepihak tambahan terhadap Iran berpengaruh pada usaha untuk meyakinkan komitmen pemerintah itu pada larangan penyebaran nuklir," kata Lavrov kepada wartawan dalam satu taklimat tahunan menjelaskan pandangan kebijakan luar negeri Rusia.
Komentarnya itu diucapkan ketika para diplomat Uni Eropa mendekati embargo penuh minyak pada Juli yang membuat negara negara-negara seperti Italia yang sangat tergantung pada pasokan minyak Iran dapat menyesuaikan diri.
Lavrov mengatakan Rusia yakin Iran siap bekerja sama lebih dekat dengan para pemeriksa dari badan tenaga atom internasional (IAEA) dan siap bagi "perudingan-perundingan serius" dengan Barat.
Ia juga mengisyaratkan bahwa Eropa dan Amerika Serikat memberlakukan tindakan-tindakan mereka dengan tujuan khusus menghambat perundingan-perundingan putaran baru.
"Iran sekarang menunggu satu delegasi IAEA agar mereka dapat membicarakan masalah-masalah yang serius. Jadi sanksi-sanksi yang kini diberlakukan Uni Eropa dapat menyulitkan perbaikan suasana atau membuat perundingan-perundingan produktif," kata Lavrov.
"Semua kemungkinan sanksi yang dapat mempengaruhi sikap Iran dalam bidang nuklir atau kerja samanya dengan IAEA melelahkan," kata Lavrov.
Embargo Eropa atas minyak Iran, tindakan bunuh diri ekonomi
Diposting oleh
BunakenNews
di
09.08
Teheran (Fokus/ANTARA News/Xinhua-OANA) - Gubernur OPEC dari Iran Mohammad-Ali Khatibi, Selasa (17/1), mengatakan embargo yang mungkin dilakukan Uni Eropa atas minyak Iran adalah bunuh diri ekonomi bagi Eropa, demikian laporan media satelit lokal Press TV.
"Melaksanakan skenario melarang ekspor minyak Iran ke negara anggota Uni Eropa tak diragukan menjadi bunuh diri ekonomi bagi semua negara di wilayah itu," kata Khatibi sebagaimana dikutip.
"Negara Eropa dan AS mesti menghindari petualangan di pasar minyak dunia," katanya.
Negara Uni Eropa seperti Yunani, Italia dan Spanyol, masing-masing, mengimpor sebanyak 25 persen, 14 persen dan 10 minyak mereka dari Iran.
Pada Selasa, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Ramin Mehmanparast mengatakan negara Eropa tak siap untuk menjatuhkan sanksi atas minyak Iran. Mereka bahkan telah mengumumkan rencana untuk memberlakukan sanksi cuma selama tiga bulan atau menunda upaya tersebut selama satu tahun lagi, katanya.
Juru bicara Iran itu mengatakan masyarakat di negara Eropa berharap para pejabat mereka akan mensahkan kebijakan yang terpisah dari Amerika Serikat dan mendukung kepentingan nasional mereka sendiri, demikian laporan tersebut.
Masalah yang berkaitan dengan pelaksanaan sanksi terhadap sektor minyak Iran dimaksudkan untuk melancarkan perang urang syaraf terhadap Republik Islam itu, kata Mehmanparast sebagaimana dikutip Xinhua --yang dipantau ANTARA News, di Jakarta, Rabu pagi.
Setelah satu laporkan dikeluarkan oleh Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) mengenai program nuklir Iran pada November 2011, Amerika Serikat, Inggris dan Kanada mengumumkan sanksi baru terhadap Teheran dan masih berusaha memberlakukan embargo atas ekspor minyak mentah Iran.
Negara Barat menduga program nuklir Iran mungkin memiliki dimensi militer, tapi Teheran membantah pernyataan tersebut dan berkeras program nuklirnya bertujuan damai.
"Melaksanakan skenario melarang ekspor minyak Iran ke negara anggota Uni Eropa tak diragukan menjadi bunuh diri ekonomi bagi semua negara di wilayah itu," kata Khatibi sebagaimana dikutip.
"Negara Eropa dan AS mesti menghindari petualangan di pasar minyak dunia," katanya.
Negara Uni Eropa seperti Yunani, Italia dan Spanyol, masing-masing, mengimpor sebanyak 25 persen, 14 persen dan 10 minyak mereka dari Iran.
Pada Selasa, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Ramin Mehmanparast mengatakan negara Eropa tak siap untuk menjatuhkan sanksi atas minyak Iran. Mereka bahkan telah mengumumkan rencana untuk memberlakukan sanksi cuma selama tiga bulan atau menunda upaya tersebut selama satu tahun lagi, katanya.
Juru bicara Iran itu mengatakan masyarakat di negara Eropa berharap para pejabat mereka akan mensahkan kebijakan yang terpisah dari Amerika Serikat dan mendukung kepentingan nasional mereka sendiri, demikian laporan tersebut.
Masalah yang berkaitan dengan pelaksanaan sanksi terhadap sektor minyak Iran dimaksudkan untuk melancarkan perang urang syaraf terhadap Republik Islam itu, kata Mehmanparast sebagaimana dikutip Xinhua --yang dipantau ANTARA News, di Jakarta, Rabu pagi.
Setelah satu laporkan dikeluarkan oleh Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) mengenai program nuklir Iran pada November 2011, Amerika Serikat, Inggris dan Kanada mengumumkan sanksi baru terhadap Teheran dan masih berusaha memberlakukan embargo atas ekspor minyak mentah Iran.
Negara Barat menduga program nuklir Iran mungkin memiliki dimensi militer, tapi Teheran membantah pernyataan tersebut dan berkeras program nuklirnya bertujuan damai.
Sabtu, 14 Januari 2012
Iran positif adakan perundingan nuklir di Turki
Diposting oleh
BunakenNews
di
10.15
Ankara (Fokus/ANTARA News) - Ketua Majlis (parlemen) Iran ALi Larijani Kamis mengatakan bahwa negaranya positif untuk mengadakan perundingan nuklir di Turki, tetangganya.
"Saudara-saudara kami di Turki berpikir bahwa perundingan harus dilakukan di Turki, dan tentu saja kita positif untuk mengadakan pembicaraan-pembicaraan di Turki," kata Larijani pada konferensi pers di kedutaan Iran di ibu kota Turki, Ankara, lapor Xinhua.
Dia menambahkan Iran ingin perundingan nuklir kali ini menjadi perundingan serius.
Larijani mengatakan pandangan-pandangan para pemimpin Turki dan Iran mengenai masalah-masalah regional dekat, dan Turki serta Iran berpendapat sama tentang isu-isu strategis.
Selama kunjungannya ke Teheran Kamis lalu, Menteri Luar Negeri Turki Ahmet Davutoglu dan rekannya Menteri Luar Negeri Iran Ali Akbar Salehi mengadakan konferensi pers bersama, di mana menteri luar negeri Iran mengatakan bahwa Turki telah mengumumkan kesiapannya untuk menjadi tuan rumah putaran baru perundingan nuklir antara Iran dan kekuatan dunia.
Kunjungan menteri luar negeri Turki ke Teheran terjadi karena beberapa negara-negara Barat menekankan sanksi-sanksi terhadap Iran, dan memaksa Teheran untuk meningkatkan dimulainya kembali pembicaraan nuklir.
Narat mencurigai pengayaan uranium Iran mungkin akan bertujuan untuk memproduksi senjata nuklir, namun klaim tersebut dibantah oleh para pejabat Iran.
Turki menjadi tuan rumah putaran pembicaraan nuklir pada Januari 2011 antara Iran dan G5 +1, lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB plus Jerman, namun kedua belah pihak gagal mencapai kesepakatan apapun.
"Saudara-saudara kami di Turki berpikir bahwa perundingan harus dilakukan di Turki, dan tentu saja kita positif untuk mengadakan pembicaraan-pembicaraan di Turki," kata Larijani pada konferensi pers di kedutaan Iran di ibu kota Turki, Ankara, lapor Xinhua.
Dia menambahkan Iran ingin perundingan nuklir kali ini menjadi perundingan serius.
Larijani mengatakan pandangan-pandangan para pemimpin Turki dan Iran mengenai masalah-masalah regional dekat, dan Turki serta Iran berpendapat sama tentang isu-isu strategis.
Selama kunjungannya ke Teheran Kamis lalu, Menteri Luar Negeri Turki Ahmet Davutoglu dan rekannya Menteri Luar Negeri Iran Ali Akbar Salehi mengadakan konferensi pers bersama, di mana menteri luar negeri Iran mengatakan bahwa Turki telah mengumumkan kesiapannya untuk menjadi tuan rumah putaran baru perundingan nuklir antara Iran dan kekuatan dunia.
Kunjungan menteri luar negeri Turki ke Teheran terjadi karena beberapa negara-negara Barat menekankan sanksi-sanksi terhadap Iran, dan memaksa Teheran untuk meningkatkan dimulainya kembali pembicaraan nuklir.
Narat mencurigai pengayaan uranium Iran mungkin akan bertujuan untuk memproduksi senjata nuklir, namun klaim tersebut dibantah oleh para pejabat Iran.
Turki menjadi tuan rumah putaran pembicaraan nuklir pada Januari 2011 antara Iran dan G5 +1, lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB plus Jerman, namun kedua belah pihak gagal mencapai kesepakatan apapun.
Jumat, 13 Januari 2012
Rusia desak Iran, Barat untuk tidak perburuk Selat Hormuz
Diposting oleh
BunakenNews
di
09.00
Moskow (Fokus/ANTARA News/Itar-Tass) - Rusia mendesak Iran dan negara-negara Barat untuk menahan diri dari pernyataan dan tindakan yang dapat memperburuk situasi di Selat Hormuz, kata Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov.
"Sejauh pernyataan-pernyataan seperti kemungkinan menutup selat oleh Iran] jelas memprihatinkan, saya harus mengatakan bahwa Selat Hormuz memiliki status internasional dan navigasi di dalamnya harus bebas.
Tapi kami sama-sama mengakui hak pihak Iran untuk memastikan keamanan sendiri. Hak ini mencakup hak untuk melakukan latihan yang diperlukan," kata Ryabkov pada Rabu.
"Kami percaya bahwa Iran dan semua anggota masyarakat internasional dalam situasi yang mengkhawatirkan, harus menahan diri dari pernyataan-pernyataan, tinggalkan tindakan-tindakan yang dapat menyebabkan eskalasi konfrontasi lebih lanjut. Ini adalah kecenderungan yang sangat berbahaya dan setiap orang harus menunjukkan pengendalian maksimum," katanya.
Sementara itu Luar Negeri Amerika Serikat Ny. Hillary Clinton berpendapat, ancaman penutupan Selat Hormuz yang sempat dilontarkan Iran sangat berbahaya dan provokatif.
"Ancaman penutupan Selat Hormuz sangat berbahaya, sangat penting bagi kita semua untuk berdialog dengan Iran untuk memberitahu negara itu akan adanya ancaman," kata Ny.Clinton, seperti dikutip Telegraph, Kamis.
Ancaman penutupan Selat Hormuz dilontarkan Iran pekan lalu. Angkatan Laut menggelar latihan perang besar di perairan yang luas mencakup sekitar Hormuz.
Angkatan Laut AS menegaskan, bila jalur pasokan migas dunia itu diblokir, mereka akan mengambil tindakan.
Pejabat militer AS juga mengatakan, Iran memang sanggup untuk memblokir Selat Hormuz, namun pemblokiran itu tidak akan memakan waktu lama karena AS masih sanggup mengalahkan Iran.
Hingga saat ini, ketegangan hubungan AS dan Iran kian mengalami eskalasi. AS berniat untuk menggelar latihan militer besar dengan Israel, sementara itu Iran juga akan menggelar latihan di dekat Selat Hormuz untuk kedua kalinya pada Februari mendatang.
Selain mengancam akan menutup Selat Hormuz, Iran menuding AS dan Israel ada di balik peristiwa ledakan bom yang menewaskan profesor ahli nuklir Iran pada Rabu. Namun Hillary Clinton membantah tuduhan itu.
"Sejauh pernyataan-pernyataan seperti kemungkinan menutup selat oleh Iran] jelas memprihatinkan, saya harus mengatakan bahwa Selat Hormuz memiliki status internasional dan navigasi di dalamnya harus bebas.
Tapi kami sama-sama mengakui hak pihak Iran untuk memastikan keamanan sendiri. Hak ini mencakup hak untuk melakukan latihan yang diperlukan," kata Ryabkov pada Rabu.
"Kami percaya bahwa Iran dan semua anggota masyarakat internasional dalam situasi yang mengkhawatirkan, harus menahan diri dari pernyataan-pernyataan, tinggalkan tindakan-tindakan yang dapat menyebabkan eskalasi konfrontasi lebih lanjut. Ini adalah kecenderungan yang sangat berbahaya dan setiap orang harus menunjukkan pengendalian maksimum," katanya.
Sementara itu Luar Negeri Amerika Serikat Ny. Hillary Clinton berpendapat, ancaman penutupan Selat Hormuz yang sempat dilontarkan Iran sangat berbahaya dan provokatif.
"Ancaman penutupan Selat Hormuz sangat berbahaya, sangat penting bagi kita semua untuk berdialog dengan Iran untuk memberitahu negara itu akan adanya ancaman," kata Ny.Clinton, seperti dikutip Telegraph, Kamis.
Ancaman penutupan Selat Hormuz dilontarkan Iran pekan lalu. Angkatan Laut menggelar latihan perang besar di perairan yang luas mencakup sekitar Hormuz.
Angkatan Laut AS menegaskan, bila jalur pasokan migas dunia itu diblokir, mereka akan mengambil tindakan.
Pejabat militer AS juga mengatakan, Iran memang sanggup untuk memblokir Selat Hormuz, namun pemblokiran itu tidak akan memakan waktu lama karena AS masih sanggup mengalahkan Iran.
Hingga saat ini, ketegangan hubungan AS dan Iran kian mengalami eskalasi. AS berniat untuk menggelar latihan militer besar dengan Israel, sementara itu Iran juga akan menggelar latihan di dekat Selat Hormuz untuk kedua kalinya pada Februari mendatang.
Selain mengancam akan menutup Selat Hormuz, Iran menuding AS dan Israel ada di balik peristiwa ledakan bom yang menewaskan profesor ahli nuklir Iran pada Rabu. Namun Hillary Clinton membantah tuduhan itu.
Iran tuduh AS, Israel di balik pembunuhan staf nuklirnya
Diposting oleh
BunakenNews
di
08.59
Teheran (Fokus/ANTARA News) - Para pejabat Iran, Rabu (11/1), mengatakan Amerika Serikat dan Israel berada di belakang pembunuhan staf nuklir Iran.
Media setempat, Rabu (11/1), melaporkan Mostafa Ahmadi-Roshan, anggota staf instalasi pengayaan uranium Iran di Natanz, dibunuh dalam satu serangan bom di Jalan Gol Nabi, dekat lapangan Ketabi, Teheran utara, Rabu pagi.
Wakil I Presiden Iran, Mohammad-Reza Rahimi, Rabu, mengatakan agen Israel adalah pelaku pembunuhan Ahmadi-Roshan, demikian laporan kantor berita resmi Iran, IRNA.
"Musuh mesti tahu mereka takkan bisa menghentikan kemajuan ilmu pengetahuan Iran dengan tindakan teroris semacam itu," kata Rahim sebagaimana dikutip IRNA.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Ramin Mehmanparast pada hari yang sama mengatakan pembunuhan ilmuwan nuklir negeri tersebut adalah petunjuk mengenai berlanjutnya aksi teroris tak manusiawi oleh Israel dengan dukungan negara tertentu Barat, terutama Amerika Serikat.
Tujuannya ialah untuk mencegah kegiatan nuklir damai Republik Islam, kata kantor berita setengah resmi Fars.
Mehmanparast, sebagaimana dikutip Xinhua --yang dipantau ANTARA di Jakarta, Kamis pagi, mengatakan Iran akan menuntut pembunuh Ahmadi-Roshan melalui saluran internasional.
Dinas Intelijen
Pejabat Komisi Kebijakan Luar Negeri dan Keamanan Nasional di Majelis Iran Kazem Jalali, Rabu, mengatakan dinas intelijen Israel dan AS berada di balik pembunuhan ilmuwan nuklir Iran itu.
Jalali mengatakan pengalaman masa lalu menunjukkan aksi teroris seperti pembunuhan Ahmadi-Roshan adalah pekerjaan agen intelijen rejim Zionis dan Amerika Serikat.
Ketua Majelis Iran Ali Larijani mengutuk pembunuhan Ahmadi-Roshan sebagai petunjuk mengenai dalamnya kebencian musuh terhadap negeri tersebut, demikian laporan media satelit lokal Press TV, Rabu.
"Ini bukan untuk pertama kali negara congkak mensahkan aksi sia-sia semacam itu," kata Larijani. Ia menambahkan semua musuh Iran meyadari bahwa aksi itu tak bisa merusak tekad bangsa Iran.
Pada Rabu, Fars melaporkan seorang pembunuh dengan mengendarai sepeda motor menaruh bom di dalam mobil Ahmadi-Roshan, sehingga menewaskan ilmuwan itu seketika dan melukai dua orang lagi di dalam mobil tersebut.
Salah satu orang yang terluka, pengemudi mobil itu, tewas di rumah sakit Rabu malam, kata IRNA.
Sebelumnya, laporan media mengidentifikasi Ahmadi-Roshan sebagai dosen di universitas, dan Fars serta Press TV menyatakan ia dulu adalah seorang "ilmuwan nuklir".
Belakangan dengan mengutip pengumuman dari Universitas Sharif, Teheran, IRNA melaporkan Ahmadi-Roshan adalah anggota staf instalasi pengayaan uranium Iran di Natanz.
Ahmadi-Roshan, yang berusia 32 tahun, adalah wakil kepala bagian komersial instalasi pengayaan uranium Natanz, kata IRNA.
Ia lulus dari Universitas Sharif, yang bergengsi, pada 2003, dari Fakultas Teknik Kimia, kata IRNA.
Belum jelas apakah Ahmadi_Roshan terlibat langsung dalam program nuklir Iran.
Beberapa ilmuwan nuklir Iran telah dibunuh dalam beberapa tahun belakangan.
Pada Juni 2011, media setempat melaporkan Dariush Rezaeinejad, pria yang berusia 35 tahun dari jurusan teknik elektro di Universitas Khajeh Nasir, Teheran, dan bekerja untuk Kementerian Pertahanan Iran, dibunuh oleh beberapa pengendara motor di luar rumahnya di Teheran timur.
Pada November 2010, ilmuwan nuklir Iran Majid Shahriari tewas oleh bom yang diletakkan di mobilnya dalam perjalanannya ke tempat kerja.
Pada Januari 2010, Massoud Ali-Mohammad, seorang ilmuwan nuklir dari Universitas Teheran, dibunuh dengan menggunakan bom yang dikendalikan dari jauh dan ditaruh di sepeda motor yang diparkir di dekat rumahnya.
Iran telah menuduh Israel membunuh beberapa ilmuwan nuklirnya, dan juga menuding Amerika Serikat berada di belakang aksi teror terhadap para ilmuwan Iran.
Barat mencurigai pengayaan uranium Iran mungkin dimaksudkan untuk membuat senjata nuklir. Iran membantah tuduhan tersebut dan menyatakan program nuklirnya semata-mata bertujuan damai.
Media setempat, Rabu (11/1), melaporkan Mostafa Ahmadi-Roshan, anggota staf instalasi pengayaan uranium Iran di Natanz, dibunuh dalam satu serangan bom di Jalan Gol Nabi, dekat lapangan Ketabi, Teheran utara, Rabu pagi.
Wakil I Presiden Iran, Mohammad-Reza Rahimi, Rabu, mengatakan agen Israel adalah pelaku pembunuhan Ahmadi-Roshan, demikian laporan kantor berita resmi Iran, IRNA.
"Musuh mesti tahu mereka takkan bisa menghentikan kemajuan ilmu pengetahuan Iran dengan tindakan teroris semacam itu," kata Rahim sebagaimana dikutip IRNA.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Ramin Mehmanparast pada hari yang sama mengatakan pembunuhan ilmuwan nuklir negeri tersebut adalah petunjuk mengenai berlanjutnya aksi teroris tak manusiawi oleh Israel dengan dukungan negara tertentu Barat, terutama Amerika Serikat.
Tujuannya ialah untuk mencegah kegiatan nuklir damai Republik Islam, kata kantor berita setengah resmi Fars.
Mehmanparast, sebagaimana dikutip Xinhua --yang dipantau ANTARA di Jakarta, Kamis pagi, mengatakan Iran akan menuntut pembunuh Ahmadi-Roshan melalui saluran internasional.
Dinas Intelijen
Pejabat Komisi Kebijakan Luar Negeri dan Keamanan Nasional di Majelis Iran Kazem Jalali, Rabu, mengatakan dinas intelijen Israel dan AS berada di balik pembunuhan ilmuwan nuklir Iran itu.
Jalali mengatakan pengalaman masa lalu menunjukkan aksi teroris seperti pembunuhan Ahmadi-Roshan adalah pekerjaan agen intelijen rejim Zionis dan Amerika Serikat.
Ketua Majelis Iran Ali Larijani mengutuk pembunuhan Ahmadi-Roshan sebagai petunjuk mengenai dalamnya kebencian musuh terhadap negeri tersebut, demikian laporan media satelit lokal Press TV, Rabu.
"Ini bukan untuk pertama kali negara congkak mensahkan aksi sia-sia semacam itu," kata Larijani. Ia menambahkan semua musuh Iran meyadari bahwa aksi itu tak bisa merusak tekad bangsa Iran.
Pada Rabu, Fars melaporkan seorang pembunuh dengan mengendarai sepeda motor menaruh bom di dalam mobil Ahmadi-Roshan, sehingga menewaskan ilmuwan itu seketika dan melukai dua orang lagi di dalam mobil tersebut.
Salah satu orang yang terluka, pengemudi mobil itu, tewas di rumah sakit Rabu malam, kata IRNA.
Sebelumnya, laporan media mengidentifikasi Ahmadi-Roshan sebagai dosen di universitas, dan Fars serta Press TV menyatakan ia dulu adalah seorang "ilmuwan nuklir".
Belakangan dengan mengutip pengumuman dari Universitas Sharif, Teheran, IRNA melaporkan Ahmadi-Roshan adalah anggota staf instalasi pengayaan uranium Iran di Natanz.
Ahmadi-Roshan, yang berusia 32 tahun, adalah wakil kepala bagian komersial instalasi pengayaan uranium Natanz, kata IRNA.
Ia lulus dari Universitas Sharif, yang bergengsi, pada 2003, dari Fakultas Teknik Kimia, kata IRNA.
Belum jelas apakah Ahmadi_Roshan terlibat langsung dalam program nuklir Iran.
Beberapa ilmuwan nuklir Iran telah dibunuh dalam beberapa tahun belakangan.
Pada Juni 2011, media setempat melaporkan Dariush Rezaeinejad, pria yang berusia 35 tahun dari jurusan teknik elektro di Universitas Khajeh Nasir, Teheran, dan bekerja untuk Kementerian Pertahanan Iran, dibunuh oleh beberapa pengendara motor di luar rumahnya di Teheran timur.
Pada November 2010, ilmuwan nuklir Iran Majid Shahriari tewas oleh bom yang diletakkan di mobilnya dalam perjalanannya ke tempat kerja.
Pada Januari 2010, Massoud Ali-Mohammad, seorang ilmuwan nuklir dari Universitas Teheran, dibunuh dengan menggunakan bom yang dikendalikan dari jauh dan ditaruh di sepeda motor yang diparkir di dekat rumahnya.
Iran telah menuduh Israel membunuh beberapa ilmuwan nuklirnya, dan juga menuding Amerika Serikat berada di belakang aksi teror terhadap para ilmuwan Iran.
Barat mencurigai pengayaan uranium Iran mungkin dimaksudkan untuk membuat senjata nuklir. Iran membantah tuduhan tersebut dan menyatakan program nuklirnya semata-mata bertujuan damai.
Inggris kutuk pembunuhan ilmuwan nuklir Iran
Diposting oleh
BunakenNews
di
08.58
London (Fokus/ANTARA News) - Kementerian Luar Negeri dan Persemakmuran Inggris merilis pernyataan yang mengutuk pembunuhan ilmuwan nuklir Iran, Rabu, serta menyerukan adanya sebuah solusi melalui negosiasi terkait program nuklir negara itu.
"Kami mengutuk pembunuhan warga sipil dan kami menginginkan adanya sebuah solusi melalui negosiasi terkait program nuklir Iran," tulis pernyataan singkat kementerian itu, lapor Xinhua.
Media setempat sebelumnya melaporkan bahwa Mostafa Ahmadi-Roshan, seorang warga negara Iran, tewas akibat serangan bom mobil di Jalan Gol Nabi, dekat Ketabi Square yang berlokasi di utara Teheran pada Rabu pagi.
Korban berusia 32 tahun itu merupakan wakil kepala situs pengayaan uranium Natanz bagian komersial, kata kantor berita resmi Iran, IRNA.
Sementara kantor berita Fars melaporkan bahwa penyerang mengendarai sepeda motor dan menaruh bom di tepi mobil Ahmadi-Roshan, yang mengakibatkan tewasnya Ahmadi-Roshan dan supirnya.
Beberapa laporan sebelumnya mengidentifikasi Ahmadi-Roshan sebagai pengajar di universitas, sementara Fars menyebut ia sebagai ilmuwan nuklir.
Masih belum diketahui apakah Ahmadi-Roshan terlibat secara langsung dengan program nuklir Iran.
Beberapa ilmuwan nuklir Iran memang sering menjadi korban pembunuhan dalam beberapa tahun terakhir.
Pada Januari 2007, ahli fisika nuklir Iran terkenal, Ardeshir Hoseynpur, meninggal akibat keracunan gas. Iran menuduh dinas intelijen Israel terlibat dalam insiden itu.
Hoseynpur, yang merupakan tokoh utama dalam program pengayaan uranium Iran, memenangkan penghargaan penting terkait penelitiannya pada 2004 dan sebuah perghargaan dalam festival ilmu pengetahuan internasional Iran pada 2006.
Pada Juni 2009, ahli nuklir lain Iran, Shahram Amiri, yang merupakan anggota Organisasi Energi Atom Iran dan peneliti di sebuah universitas di Teheran, menghilang ketika melaksanakan ibadah haji di Arab Saudi.
Iran bersikeras bahwa Amiri diculik oleh agen Amerika Serikat dan mereka dengan tegas mengutuk pemerintah AS atas aksi itu.
Setelah hilang selama lebih dari setahun, Amiri kembali ke Teheran pada Juli 2010 atas upaya terus menerus yang dilakukan pemerintah Iran.
"Kami mengutuk pembunuhan warga sipil dan kami menginginkan adanya sebuah solusi melalui negosiasi terkait program nuklir Iran," tulis pernyataan singkat kementerian itu, lapor Xinhua.
Media setempat sebelumnya melaporkan bahwa Mostafa Ahmadi-Roshan, seorang warga negara Iran, tewas akibat serangan bom mobil di Jalan Gol Nabi, dekat Ketabi Square yang berlokasi di utara Teheran pada Rabu pagi.
Korban berusia 32 tahun itu merupakan wakil kepala situs pengayaan uranium Natanz bagian komersial, kata kantor berita resmi Iran, IRNA.
Sementara kantor berita Fars melaporkan bahwa penyerang mengendarai sepeda motor dan menaruh bom di tepi mobil Ahmadi-Roshan, yang mengakibatkan tewasnya Ahmadi-Roshan dan supirnya.
Beberapa laporan sebelumnya mengidentifikasi Ahmadi-Roshan sebagai pengajar di universitas, sementara Fars menyebut ia sebagai ilmuwan nuklir.
Masih belum diketahui apakah Ahmadi-Roshan terlibat secara langsung dengan program nuklir Iran.
Beberapa ilmuwan nuklir Iran memang sering menjadi korban pembunuhan dalam beberapa tahun terakhir.
Pada Januari 2007, ahli fisika nuklir Iran terkenal, Ardeshir Hoseynpur, meninggal akibat keracunan gas. Iran menuduh dinas intelijen Israel terlibat dalam insiden itu.
Hoseynpur, yang merupakan tokoh utama dalam program pengayaan uranium Iran, memenangkan penghargaan penting terkait penelitiannya pada 2004 dan sebuah perghargaan dalam festival ilmu pengetahuan internasional Iran pada 2006.
Pada Juni 2009, ahli nuklir lain Iran, Shahram Amiri, yang merupakan anggota Organisasi Energi Atom Iran dan peneliti di sebuah universitas di Teheran, menghilang ketika melaksanakan ibadah haji di Arab Saudi.
Iran bersikeras bahwa Amiri diculik oleh agen Amerika Serikat dan mereka dengan tegas mengutuk pemerintah AS atas aksi itu.
Setelah hilang selama lebih dari setahun, Amiri kembali ke Teheran pada Juli 2010 atas upaya terus menerus yang dilakukan pemerintah Iran.
Minggu, 08 Januari 2012
Iran Berterima Kasih Pada Angkatan Laut AS
Diposting oleh
BunakenNews
di
13.40
Kementerian Luar Negeri Iran hari Sabtu (7/1/2012) menyambut baik dan berterima kasih kepada Angkatan Laut Amerika Serikat yang telah menyelamatkan 13 nelayan Iran dari sekapan bajak laut Somalia di Laut Arab, dan menyebutnya sebagai "aksi kemanusiaan".
Namun kantor berita Fars yang berhaluan keras dan dekat dengan elit Garda Revolusioner Iran, menolak penyelamatan itu dan menyebutnya sebagai aksi propaganda bergaya Holywood, yang dimaksudkan untuk membenarkan kehadiran Angkatan Laut AS di Teluk Persia.
Para pejabat Amerika yang mengumumkan aksi penyelamatan itu hari Jumat, mengatakan para pelaut AS dari kapal perusak Kidd yang bersenjata misil, menyelamatkan para nelayan Iran dan menahan 15 perompak Somalia.
AL Amerika menyelamatkan para nelayan Iran setelah salah satu nelayan dalam komunikasi radio menginformasikan bahwa mereka sedang ditawan bajak laut Somalia.
Para pejabat AS menyebutkan bahwa kapal perusak yang menyelamatkan nelayan Iran adalah bagian dari kelompok kapal perang AS yang sama, yang ditolak kehadirannya di Teluk Persia oleh Iran selama ini.
"Kami menganggap aksi pasukan Angkatan Laut Amerika Serikat menyelamatkan nelayan Iran sebagai aksi kemanusiaan dan tindakan positif. Kami menyambut baik perilaku yang baik seperti itu," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Ramin Mehmanparast kepada televsi pemerintah berbahasa Arab, Al Alam, Sabtu. "Kami pikir semua negara harus melakukan tindakan yang sama," katanya, seperti dilaporkan Los Angeles Times, Minggu (8/1/2012).
Sementara kantor berita Fars yang berhaluan keras mengatakan, kapal angkatan laut Iran sering membebaskan kapal-kapal asing dari sekapan perompak tanpa mencari publisitas.
"Sebuah helikopter AS merekam aksi penyelamatan itu dari menit pertama, seperti membuat film Hollywood di lokasi tertentu dengan aktor tertentu. Ini menunjukkan Amerika berusaha mengeksploitasi aksi penyelamatan ini melalui media dan menghadirkan kapal perang Amerika sebagai penyelamat," demikian Fars.
Aksi penyelamatan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Barat dan Iran soal program nuklir Iran. Amerika dan sekutunya mencurigai Iran berusaha mengembangkan senjata nuklir, namun tuduhan itu dibantah Teheran dan menyebutkan program nuklir itu hanya untuk kepentingan perdamaian.
Menanggapi meningkatnya sanksi Barat, pejabat Iran mengancam akan menutup Selat Hormuz. Sekitar seperlima ekspor minyak dunia melalui selat itu.
Hari Selasa pekan lalu, Panglima militer Iran meminta kapal induk John C Stennis untuk tetap keluar dari Teluk Persia setelah melintasi Selat Hormuz. AL Iran juga melakukan latihan perang selama 10 hari di dekat selat itu.
Hari Sabtu, Garda Revolusi Iran memulai latihan militer di dekat perbatasan Afganistan, demikian Fars melaporkan. Mohammed Pakpour, komandan pasukan, menyebutkan latihan perang itu bertujuan meningkatkan keamanan perbatasan. Iran juga berencana menggelar latihan militer tambahan di dekat Selat Hormuz bulan Februari 2012.
Namun kantor berita Fars yang berhaluan keras dan dekat dengan elit Garda Revolusioner Iran, menolak penyelamatan itu dan menyebutnya sebagai aksi propaganda bergaya Holywood, yang dimaksudkan untuk membenarkan kehadiran Angkatan Laut AS di Teluk Persia.
Para pejabat Amerika yang mengumumkan aksi penyelamatan itu hari Jumat, mengatakan para pelaut AS dari kapal perusak Kidd yang bersenjata misil, menyelamatkan para nelayan Iran dan menahan 15 perompak Somalia.
AL Amerika menyelamatkan para nelayan Iran setelah salah satu nelayan dalam komunikasi radio menginformasikan bahwa mereka sedang ditawan bajak laut Somalia.
Para pejabat AS menyebutkan bahwa kapal perusak yang menyelamatkan nelayan Iran adalah bagian dari kelompok kapal perang AS yang sama, yang ditolak kehadirannya di Teluk Persia oleh Iran selama ini.
"Kami menganggap aksi pasukan Angkatan Laut Amerika Serikat menyelamatkan nelayan Iran sebagai aksi kemanusiaan dan tindakan positif. Kami menyambut baik perilaku yang baik seperti itu," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Ramin Mehmanparast kepada televsi pemerintah berbahasa Arab, Al Alam, Sabtu. "Kami pikir semua negara harus melakukan tindakan yang sama," katanya, seperti dilaporkan Los Angeles Times, Minggu (8/1/2012).
Sementara kantor berita Fars yang berhaluan keras mengatakan, kapal angkatan laut Iran sering membebaskan kapal-kapal asing dari sekapan perompak tanpa mencari publisitas.
"Sebuah helikopter AS merekam aksi penyelamatan itu dari menit pertama, seperti membuat film Hollywood di lokasi tertentu dengan aktor tertentu. Ini menunjukkan Amerika berusaha mengeksploitasi aksi penyelamatan ini melalui media dan menghadirkan kapal perang Amerika sebagai penyelamat," demikian Fars.
Aksi penyelamatan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Barat dan Iran soal program nuklir Iran. Amerika dan sekutunya mencurigai Iran berusaha mengembangkan senjata nuklir, namun tuduhan itu dibantah Teheran dan menyebutkan program nuklir itu hanya untuk kepentingan perdamaian.
Menanggapi meningkatnya sanksi Barat, pejabat Iran mengancam akan menutup Selat Hormuz. Sekitar seperlima ekspor minyak dunia melalui selat itu.
Hari Selasa pekan lalu, Panglima militer Iran meminta kapal induk John C Stennis untuk tetap keluar dari Teluk Persia setelah melintasi Selat Hormuz. AL Iran juga melakukan latihan perang selama 10 hari di dekat selat itu.
Hari Sabtu, Garda Revolusi Iran memulai latihan militer di dekat perbatasan Afganistan, demikian Fars melaporkan. Mohammed Pakpour, komandan pasukan, menyebutkan latihan perang itu bertujuan meningkatkan keamanan perbatasan. Iran juga berencana menggelar latihan militer tambahan di dekat Selat Hormuz bulan Februari 2012.
Sabtu, 07 Januari 2012
Rusia-Iran bahas kerjasama bilateral
Diposting oleh
BunakenNews
di
09.13
Moskow (Fokus/ANTARA News/Itar-Tass) - Presiden Federasi Rusia Dmitry Medvedev dan Presiden Republik Islam Iran Mahmud Ahmadinejad Kamis melakukan percakapan telepon mengenai prakarsa pihak Iran, kata dinas layanan pers Kremlin.
Kedua kepala negara itu membahas masalah-masalah penting saat ini mengenai perkembangan kerja sama bilateral pada tahun 2012.
Kedua presiden bertukar pandangan tentang masalah-masalah regional.
Kedua pihak menyatakan dukungan untuk meningkatkan upaya-upaya menguraikan Konvensi tentang Status Hukum Laut Kaspia, dan solusi terhadap masalah Kaspia, termasuk ekologi, perikanan, dan lain-lain.
Pentingnya penerapan kesepakatan dicapai pada Konferensi Tingkat Tinggi Kaspia Ketiga di Baku ini ditunjukkan dalam hubungan ini.
Adapun tentang situasi Timur Tengah, yang merupakan subjek perhatian serius bagi masyarakat seluruh dunia, Medvedev dan Ahmadinejad menyatakan keyakinan adanya kemungkinan untuk memecahkan masalah wilayah tersebut, termasuk situasi di Suriah, secara eksklusif dengan metoda politik, melalui pembentukan dialog antara semua pihak yang bersangkutan.
Dukungan itu diungkapkan untuk upaya yang dilakukan dalam kerangka Perserikatan Bangsa-Bangsa, regional dan organisasi-organisasi internasional lainnya dalam mencapai tujuan ini.
Dmitry Medvedev menunjukkan dengan puas penilaian positif oleh Presiden Iran atas prakarsa Rusia: rencana untuk restorasi tahap-demi-tahap kepercayaan dalam program nuklir Iran.
Para pihak sepakat untuk melanjutkan konsultasi-konsultasi tentang masalah tersebut.
Kedua kepala negara itu membahas masalah-masalah penting saat ini mengenai perkembangan kerja sama bilateral pada tahun 2012.
Kedua presiden bertukar pandangan tentang masalah-masalah regional.
Kedua pihak menyatakan dukungan untuk meningkatkan upaya-upaya menguraikan Konvensi tentang Status Hukum Laut Kaspia, dan solusi terhadap masalah Kaspia, termasuk ekologi, perikanan, dan lain-lain.
Pentingnya penerapan kesepakatan dicapai pada Konferensi Tingkat Tinggi Kaspia Ketiga di Baku ini ditunjukkan dalam hubungan ini.
Adapun tentang situasi Timur Tengah, yang merupakan subjek perhatian serius bagi masyarakat seluruh dunia, Medvedev dan Ahmadinejad menyatakan keyakinan adanya kemungkinan untuk memecahkan masalah wilayah tersebut, termasuk situasi di Suriah, secara eksklusif dengan metoda politik, melalui pembentukan dialog antara semua pihak yang bersangkutan.
Dukungan itu diungkapkan untuk upaya yang dilakukan dalam kerangka Perserikatan Bangsa-Bangsa, regional dan organisasi-organisasi internasional lainnya dalam mencapai tujuan ini.
Dmitry Medvedev menunjukkan dengan puas penilaian positif oleh Presiden Iran atas prakarsa Rusia: rencana untuk restorasi tahap-demi-tahap kepercayaan dalam program nuklir Iran.
Para pihak sepakat untuk melanjutkan konsultasi-konsultasi tentang masalah tersebut.
Iran akan selenggarakan latihan perang lagi
Diposting oleh
BunakenNews
di
09.12
Teheran (Fokus/ANTARA News/AFP) - Iran akan menyelenggarakan latihan militer lagi di dan sekitar Teluk Hormuz dalam beberapa pekan ke depan, kata panglima angkatan laut Pengawal Revolusinya yang dikutip kantor berita Fars, Jumat.
Manuver-manuver itu akan diselenggarakan dalam bulan kalender Iran dari 21 Januari sampai 19 Februari, kata Fars mengutip pernyataan Ali Fadavi.
Latihan-latihan itu akan menekankan pernyataan tegas Iran bahwa pihaknya "menguasai penuh perairan Selat Hormuz dan mengawasi segala pergerakan di daerah itu," tambah Fadavi.
Pengumuman itu-- yang waktunya dibatasi bagi latihan yang Pengawal Revolusi umumkan sebelumnya "secepat mungkin"-- yang berisiko meningkatkan ketegangan dengan Barat di selat itu.
Perairan itu adalah "jalur paling penting dunia" untuk kapal-kapal tangki, kata Badan Informasi Energi Amerika Serikat. Sekitar 20 persen pengiriman minyak dunia melewati perairan sempit itu memasuki Teluk.
Angkatan laut reguler Iran menyelesaikan latihan perang 10 hari di timur selat itu, di Teluk Oman, awal pekan ini dengan uji-uji coba tiga rudal anti-kapal.
Para pemimpin militer dan politik Iran memperingatkan mereka akan mendekat ke selat itu jika sanksi-sanksi Barat ditingkatkan untuk menghambat ekspor minyak Iran.
Angkatan laut juga memperingatkan bahwa pihaknya akan bereaksi jika Amerika Serikat berusaha menggelar satu dari kapal-kapal induknya di perairan itu.
Pengawal Revolusi, yang menggunakan kapal-kapal kecil berkecepatan tinggi yang membawa peluncur-peluncur rudal dan kapal-kapal kecil lainnya, secara berkala menyelenggarakan latihan -latihan di dan sekitar Selat Hormuz.
Pelatihan terbaru diselenggarakan Juli 2011 dan termasuk penembakan beberapa rudal anti-kapal antara lain rudal Khalij Fars yang memiliki jangkauan tembak 300km.
Fadavi tidak merinci manuver-manuver baru itu.
"Ketujuh dalam rangkaian Manuver Nabi Besar itu akan dilakukan di daerah Teluk Persia dan Selat Hormuz. Latihan itu akan berbeda dari latihan sebelumnya, " kata Fars mengutip pernyataan Fadavi.
Manuver-manuver itu akan diselenggarakan dalam bulan kalender Iran dari 21 Januari sampai 19 Februari, kata Fars mengutip pernyataan Ali Fadavi.
Latihan-latihan itu akan menekankan pernyataan tegas Iran bahwa pihaknya "menguasai penuh perairan Selat Hormuz dan mengawasi segala pergerakan di daerah itu," tambah Fadavi.
Pengumuman itu-- yang waktunya dibatasi bagi latihan yang Pengawal Revolusi umumkan sebelumnya "secepat mungkin"-- yang berisiko meningkatkan ketegangan dengan Barat di selat itu.
Perairan itu adalah "jalur paling penting dunia" untuk kapal-kapal tangki, kata Badan Informasi Energi Amerika Serikat. Sekitar 20 persen pengiriman minyak dunia melewati perairan sempit itu memasuki Teluk.
Angkatan laut reguler Iran menyelesaikan latihan perang 10 hari di timur selat itu, di Teluk Oman, awal pekan ini dengan uji-uji coba tiga rudal anti-kapal.
Para pemimpin militer dan politik Iran memperingatkan mereka akan mendekat ke selat itu jika sanksi-sanksi Barat ditingkatkan untuk menghambat ekspor minyak Iran.
Angkatan laut juga memperingatkan bahwa pihaknya akan bereaksi jika Amerika Serikat berusaha menggelar satu dari kapal-kapal induknya di perairan itu.
Pengawal Revolusi, yang menggunakan kapal-kapal kecil berkecepatan tinggi yang membawa peluncur-peluncur rudal dan kapal-kapal kecil lainnya, secara berkala menyelenggarakan latihan -latihan di dan sekitar Selat Hormuz.
Pelatihan terbaru diselenggarakan Juli 2011 dan termasuk penembakan beberapa rudal anti-kapal antara lain rudal Khalij Fars yang memiliki jangkauan tembak 300km.
Fadavi tidak merinci manuver-manuver baru itu.
"Ketujuh dalam rangkaian Manuver Nabi Besar itu akan dilakukan di daerah Teluk Persia dan Selat Hormuz. Latihan itu akan berbeda dari latihan sebelumnya, " kata Fars mengutip pernyataan Fadavi.
Menlu: Iran siap untuk perundingan nuklir dengan G5+1
Diposting oleh
BunakenNews
di
09.11
Teheran (Fokus/ANTARA News/Xinhua-0ANA) - Menteri Luar Negeri Iran Ali Akbar Salehi mengatakan di Teheran Kamis, bahwa Republik Islam Iran siap untuk melanjutkan perundingan nuklir dengan G5 +1 (lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB plus Jerman).
Menteri luar negeri Iran membuat pernyataan itu bersama dengan timpalannya Menteri Luar Negeri Turki Ahmet Davutoglu kepada pers.
Salehi mengatakan bahwa perundingan bisa dimulai setelah kedua belah pihak sepakat mengenai waktu dan tempat pembicaraan.
Salehi mengatakan, Turki telah mengumumkan kesiapannya untuk menjadi tuan rumah putaran baru pembicaraan dengan negara-negara kuat dunia, dan menambahkan bahwa "tentu saja pendapat pribadi saya adalah bahwa Turki adalah tempat terbaik untuk pembicaraan itu, tetapi itu tergantung pada kedua belah pihak untuk memutuskan tempat tersebut."
Salehi juga mengatakan bahwa perluasan hubungan antara Iran dan Turki akan membantu perdamaian dan stabilitas regional.
Pada Rabu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Ramin Mehmanparast mengatakan kepada Xinhua bahwa Iran sedang menunggu usulan Uni Eropa mengenai waktu dan tempat pembicaraan.
"Kami siap untuk pembicaraan. Kami selalu mengatakan bahwa kita siap untuk pembicaraan dan selalu menunjukkan bahwa perundingan harus bertujuan pada isu-isu kerja sama antar pihak, yaitu, untuk memutuskan berbicara untuk kerja sama, bukan konfrontasi," kata Mehmanparast.
Negara-negara Barat menuduh pengayaan uranium Iran mungkin akan bertujuan untuk memproduksi senjata nuklir, satu klaim yang dibantah oleh para pejabat Iran.
Perundingan-perundingan nuklir antara Iran dan G5+1 di Istanbul pada Januari 2011 gagal mencapai kesepakatan apapun, pada saat Teheran menolak setiap gagasan menangguhkan pengayaan dalam pertukaran untuk keuntungan perdagangan dan teknologi, seperti yang disebut oleh beberapa resolusi Dewan Keamanan PBB yang berlalu sejak 2006.
Hubungan-hubungan antara Iran dan Barat lebih memburuk lagi baru-baru ini menyusul serangkaian insiden. Termasuk peranan yang dituduhkan kepada Iran mengenai plot untuk membunuh duta besar Arab Saudi di Washington, serangan terhadap Kedutaan Besar Inggris di Teheran.
Tuduhan juga mencakup laporan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) terbaru mengenai program nuklir Iran dan perselisihan atas pesawat tak berawak Amerika Serikat yang ditangkap oleh Iran.
Menteri luar negeri Iran membuat pernyataan itu bersama dengan timpalannya Menteri Luar Negeri Turki Ahmet Davutoglu kepada pers.
Salehi mengatakan bahwa perundingan bisa dimulai setelah kedua belah pihak sepakat mengenai waktu dan tempat pembicaraan.
Salehi mengatakan, Turki telah mengumumkan kesiapannya untuk menjadi tuan rumah putaran baru pembicaraan dengan negara-negara kuat dunia, dan menambahkan bahwa "tentu saja pendapat pribadi saya adalah bahwa Turki adalah tempat terbaik untuk pembicaraan itu, tetapi itu tergantung pada kedua belah pihak untuk memutuskan tempat tersebut."
Salehi juga mengatakan bahwa perluasan hubungan antara Iran dan Turki akan membantu perdamaian dan stabilitas regional.
Pada Rabu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Ramin Mehmanparast mengatakan kepada Xinhua bahwa Iran sedang menunggu usulan Uni Eropa mengenai waktu dan tempat pembicaraan.
"Kami siap untuk pembicaraan. Kami selalu mengatakan bahwa kita siap untuk pembicaraan dan selalu menunjukkan bahwa perundingan harus bertujuan pada isu-isu kerja sama antar pihak, yaitu, untuk memutuskan berbicara untuk kerja sama, bukan konfrontasi," kata Mehmanparast.
Negara-negara Barat menuduh pengayaan uranium Iran mungkin akan bertujuan untuk memproduksi senjata nuklir, satu klaim yang dibantah oleh para pejabat Iran.
Perundingan-perundingan nuklir antara Iran dan G5+1 di Istanbul pada Januari 2011 gagal mencapai kesepakatan apapun, pada saat Teheran menolak setiap gagasan menangguhkan pengayaan dalam pertukaran untuk keuntungan perdagangan dan teknologi, seperti yang disebut oleh beberapa resolusi Dewan Keamanan PBB yang berlalu sejak 2006.
Hubungan-hubungan antara Iran dan Barat lebih memburuk lagi baru-baru ini menyusul serangkaian insiden. Termasuk peranan yang dituduhkan kepada Iran mengenai plot untuk membunuh duta besar Arab Saudi di Washington, serangan terhadap Kedutaan Besar Inggris di Teheran.
Tuduhan juga mencakup laporan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) terbaru mengenai program nuklir Iran dan perselisihan atas pesawat tak berawak Amerika Serikat yang ditangkap oleh Iran.
Senin, 14 November 2011
Iran siaga penuh jika ada serangan Israel
Diposting oleh
BunakenNews
di
10.04
![]() |
| Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran Jenderal Hassan Firouzabadi |
"Kami mempertimbangkan kemungkinan ada serangan apa pun -- bahkan dengan tingkat probabilitas rendah dan tidak ramah -- sebagai ancaman nyata. Kami dalam keadaan siaga penuh," kata Firouzabadi yang dikutip oleh kantor berita Fars.
"Dengan peralatan yang ada, kami siap menghukum mereka dan membuat mereka merasa menyesal atas kesalahan yang mereka buat," tambahnya.
Firouzabadi juga mengatakan Amerika Serikat "akan menderita kerusakan serius jika terjadi serangan militer oleh rezim Yahudi terhadap Iran."
Media di Israel berspekulasi bahwa ada rencana untuk menyerang fasilitas nuklir Iran tetapi pemerintah Israel terbelah mengenai isu itu.
Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak pada Senin membantah bahwa dia dan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu sudah memutuskan akan melancarkan serangan terhadap Iran walaupun ada penentangan dari kepala militer dan intelejen.
Israel dan beberapa negara Barat menuding Iran mengupayakan untuk membangun persenjataan atom.
Teheran berulang-ulang membantah tuduhan itu dengan menyatakan pihaknya sedang membangun program energi nuklir.
Israel sendiri diketahui luas memiliki beberapa ratus peluru kendali nuklir tetapi negara itu tak pernah membenarkan atau membantahnya, demikian AFP melaporkan.
Iran membuat pesawat tempur baru
Diposting oleh
BunakenNews
di
10.01
![]() |
| Menteri Pertahanan Ahmad Vahidi |
Brigadir Jendral Vahidi menegaskan bahwa Angkatan Udara Iran bekerjasama dalam pembuatan pesawat militer baru itu dengan para pakar dari Kementerian Pertahanan.
Jet-jet tempur baru sejenis Azarakh dan Saeqeh didesain, diperbaruai, dirancang dan dibuat bersama oleh tentara dan kementerian pertahanan.
Vahidi menyebut prestasi Iran itu sebagai "tanda kejeniusan, ilmu pengetahuan dan teknologi domestik (Iran) di bawah booming industri pertahanan domestik di tengah sanksi unilateral yang diterapkan AS."
Dia menonjolkan sejumlah faktor seperti keberanian tentara Iran dalam menunaikan misinya dan fakta bahwa ribuan serdadu muda menjadi martir untuk menyokong Iran dalam mencapai posisi seperti sekarang.
Sang jenderal juga mengumumkan peluncurkan kapal selam baru Angkatan Laut Republik Islam Iran pada Agustus lalu dalam rangka misi pertamanya di perairan Teluk Persia.
"Kapal selam ini dilengkapi dengan teknologi canggih dan senjata modern, serta kemampuan bermanuver yang tinggi dan kemampuan menggelar operasi bawah laut yang andal," sambungnya seperti dikutip kantor berita IRNA.
Pengamat: IAEA tak mampu jalankan tugas independen
Diposting oleh
BunakenNews
di
09.57
Jakarta (Fokus Internasional / ANTARA News) - Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) yang bertugas mengawasi penggunaan energi nuklir tak mampu menjalankan fungsinya secara independen, ujar seorang pengamat.
Mereka biasanya menyuarakan kepentingan negara-negara Barat dan sekutunya, kata peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) M. Hamdan Basyar, di Jakarta, Minggu.
Bila ada negara "musuh" Barat yang mengelola nuklir, maka IAEA akan "rajin" melakukan pengawasan, kata Hamdan kepada ANTARA.
"Sebaliknya, bila ada negara `sekutu` Barat yang mengelola nuklir, maka IAEA tidak dapat berbuat banyak," tambahnya.
Menurut dia, laporan IAEA tentang nuklir Iran tidak terlepas dari konspirasi tersebut. Hal itu mengingat Israel tidak dapat tersentuh oleh IAEA.
Padahal, katanya, sebuah dokumen 1975 mengungkapkan bahwa Amerika Serikat mengakui Israel telah memiliki senjata nuklir.
Mantan Direktur Jenderal IAEA Mohamed ElBaradei juga pernah menyatakan bahwa arsenal nuklir Israel yang tertutup bagi pemeriksaan IAEA, merupakan ancaman bagi perdamaian di kawasan Timur Tengah.
"Tetapi, mengapa Amerika Serikat dan negara Barat tidak mau mengutak-atik nuklir Israel?" tanya Hamdan yang juga direktur eksekutif Indonesian Society for Middle East Studies (ISMES).
Nuklir adalah energi murah dan bersih yang dapat digunakan manusia untuk kepentingan damai, seperti listrik atau kedokteran. Tetapi, nuklir juga dapat digunakan untuk membuat senjata yang mempunyai kekuatan luar biasa dan dapat memusnahkan apa saja yang diterjangnya.
Di sini, kata Hamdan, nuklir tergantung di tangan siapa. Nuklir akan bermanfaat bila dikelola untuk kepentingan damai, tetapi nuklir akan menjadi kekuatan berbahaya bila dijadikan senjata.
Amerika Serikat sudah lama mempunyai senjata nuklir yang bila digunakan akan membahayakan manusia dan Israel juga dikabarkan telah mempunyai senjata nuklir, yang sampai saat ini masih dirahasiakan.
Iran yang dituding negara-negara Barat mengembangkan energi nuklir untuk senjata mengaku mengolah energi nuklir untuk kepentingan damai.
Mereka biasanya menyuarakan kepentingan negara-negara Barat dan sekutunya, kata peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) M. Hamdan Basyar, di Jakarta, Minggu.
Bila ada negara "musuh" Barat yang mengelola nuklir, maka IAEA akan "rajin" melakukan pengawasan, kata Hamdan kepada ANTARA.
"Sebaliknya, bila ada negara `sekutu` Barat yang mengelola nuklir, maka IAEA tidak dapat berbuat banyak," tambahnya.
Menurut dia, laporan IAEA tentang nuklir Iran tidak terlepas dari konspirasi tersebut. Hal itu mengingat Israel tidak dapat tersentuh oleh IAEA.
Padahal, katanya, sebuah dokumen 1975 mengungkapkan bahwa Amerika Serikat mengakui Israel telah memiliki senjata nuklir.
Mantan Direktur Jenderal IAEA Mohamed ElBaradei juga pernah menyatakan bahwa arsenal nuklir Israel yang tertutup bagi pemeriksaan IAEA, merupakan ancaman bagi perdamaian di kawasan Timur Tengah.
"Tetapi, mengapa Amerika Serikat dan negara Barat tidak mau mengutak-atik nuklir Israel?" tanya Hamdan yang juga direktur eksekutif Indonesian Society for Middle East Studies (ISMES).
Nuklir adalah energi murah dan bersih yang dapat digunakan manusia untuk kepentingan damai, seperti listrik atau kedokteran. Tetapi, nuklir juga dapat digunakan untuk membuat senjata yang mempunyai kekuatan luar biasa dan dapat memusnahkan apa saja yang diterjangnya.
Di sini, kata Hamdan, nuklir tergantung di tangan siapa. Nuklir akan bermanfaat bila dikelola untuk kepentingan damai, tetapi nuklir akan menjadi kekuatan berbahaya bila dijadikan senjata.
Amerika Serikat sudah lama mempunyai senjata nuklir yang bila digunakan akan membahayakan manusia dan Israel juga dikabarkan telah mempunyai senjata nuklir, yang sampai saat ini masih dirahasiakan.
Iran yang dituding negara-negara Barat mengembangkan energi nuklir untuk senjata mengaku mengolah energi nuklir untuk kepentingan damai.
Obama dan Medvedev bicarakan soal Iran, Afghanistan dan Suriah
Diposting oleh
BunakenNews
di
09.51
Honolulu (Fokus Internasional / ANTARA News) - Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengatakan dia dan Presiden Rusia Dmitry Medveded dalam pertemuan mereka, Sabtu, antara lain membicarakan masalah-masalah Afghanistan, Iran dan Suriah.
Obama mengatakan dia dan Medvedev "menegaskan niat kami untuk bekerja sama dan memberikan satu tanggapan yang sama agar kami dapat mendorong Iran melaksanakan kewajiban-kewajiban internasionalnya menyangkut masalah program nuklirnya".
Pemerintah Rusia menyambut dingin setiap sanksi-sanksi baru terhadap Iran, kata Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) dalam satu laporan bahwa Iran sedang mengembangkan satu desain bom nuklir dan mungkin masih melakukan riset seperti itu.
Obama tidak merinci tentang diskusi menyangkut Suriah. Mengenai Afghanistan, ia mengatakan mereka membicarakan tentang pentingnya kekuatan-kekuatan regional untuk mendukung pemerintah Kabul.
Dalam pertemuan di sela-sela KTT Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik, Medvedev mengatakan ada kesenjangan luas antara sikap-sikap Washington dan Moskow mengenai rencana-rencana AS bagi satu sistem pertahanan rudal yang digelar di Eropa.
"Kami sepakat untuk melanjutkan usaha-usaha penyelidikan bagi kemungkinan solusi, dengan pemahaman akan fakta bahwa sikap-sikap kami masih tetap berbeda," kata Medvedev kepada wartawan.
Obama mengucapkan selamat kepada Rusia atas langkah Moskow untuk menjadi anggota Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), yang diperkirakan negara itu akan bergabung bulan depan. Medvedev menyatakan terima kasihnya pada apa yang ia sebut dukungan "aktif dan kuat" bagi usaha Rusia untuk menjadi angggta WTO.
"Kami tidak meminta dukungan seperti itu dengan pemerintah-pemerintah AS terdahulu," katanya dalam pernyataan-pernyataan yang diterjemahkan dari bahasa Rusia. "Dan ini adalah alasan mengapa AS meminta kami bergabung dalam organisasi itu sejak tahun tahun 1993, demikian Reuters.
Obama mengatakan dia dan Medvedev "menegaskan niat kami untuk bekerja sama dan memberikan satu tanggapan yang sama agar kami dapat mendorong Iran melaksanakan kewajiban-kewajiban internasionalnya menyangkut masalah program nuklirnya".
Pemerintah Rusia menyambut dingin setiap sanksi-sanksi baru terhadap Iran, kata Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) dalam satu laporan bahwa Iran sedang mengembangkan satu desain bom nuklir dan mungkin masih melakukan riset seperti itu.
Obama tidak merinci tentang diskusi menyangkut Suriah. Mengenai Afghanistan, ia mengatakan mereka membicarakan tentang pentingnya kekuatan-kekuatan regional untuk mendukung pemerintah Kabul.
Dalam pertemuan di sela-sela KTT Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik, Medvedev mengatakan ada kesenjangan luas antara sikap-sikap Washington dan Moskow mengenai rencana-rencana AS bagi satu sistem pertahanan rudal yang digelar di Eropa.
"Kami sepakat untuk melanjutkan usaha-usaha penyelidikan bagi kemungkinan solusi, dengan pemahaman akan fakta bahwa sikap-sikap kami masih tetap berbeda," kata Medvedev kepada wartawan.
Obama mengucapkan selamat kepada Rusia atas langkah Moskow untuk menjadi anggota Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), yang diperkirakan negara itu akan bergabung bulan depan. Medvedev menyatakan terima kasihnya pada apa yang ia sebut dukungan "aktif dan kuat" bagi usaha Rusia untuk menjadi angggta WTO.
"Kami tidak meminta dukungan seperti itu dengan pemerintah-pemerintah AS terdahulu," katanya dalam pernyataan-pernyataan yang diterjemahkan dari bahasa Rusia. "Dan ini adalah alasan mengapa AS meminta kami bergabung dalam organisasi itu sejak tahun tahun 1993, demikian Reuters.
Korut kecam AS dan Israel soal Iran
Diposting oleh
BunakenNews
di
09.49
Seoul (Fokus Internasional / ANTARA News) - Korea Utara, Ahad menuduh Amerika Serikat dan Israel terlibat dalam "hiruk pikuk perang" menyangkut program nuklir Iran, memperingatkan perang baru kemungkinan meletus di Timur Tengah.
Iran termasuk di antara negara-negara yang Korut pasok peralatan nuklir dan balistik yang dilarang dengan cara-cara tersembuyi untuk menghindari sanksi-sanksi internasional, kata satu laporan PBB tahun lalu.
Spekulasi meningkat dalam pekan-pekan belakangan ini bahwa Israel kemungkinan akan menyerang Iran, dengan Presiden Israel Shimon Peres akhir pekan lalu memperingatkan bahwa satu serangan "kemungkinan besar" akan dlakukan.
"Satu situasi berbahaya kini terjadi di Timur Tengah di mana perang baru mungkin berkobar," kata kantor berita resmi Pyongyang KCNA (Korean Central News Agency) dalam satu komentar.
KCNA mengecam Amerika Serikat dan Israel atas "pernyataan terbuka rencana mereka bagi serangan milter" terhadap Iran.
"Hiruk pikuk perang yang ditunjukkan AS dan Israel adalah satu perbuatan yang sangat berbahaya yang mungkin mencetuskan bencana perang baru di kawasan Timur Tengah,setelah perang-perang di Afghanistan dan Irak dalam abad ini," kata komentar itu.
Teheran mengancam akan memukul balik setiap serangan atau ancaman bagi aksi militer.
Iran membantah bahwa program nuklirya bertujuan untuk memproduksi senjata-senjata nuklir. Badan Tenaga Atom Internasional mengatakan ada alasan-alasan "yang dapat dipercaya" untuk meragukan bantahan-bantahan Iran itu.
Iran dan Korea Utara terkena sanksi-sanksi PBB karena program-program nuklir mereka.
Perundingan enam negara mengenai perlucutan senjata nuklir Korut mengalami kemacetan sejak sidang terakhir Desember 2008.
Korut secara resmi mundur dari forum enam negara itu pada April 2009, sebelum melakukan uji coba senjata-senjata nuklirnya.
Sejak itu Pyongyang berulang-ulang mengatakan pihaknya ingin kembali berunding tetapi tanpa prasyarat, sementara Washington dan sekutu-sekutunya mengatakan Pyongyang harus terlebih dulu melakukan tindakan untuk menunjukkan ketulusannya, demikian AFP.
Iran termasuk di antara negara-negara yang Korut pasok peralatan nuklir dan balistik yang dilarang dengan cara-cara tersembuyi untuk menghindari sanksi-sanksi internasional, kata satu laporan PBB tahun lalu.
Spekulasi meningkat dalam pekan-pekan belakangan ini bahwa Israel kemungkinan akan menyerang Iran, dengan Presiden Israel Shimon Peres akhir pekan lalu memperingatkan bahwa satu serangan "kemungkinan besar" akan dlakukan.
"Satu situasi berbahaya kini terjadi di Timur Tengah di mana perang baru mungkin berkobar," kata kantor berita resmi Pyongyang KCNA (Korean Central News Agency) dalam satu komentar.
KCNA mengecam Amerika Serikat dan Israel atas "pernyataan terbuka rencana mereka bagi serangan milter" terhadap Iran.
"Hiruk pikuk perang yang ditunjukkan AS dan Israel adalah satu perbuatan yang sangat berbahaya yang mungkin mencetuskan bencana perang baru di kawasan Timur Tengah,setelah perang-perang di Afghanistan dan Irak dalam abad ini," kata komentar itu.
Teheran mengancam akan memukul balik setiap serangan atau ancaman bagi aksi militer.
Iran membantah bahwa program nuklirya bertujuan untuk memproduksi senjata-senjata nuklir. Badan Tenaga Atom Internasional mengatakan ada alasan-alasan "yang dapat dipercaya" untuk meragukan bantahan-bantahan Iran itu.
Iran dan Korea Utara terkena sanksi-sanksi PBB karena program-program nuklir mereka.
Perundingan enam negara mengenai perlucutan senjata nuklir Korut mengalami kemacetan sejak sidang terakhir Desember 2008.
Korut secara resmi mundur dari forum enam negara itu pada April 2009, sebelum melakukan uji coba senjata-senjata nuklirnya.
Sejak itu Pyongyang berulang-ulang mengatakan pihaknya ingin kembali berunding tetapi tanpa prasyarat, sementara Washington dan sekutu-sekutunya mengatakan Pyongyang harus terlebih dulu melakukan tindakan untuk menunjukkan ketulusannya, demikian AFP.
Jumat, 11 November 2011
Foto Satelit Fasilitas Nuklir Iran, Yang di Klaim Sebagai Pusat Pengembangan Senjata Nuklir Iran.
Diposting oleh
BunakenNews
di
09.24
![]() |
| Natanz |
BBC menggambarkan Natanz sebagai, "fasilitas di jantung sengketa Iran dengan Dewan Keamanan PBB." Menurut IAEA, ada Pengayaan Bahan Bakar dan Pilot Plant Pabrik Bahan Bakar Pengayaan di situs Natanz.
The Washington Post menyebutnya fasilitas nuklir terbesar di Iran, dan laporan Reuters bahwa ia memiliki senjata anti-pesawat untuk mempertahankan diri terhadap serangan udara potensial.
![]() |
| Arak |
Kota Arak adalah rumah ke pabrik produksi air berat (HWPP). Menurut The New York Times, tanaman air berat produksi dapat digunakan dalam generasi tenaga nuklir, tetapi juga untuk memproduksi plutonium untuk senjata nuklir. Catatan BBC, bagaimanapun, bahwa Iran tidak membangun jenis reaktor yang menggunakan air berat.
Menurut laporan dari IAEA, badan mengunjungi pabrik pada bulan Agustus dan telah meminta akses lebih lanjut. Iran, bagaimanapun, belum membalas permintaan IAEA, sehingga badan ini menggunakan gambar dari satelit untuk memonitor situs. "Berdasarkangambar terakhir, "catatan laporan," HWPP tampaknya akan beroperasi. "
Reaktor Busher
Langganan:
Postingan (Atom)
RSS Feed
Twitter























