FOKUS INTERNATIONAL KEMBALI HADIR UNTUK PARA PEMBACA SEKALIAN

jual beli liberty reserve, jual beli paypal

Sabtu, 22 Oktober 2011

Kebebasan Libya diumumkan di Benghazi

Tripoli (Fokus Internasional) - Pengumuman resmi bahwa Libya telah dibebaskan dari bekas rezim Muamar Gaddafi dijadwalkan dilakukan pada Minggu, kata seorang pejabat senior dalam pemerintah sementara.

"Pengumuman mengenai pembebasan itu akan diumumkan di Benghazi pada pukul 5.00 waktu setempat (pukul 22.00 WIB) pada Minggu, di pengadilan," katanya, tanpa menyebut nama.

Pengumuman itu direncanakan dilakukan oleh pemimpin sementara Libya Mustafa Abdel Jalil.

Acara itu di Benghazi, kota kedua Libya, tempat pertama pemberontak bangkit melawan rezim tangan besi itu pada Februari lalu, dan Dewan Peralihan Nasional (NTC), bekas pemberontak yang kini rejim baru Libya, masih bermarkas.

Pengumuman itu akan diikuti dengan pembentukan pemerintah sementara untuk mengawasi penyusunan konstitusi baru dan mengadakan pemilihan bebas setelah empat dasawarsa berkuasanya rezim kediktatoran.

Obama dan pemimpin Eropa bahas Libya

Presiden Obama
Washington (Fokus Internasional) - Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama, bersama para pemimpin Eropa dari Jerman, Prancis dan Inggris pada Kamis (Jumat WIB) membahas perkembangan di Libya pasca-kematian Muammar Gaddafi.

Obama berbicara dengan Kanselir Jerman, Angela Merkel, Presiden Prancis. Nicolas Sarkozy. dan Perdana Menteri Inggris. David Cameron. melalui konferensi video. Mereka "menyambut akhir rezim Gaddafi serta setuju bahwa itu adalah hari yang luar biasa bagi koalisi yang dipimpin NATO dan bagi semua orang Libya," demikian informasi dari Gedung Putih.

Gaddafi meninggal karena luka-luka dalam penangkapan di Sirte pada Kamis, setelah hampir dua bulan dalam pelarian, pada saat para pejuang Dewan Transisi Nasional (NTC) yang berkuasa di Libya mengklaim telah mengontrol kampung halamannya.

Keempat pemimpin itu juga membahas krisis keuangan Eropa.

Gedung Putih mengatakan bahwa Merkel dan Sarkozy, yang negaranya adalah ekonomi terkemuka zona euro, "sepenuhnya memahami urgensi isu di zona euro dan sedang bekerja keras untuk mengembangkan solusi yang komprehensif untukmembahas tantangan dan politik yang akan berkelanjutan."

Mereka sepakat untuk terus "berkonsultasi erat", karena itu mereka mempersiapkan diri untuk bertemu di KTT G-20 di Cannes, Prancis pada awal November, kata Gedung Putih menambahkan.

Menjelang KTT Uni Eropa yang penting pada Minggu, Jerman dan Prancis tetap berselisih mengenai cara terbaik untuk menggunakan Fasilitas Stabilitas Keuangan Eropa.

Gunakan Narkoba, 64 AL AS dipecat

USS Carl Vinson
San Diego  (Fokus Amerika) - Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) mengumumkan memecat 64 personel, yang 49 di antara mereka dari kapal induk yang menguburkan Osama bin Laden di laut, karena menggunakan atau mendistribusikan narkoba.

Sebagian besar pelaut bertugas di kapal induk USS Carl Vinson,kapal selam bertenaga nuklir USS San Francisco dan dok terapung pengisi bahan bakar, ditangkap karena menggunakan, memiliki atau menjual narkoba, kata Angkatan Laut.

Osama dikuburkan di laut dari Carl Vinson Mei setelah pemimpin Al Qaida itu tewas dalam satu serangan satuan Seals Angkatan Laut AS di tempat persembunyiannya di Pakistan.

Kapal itu biasanya memiliki 5.000 pelaut dalam penggelaran itu dan seorang juru bicara untuk Armada Ketiga, Kapten Greg Hicks mengatakan tidak diketahui apa ada pelaut yang menghadapi hukuman disiplin itu terlibat dalam operasi terhadap Osama itu.

"Kebijakan Angkatan Laut menyangkut penyalahgunaan narkoba tegas dan jelas--tidak toleransi," kata Laksamana Madya Gerald Beaman komandan Armada Ketiga dalam satu pernyataan tertulis. "Pemakaian narkoba menyebabkan jiwa dan misi berisiko dan mengurangi kesiapan dan moral kesatuan.

"Menggunakan narkoba termasuk jenis Spice, dilarang dan Angkatan Laut terus menyelidiki secara agresif penggunaan narkoba sintetis dan menahan mereka yang melanggar," katanya.

Spice adalah narkoba sintetis yang memiliki dampak yang sama dengan marijuana.

Hicks mengatakan pemeriksaan di kapal Carl Vinson dimulai ketika tiga pelaut yang sudah dibatasi gerak mereka karena alasan-alasan yang tidak diungkapkan tertangkap karena mengisap Spice.

Dari 49 pelaut dari Vison menghadapi hukuman disiplin, dua diduga mendistribusikan Spice dan orang ketiga diidentifikasikan sebagai "perantara," kata Angkatan Laut.

Ketiga pelaut itu masih dalam pemeriksaan dan dapat dikenakan tindakan hukum, kata Angkatan Laut.

Satu pemeriksaan terpisah di kapal San Francisco dan dok pengisi bahan bakat dimulai ketika tiga pelaut setelah diperiksa ternyata positif menggunakan kokain, kata Hicks.Pada akhirnya, Angkatan Laut mengatakan 15 pelaut ternyata menggunakan Spice atau narkoba jenis lainnya yang ilegal.

Enam pelaut yang bertugas d kapal san Francisco atau dok itu mengaku menggunakan kokain dan satu ditemukan menggunakan methamphetamin, kata Angkatan Laut.

Semua 64 pelaut dipecat secara administratif. "Tidak ada tuduhan kejahatan pada mereka,tetapi sejumlah dari mereka dapat menghadapi pengadilan militer tergantung pada pelanggaran yang dituduhkan pada mereka, katanya.
Gaddafi dan Chavez
La Grita, Venezuela ( Fokus Internasional ) -  Venezuela Hugo Chavev, Kamis, menyampaikan kemarahan atas tewasnya Muamar Gaddafi, menyebut peristiwa itu "kejam sekali" dan mengatakan mantan pemimpin Libya itu merupakan seorang "martir".

"Amat sayang kematian Gaddafi telah dikonfirmasikan," kata Chavez, yang baru saja pulang ke Venezuela dari perawatan kanker di Kuba, lapor AFP.

"Mereka telah membunuhnya. Itu kekejaman lain," kata pemimpin Venezuela itu kepada wartawan di kota La Grita.

"Kami akan mengingat Gaddafi sepanjang hidup kami sebagai pejuang besar, seorang revolusioner dan seorang martir," katanya.

Chavez telah membela Gaddafi sejak awal pemberontakan terhadap rezim pemimpin Libya itu pada Februari lalu, dan menuduh NATO telah menggunakan konflik tersebut untuk memperoleh penguasaan atas minyak Libya.

"Hal yang sangat menyedihkan adalah bahwa dalam pencariannya untuk mendominasi dunia, kekaisaran dan sekutu-sekutunya telah membakarnya (Libya)," kata Chavez, merujuk ke Amerika Serikat dengan nama panggilan yang disukainya.

Chavez menolak mengakui rezim baru Libya, dan memperolok wakil baru Libya di PBB sebagai "boneka" dan "manekin" (boneka untuk menggantung pakaian di dalam etalase).

Pada 2004, Chavez telah diberi Penghargaan Internasional Gaddafi untuk Hak Asasi, oleh pemimpin Libya yang terguling itu. Fidel Castro dari Kuba dan Daniel Ortega dari Nikaragua juga menerima penghargaan itu. 

Tentara AS didakwa perkosa remaja Korsel


 Kurt Campbell
 Seoul ( Fokus Internasional ) -  Korea Selatan (Korsel) pada Jumat meminta hukuman 15 tahun penjara atas seorang prajurit Amerika Serikat (AS) yang didakwa telah memperkosa remaja asal Korea Selatan (Korsel) bulan lalu.

"Tidak ada ruang simpati bagi pelaku yang telah melakukan kejahatan mengerikan terhadap seorang siswa remaja. Sulit dipercaya bila pembelaannya adalah karena dia terlalu mabuk saat itu," kata seorang jaksa di pengadilan kota Uijeongbu, utara Seoul, seperti dilaporkan kantor berita Yonhap.

Prajurit Divisi Infantri Kedua Angkatan Darat AS yang berusia 21 tahun itu ditugaskan di Dongducheon. Ia dikenai tuduhan memperkosa seorang gadis berusia 18 tahun setelah menyelinap masuk ke asrama gadis itu pada 24 September 2011.

Para jaksa penuntut juga meminta, agar pelaku menjalani program perawatan khusus bagi pelaku kriminal seksual. Mereka juga meminta agar identitas pelaku diumumkan kepada publik.

Dalam kunjungannya ke Seoul awal bulan ini, Asisten Menteri Luar Negeri AS, Kurt Campbell, telah meminta maaf atas pemerkosaan tragis dan tidak dapat dimaafkan itu.

Militer AS juga meminta maaf atas insiden itu dan memberlakukan jam malam selama satu bulan terhadap seluruh tentaranya yang berada di negeri ginseng itu.

Terdakwa akan menjalani sidang dengar pendapat terakhir pada 1 November 2011.

Pendaki gunung asal Korea hilang di Nepal

 
Park Young-Seok
 Kathmandu ( Fokus Internasional ) -  Tiga pendaki gunung asal Korea termasuk pendaki terkenal, Park Young-Seok hilang di sisi Gunung Annapurna sejak Selasa, kata Divisi Pendakian Gunung di Nepal.

"Kami kehilangan komunikasi dengan ketiga pendaki sewaktu mereka mendaki dari Kamp satu menuju Kamp dua," kata pejabat divisi tersebut, Dipendra Poudel yang dikutip harian Friday`s Republica.

Penyelenggara Ekspedisi Sisi Selatan Annapurna 2011, Ne-Ko Treks, mengatakan Park (48) yang ditemani oleh Kang Ki-Seok (33) dan Dong Min Shin (37) hilang di pegunungan tersebut.

Direktur Pengelola lembaga pendakian, Ang Dorje Sherpa, mengatakan bahwa ketiga pendaki telah hilang kontak dengan kamp pusat sejak Selasa siang untuk mengabarkan bahwa mereka telah turun dari ketinggian 6.300 meter karena cuaca memburuk dan pendakian lebih lanjut dapat membahayakan.

"Satu helikopter telah terbang untuk menyelamatkan mereka pada Kamis pagi, namun kembali karena tidak dapat menemukan posisi mereka," ujar Sherpa.

Menurut dia helikopter telah menerjunkan empat penyelamat terlatih yang akan membimbing penyelamat lain dan anggota regu Korea Selatan yang hadir di kamp pusat dalam operasi pencarian itu.

Warga Korea Selatan yang hilang tersebut mencoba menundukan gunung setinggi 8.091 meter dari sisi selatan yang dianggap berbahaya.

Pemimpin regu, Park, telah mendaki sebanyak 14 pegunungan tertinggi di dunia.
Baghdad ( Fokus Internasional ) - Kepresidenan Irak pada Kamis menyetujui eksekusi 53 orang, termasuk lima warga asing, kata kepala kantor dewan kepresidenan negara itu.

"Ada 53 orang yang telah disetujui untuk dieksekusi, di antara mereka lima warga asing," kata Nassir al-Ani. Ia tidak memberikan perincian lagi mengenai orang-orang yang akan dieksekusi tersebut, atau kewarganegaraan para tawanan asing di antara mereka itu.

Ani memimpin kantor dewan kepresidenan, yang terdiri atas Presiden Jalal Talabani dan dua wakilnya, Tareq al-Hashemi dan Khudayr al-Khuzaie, yang harus menyetujui semua hukuman mati di Irak.

Bulan lalu, Abdelsattar Birakdar, juru bicara Dewan Pangadilan Tinggi, mengatakan 338 hukuman mati telah dikeluarkan sejauh ini tahun ini, dan tiga eksekusi telah dilaksanakan.

Wakil Menteri Kehakiman Irak Busho Ibrahim mengatakan pada Desember 2010 bahwa Irak telah mengeksekusi 257 orang, termasuk enam wanita, sejak 2005.

PM Irak, Nuri al-Maliki, merupakan pendukung berapi-api hukuman mati, tapi Presiden Jalal Talabani adalah seorang penentang keras.

Amnesti Internasional, sebuah badan pengawas hak asasi manusia, menyebutkan pada September 2009 bahwa Irak adalah satu dari hanya 46 negara yang memilih menentang resolusi PBB Desember 2008 yang menyetujui moratorium dalam penggunaan hukuman mati. Resolusi itu disetujui oleh 106 negara.

Kamis, 29 September 2011

Srinagar, India (Fokus Internasional) - Sembilan orang tewas dalam bentrokan sengit di Kashmir India, kata militer dan polisi India, Rabu, di tengah kekhawatiran bahwa eksekusi terhadap seorang militan terpidana bisa menyulut kerusuhan lebih lanjut.

Lima militan, dua polisi dan seorang letnan angkatan darat tewas dalam bentrokan yang meletus Senin dan berlanjut pada Rabu, kata juru bicara militer J.S. Brar, dengan menambahkan bahwa bentrokan itu terjadi di distrik Kupwara, yang berbatasan dengan Kashmir Pakistan.

"Itu merupakan daerah pegunungan berhutan lebat yang tidak berpenduduk dan memiliki tebing-tebing curam," kata Brar kepada AFP.

Dalam insiden terpisah, gerilyawan menembak mati seorang polisi dalam jarak dekat di Srinagar, ibu kota musim panas Kashmir India.

"Polisi itu sedang bertugas jaga ketika militan menyerangnya," kata seorang juru bicara kepolisian, dan aparat kini memburu para pelaku serangan tersebut.

Kekerasan itu terjadi ketika proses permohonan pengampunan bagi Afzal Guru, yang dinyatakan bersalah merencanakan serangan terhadap parlemen India pada Desember 2001, dihentikan.

Serangan itu menewaskan 15 orang, termasuk lima penyerang, dan membuat India dan Pakistan berada di ambang perang lagi. Guru bersikeras bahwa ia tidak terlibat dalam serangan itu.

Anggota parlemen independen Abdul Rashid mengatakan, eksekusi Guru bisa menimbulkan "konsekuensi serius" bagi situasi politik di Kashmir, dimana protes-protes besar menentang vonis hukumannya telah digelar di masa silam.

Pemimpin separatis Syed Ali Geelani juga memperingatkan New Delhi mengenai kerusuhan besar jika Guru dieksekusi.

Lebih dari 47.000 orang -- warga sipil, militan dan aparat keamanan -- tewas dalam pemberontakan muslim di Kashmir India sejak akhir 1980-an.

Pejuang Kashmir menginginkan kemerdekaan wilayah itu dari India atau penggabungannya dengan Pakistan yang penduduknya beragama Islam.

New Delhi menuduh Islamabad membantu dan melatih pejuang Kashmir India. Pakistan membantah tuduhan itu namun mengakui memberikan dukungan moral dan diplomatik bagi perjuangan rakyat Kashmir untuk menentukan nasib mereka sendiri.

Perbatasan de fakto memisahkan Kashmir antara India dan Pakistan.

Dua dari tiga perang antara kedua negara itu meletus karena masalah Kashmir, satu-satunya negara bagian yang berpenduduk mayoritas muslim di India yang penduduknya beragama Hindu.

Serangan-serangan pada 2008 di Mumbai, ibukota finansial dan hiburan India, telah memperburuk hubungan antara India dan Pakistan.

New Delhi menghentikan dialog dengan Islamabad yang dimulai pada 2004 setelah serangan-serangan Mumbai pada November 2008 yang menewaskan lebih dari 166 orang.

India menyatakan memiliki bukti bahwa "badan-badan resmi" di Pakistan terlibat dalam perencanaan dan pelaksanaan serangan-serangan itu -- tampaknya menunjuk pada badan intelijen dan militer Pakistan. Islamabad membantah tuduhan tersebut.

Sejumlah pejabat India menuduh serangan itu dilakukan oleh kelompok dukungan Pakistan, Lashkar-e-Taiba, yang memerangi kekuasaan India di Kashmir dan terkenal karena serangan terhadap parlemen India pada 2001. Namun, juru bicara Lashkar membantah terlibat dalam serangan tersebut.

India mengatakan bahwa seluruh 10 orang bersenjata yang melakukan serangan itu datang dari Pakistan. New Delhi telah memberi Islamabad daftar 20 tersangka teroris dan menuntut penangkapan serta ekstradisi mereka.
Washinhton (Fokus Internasional) - Departemen keuangan Amerika Serikat mengatakan, Rabu, mereka telah mendaftarhitamkan dua pejabat Lashkar e Taiba, salah satu kelompok gerilyawan Islam terbesar di Asia Selatan.

Tindakan itu berarti bahwa warga AS akan dilarang berurusan dengan Zafar Iqbal atau Hafiz Abdul Salam Bhuttavi, dan aset mereka yang ditemukan di AS akan dibekukan, kata departemen tersebut.

Lashkar e Taiba, atau LeT, dibentuk pada 1990 dan telah lama memusatkan perhatian untuk memerangi pemerintah India di Kashmir. Kelompok itu dipersalahkan atas serangan terkoordinasi di ibu kota keuangan India, Mumbai, pada November 2008 yang menewaskan 166 orang.

AS telah menunjuk LeT -- Tentara Bersih -- sebagai "organisasi teroris asing". Pakistan telah melarang kelompok itu pada 2002, tapi beberapa pengkritik mengatakan kelompok itu telah lama beroperasi secara terbuka dengan nama yang berbeda-beda.

Departemen keuangan mengatakan Iqbal adalah pemimpin dan pendiri bersama dan mengurusi bagian keuangannya, sementara Bhuttavi membantu mempersiapkan mata-mata untuk serangan Mumbai 2008.

"Pada 20 tahun terakhir, Iqbal dan Bhuttavi bertanggungjawab atas pengumpulan dana, perkrutan dan indoktrinasi mata-mata," kata David Cohen, wakil menteri keuangan untuk terorisme dan intelijen keuangan.
Kabul (Fokus Internasional) - Delapan polisi Afghanistan tewas Rabu ketika gerilyawan Taliban yang tampaknya dibantu oleh orang dalam menyerang pos mereka di Afghanistan selatan, kata seorang pejabat.

Daud Ahmadi, juru bicara pemerintah daerah provinsi Helmand, menuduh kelompok militan itu melakukan pembunuhan tersebut namun mengatakan, mereka memperoleh bantuan dari sedikitnya satu polisi yang bersekongkol dalam serangan itu.

"Penyerang dibantu oleh satu polisi yang kini melarikan diri bersama senjatanya," kata Ahmadi kepada AFP, menunjuk pada serangan di distrik Nahri Sarraj di Helmand.

"Tiga polisi lain terluka dan satu informan Taliban, kaki-tangan Taliban, melarikan diri bersama penyerang," tambah Ahmadi.

Selasa, lima orang tewas dalam serangan bom mobil bunuh diri di dekat kantor polisi di ibu kota provinsi Helmand, Lashkar Gah, dua bulan setelah pasukan Inggris menyerahkan kendali keamanan kepada pemerintah Afghanistan.

Ahad lalu, seorang prajurit AS tewas dan satu lagi cedera ketika seorang pegawai Afghanistan melepaskan tembakan ke arah bangunan tambahan di Kedutaan Besar AS di Kabul yang digunakan oleh CIA. Tidak diketahui apakah penembak adalah penyusup Taliban.

Konflik meningkat di Afghanistan dengan jumlah kematian sipil dan militer mencapai tingkat tertinggi tahun lalu ketika kekerasan yang dikobarkan Taliban meluas dari wilayah tradisional di selatan dan timur ke daerah-daerah barat dan utara yang dulu stabil.

Sebanyak 711 prajurit asing tewas dalam perang di Afghanistan sepanjang tahun lalu, yang menjadikan 2010 sebagai tahun paling mematikan bagi pasukan asing, menurut hitungan AFP yang berdasarkan atas situs independen icasualties.org.

Jumlah kematian sipil juga meningkat, dan Kementerian Dalam Negeri Afghanistan mengumumkan bahwa 2.043 warga sipil tewas pada 2010 akibat serangan Taliban dan operasi militer yang ditujukan pada gerilyawan.

Taliban, yang memerintah Afghanistan sejak 1996, mengobarkan pemberontakan sejak digulingkan dari kekuasaan di negara itu oleh invasi pimpinan AS pada 2001 karena menolak menyerahkan pemimpin Al-Qaida Osama bin Laden, yang dituduh bertanggung jawab atas serangan di wilayah Amerika yang menewaskan sekitar 3.000 orang pada 11 September 2001.

Sekitar 130.000 personel Pasukan Bantuan Keamanan Internasional (ISAF) pimpinan NATO yang berasal dari puluhan negara berada di Afghanistan untuk membantu pemerintah kabul memerangi pemberontakan Taliban dan sekutunya.

Sekitar 521 prajurit asing tewas sepanjang 2009, yang menjadikan tahun itu sebagai tahun mematikan bagi pasukan internasional sejak invasi pimpinan AS pada 2001 dan membuat dukungan publik Barat terhadap perang itu merosot.

Gerilyawan Taliban sangat bergantung pada penggunaan bom pinggir jalan dan serangan bunuh diri untuk melawan pemerintah Afghanistan dan pasukan asing yang ditempatkan di negara tersebut.

Bom rakitan yang dikenal sebagai IED (peledak improvisasi) mengakibatkan 70-80 persen korban di pihak pasukan asing di Afghanistan, menurut militer.