FOKUS INTERNATIONAL KEMBALI HADIR UNTUK PARA PEMBACA SEKALIAN

jual beli liberty reserve, jual beli paypal

Senin, 24 Oktober 2011

AS dukung penyelidikan kematian Gaddafi

Menlu AS Hillary Clinton
Washington (Fokus Internasional) - Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton mengatakan, Minggu, Washington mendukung penyelidikan yang mungkin dilakukan PBB atas kematian pemimpin Libya Muamar Gaddafi.

"Saya sangat mendukung penyelidikan baik yang dilakukan PBB maupun Dewan Transisi Nasional (NTC)," kata Hillary pada program NBC "Meet the Press", menunjuk pada penguasa sementara Libya.

"Anda tahu, saya rasa penting bahwa pemerintah ini -- upaya ini menuju sebuah negara Libya yang demokratis -- dimulai dengan aturan hukum, dimulai dengan pertanggungjawaban," katanya.

Keresahan internasional semakin meningkat berkaitan dengan kondisi tidak jelas seputar kematian Gaddafi yang tampaknya dieksekusi, setelah kota asalnya Sirte dikuasai pasukan NTC pada Kamis (20/10).

"Saya menganggap penyelidikan patut dilakukan, sebagai bagian dari sebuah proses yang akan memberi Libya peluang terbaik menuju masa depan yang stabil, aman, demokratis," kata Hillary.

Sehari setelah Gaddafi tewas, Ketua Komisi HAM PBB Navi Pillay mengatakan, kondisi seputar kematian pemimpin terguling Libya itu tidak jelas dan penyelidikan harus dilakukan.

"Mengenai kematian Gaddafi kemarin, keadaannya masih tidak jelas," kata Pillay, melalui juru bicaranya, Rupert Colville, Jumat (21/10).

"Ada empat atau lima versi berbeda mengenai bagaimana ia tewas," katanya.

"Harus dilakukan penyelidikan mengenai apa yang kita lihat kemarin," tambah juru bicara itu.

Ada tanda tanya yang belum terjawab seputar kematian Gaddafi -- rekaman gambar ponsel tampaknya menunjukkan ia ditangkap dalam keadaan berdarah-darah namun masih hidup dan kemudian dibunuh oleh para penangkapnya.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov juga menyerukan penyelidikan internasional atas kematian pemimpin kawakan Libya itu.

"Gambar yang kami lihat di televisi menunjukkan bahwa ia ditahan ketika terluka, dan kemudian, ketika sudah menjadi tahanan, ia dibunuh," katanya, Jumat (21/10), dalam wawancara yang disiarkan langsung di radio.

Lavrov mendesak penyelidikan internasional atas pembunuhan itu dan menambahkan, Rusia "yakin penyelidikan semacam itu akan dilakukan".

Para pejabat Dewan Transisi Nasional (NTC) mengatakan, Muamar Gaddafi tewas selama pertempuran untuk menguasai kota tempat asalnya, Sirte, pada Kamis (20/10). Namun, beberapa negara besar Barat yang mendukung pemberontak Libya menguasai Tripoli dua bulan lalu mengatakan, mereka masih mencari konfirmasi mengenai kebenaran berita itu.

Gaddafi menjadi buronan sejak NTC menguasai ibu kota Libya, Tripoli, pada Agustus, dan ia berhasil menghindari penangkapan meski pasukan NTC memperoleh sejumlah petunjuk mengenai lokasinya.

Ia berulang kali melontarkan janji-janji untuk melanjutkan perang, ketika semakin banyak negara mengakui NTC sebagai pemerintah yang berkuasa di Libya.

Gaddafi (68), pemimpin terlama di dunia Arab dan telah berkuasa selama empat dasawarsa, bersikeras akan tetap berkuasa meski ia ditentang banyak pihak.

Norad cegat dua pesawat dekat ibu kota AS

Washington (Fokus Internasional) - Pesawat-pesawat jet tempur Angkatan Udara AS mencegat dua pesawat sipil yang terbang di dekat wilayah udara terlarang Washington dalam insiden terpisah pada Sabtu, kata Komando Pertahanan Udara Amerika Utara.

Pelanggaran itu terjadi dalam 72 menit satu sama lain, kata NORAD, komando dwi-nasional AS-Kanada yang bertanggung jawab atas pertahanan udara Amerika Utara, untuk menanggapi aktivitas udara tidak diketahui atau tidak sah itu.

Pada pelanggaran pertama, dua pesawat tempur F-16 mengejar ketika pesawat sipil itu kehilangan komunikasi radio di dekat ibu kota.

"Setelah pilot kembali menguasai komunikasi radio, pesawat itu diperbolehkan untuk melanjutkan ke tujuan awalnya," kata NORAD dalam sebuah pernyataan dari kantor pusatnya di Pangkalan Angkatan Udara Peterson, Colorado.

"Pesawat kedua masuk ke wilayah udara terbatas dan dicegat oleh satu F-16 Angkatan Udara dan helikopter Penjaga Pantai AS HH-65 Dolphin."

Setelah pesawat sipil itu dicegat, pesawat tersebut dikawal keluar dari wilayah udara terbatas dan memungkinkan untuk melanjutkan ke tujuan awalnya, kata NORAD menambahkan.

Perintah itu tidak mengidentifikasi pesawat yang terlibat dalam pelanggaran.

Pencegatan-pencegataan pesawat yang menyimpang ke wilayah udara AS yang tidak dibatasi jarang terjadi.

Pada Juli lalu, sebuah jet tempur AS mencegat tiga pesawat kecil di dalam insiden terpisah selama akhir pekan di atas Camp David, tempat peristirahatan presiden AS di negara bagian Maryland, demikian AFP melaporkan.

138 tewas dalam gempa Turki

PM Turki Tayyip Erdogan
Ankara (Fokus Internasional) - Sebuah gempa berkekuatan 7,2 skala richter pada Minggu menewaskan 138 orang dan melukai 350 lainnya di Turki timur, perdana menteri Turki mengatakan.

Sembilan puluh tiga orang tewas di Provinsi Van dan 45 di distrik Ercis, kata Perdana Menteri Tayyip Erdogan kepada wartawan ketika meninjau kerusakan akibat gempa kuat itu.

Informasi sebelumnya menyebutkan bahwa 70 orang tewas, termasuk 50 di Erics, 100.000 orang di sebuah distrik di wilayah yang sama, Van.

Situasi di Erics lebih serius, kata Erdogan, yang menambahkan bahwa banyak bangunan apartemen runtuh, menimbulkan kekhawatiran bahwa jumlah korban akan meningkat.

USGS (United State Geological Survey) awalnya mengukur gempa itu berkekuatan 7,3, namun kemudian diturunkan menjadi 7,2 pada skala richter.

Banyak bangunan ambruk di Erics dan Van, kata para pejabat.

Negara rawan gempa Turki berada di atas jalur beberapa patahan.

Pada 1999 dua gempa kuat mengguncang daerah industri dan berpopulasi besar di wilayah baratlaut Turki, sekitar 20.000 orang tewas.

Dan gampa kuat di Kota Caldiran di Provinsi Van menewaskan 3.840 orang pada 1976, demikian dikutip dari AFP.
Banjir di Thailand
Brussels (Fokus Internasional) - Eropa akan memberikan 10 juta euro (13,8 juta dolar AS) untuk membantu ratusan ribu korban banjir yang sangat besar di dan sekitar Thailand, kata Komisi Eropa.

Uang itu akan diberikan untuk membantu masyarakat yang dilanda banjir di lima negara di Asia tenggara: Kamboja, Laos, Filipina, Vietnam dan Thailand sendiri, kata pernyataan komisi tersebut.

"Di sebuah kawasan yang mudah terkena bencana alam, musim hujan tahun ini khususnya yang dahsyat, yang menimbulkan kematian, kerusakan infrastruktur dan bangunan serta menghancurkan mata pencaharian," kata komisaris bantuan Kristalina Georgieva.

Hujan lebat sejak Juli telah menewaskan lebih dari 600 orang dan menurut hitungan komisi, mempengaruhi sekitar 7,4 juta orang.

Di Thailand saja, banjir terburuk dalam beberapa dasawarsa itu menewaskan hampir 350 orang dan merusak hidup jutaan orang, sebagian besar di bagian utara dan pusat negara itu, demikian AFP melaporkan.

Bentrokan meletus lagi di ibu kota Yaman

Kerusuhan di Sanaa, Yaman.
Sanaa (Fokus Internasional) - Ribuan orang Yaman terlibat dalam protes Minggu yang menuntut Presiden Ali Abdullah Saleh diadili, sementara kekerasan baru meletus antara suku oposisi dan loyalis pemerintah, sehari setelah 20 orang tewas dalam bentrokan-bentrokan serupa.

Lima dmonstran cedera ketika pawai mereka meninggalkan Lapangan Perubahan, pusat protes anti-Saleh, dan diserang tembakan setelah mencapai sebuah zona yang dikuasai pasukan presiden, kata koresponden AFP.

Di daerah berdekatan, seorang pria tewas dan enam lain cedera, tampaknya akibat peluru nyasar, kata seorang petugas medis.

"Tidak ada jaminan, tidak ada kekebalan, Saleh dan para pembantunya harus diadili," teriak demonstran, setelah Dewan Keamanan PBB mengeluarkan sebuah resolusi Jumat yang mendesak presiden Yaman segera menandatangani perjanjian yang ditengahi negara-negara Teluk bagi pengunduran dirinya.

Saleh meminta jaminan AS dan Eropa bagi jadwal pelaksanaan perjanjian yang diusulkan Dewan Kerja Sama Teluk, tampaknya dalam upaya menghindari tekanan internasional.

Sabtu, 20 orang tewas dalam bentrokan-bentrokan antara pasukan pendukung dan penentang Saleh yang dipimpin Sheikh Sadeq al-Ahmar di Sanaa utara.

Bentrokan baru meletus Minggu di daerah Hassaba, markas pemimpin oposisi itu, kata penduduk.

Demonstrasi di Yaman sejak akhir Januari yang menuntut pengunduran diri Saleh telah menewaskan ratusan orang.

Dengan jumlah kematian yang terus meningkat, Saleh, sekutu lama Washington dalam perang melawan Al-Qaida, kehilangan dukungan AS.

Pemerintah AS mengambil bagian dalam upaya-upaya untuk merundingkan pengunduran diri Saleh dan penyerahan kekuasaan sementara, menurut sebuah laporan di New York Times.

Para pejabat AS menganggap posisi Saleh tidak bisa lagi dipertahankan karena protes yang meluas dan ia harus meninggalkan kursi presiden, kata laporan itu.

Meski demikian, Washington memperingatkan bahwa jatuhnya Saleh selaku sekutu utama AS dalam perang melawan Al-Qaida akan menimbulkan "ancaman nyata" bagi AS.

Yaman adalah negara leluhur almarhum pemimpin Al-Qaida Osama bin Laden dan hingga kini masih menghadapi kekerasan separatis di wilayah utara dan selatan.

Yaman Utara dan Yaman Selatan secara resmi bersatu membentuk Republik Yaman pada 1990 namun banyak pihak di wilayah selatan, yang menjadi tempat sebagian besar minyak Yaman, mengatakan bahwa orang utara menggunakan penyatuan itu untuk menguasai sumber-sumber alam dan mendiskriminasi mereka.

Negara-negara Barat, khususnya AS, semakin khawatir atas ancaman ekstrimisme di Yaman, termasuk kegiatan Al-Qaida di Semenanjung Arab (AQAP).

Negara-negara Barat dan Arab Saudi, tetangga Yaman, khawatir negara itu akan gagal dan Al-Qaida memanfaatkan kekacauan yang terjadi untuk memperkuat cengkeraman mereka di negara Arab miskin itu dan mengubahnya menjadi tempat peluncuran untuk serangan-serangan lebih lanjut.

Yaman menjadi sorotan dunia ketika sayap regional Al-Qaida AQAP menyatakan mendalangi serangan bom gagal terhadap pesawat penumpang AS pada Hari Natal.

AQAP menyatakan pada akhir Desember 2009, mereka memberi tersangka warga Nigeria "alat yang secara teknis canggih" dan mengatakan kepada orang-orang AS bahwa serangan lebih lanjut akan dilakukan.

Para analis khawatir bahwa Yaman akan runtuh akibat pemberontakan Syiah di wilayah utara, gerakan separatis di wilayah selatan dan serangan-serangan Al-Qaida. Negara miskin itu berbatasan dengan Arab Saudi, negara pengekspor minyak terbesar dunia.

Selain separatisme, Yaman juga dilanda penculikan warga asing dalam beberapa tahun ini, demikian AFP melaporkan.
Islamabad (Fokus Internasional) - Jet-jet tempur Pakistan Ahad memaksa satu helikopter militer India mendarat karena melanggar wilayah udara Pakistan,kata seorang juru bicara militer dan menambahkan empat awaknya ditahan.

"Helikoter militer India itu melanggar wilayah udara Pakistan dan dipaksa mendarat," kata juru bicara militer Pakistan Mayjen Athar Abbas kepada AFP, dan menambahkan empat awaknya ditahan.

Pemeriksaan sedang dilakukan untuk mengetahui mengapa helikopter itu memasuki wilayah udara tetangganya di sekitar daerah Skardu di utara, kata juru bicara itu.

Skardu terletak dekat Kashmir yang dikuasai India.

India dan Pakistan terlibat tiga kali perang sejak merdeka tahun 1947-- dua diantaranya menyangkut nasib wilayah Kashmir -- yang masing-masing menguasai bagian-bagian wilayah itu tetapi kedua negara sama-sama mengklaim seluruh wilayah itu.
Presiden Afganistan Hamid Karzai
Islamabad (Fokus Internasional) - Presiden Hamid Karzai mengatakan bahwa Afghanistan akan mendukung Pakistan jika diserang oleh Amerika Serikat.

Komentar-komentar itu dapat membantu meredakan ketegangan dengan Islamabad tetapi bisa mengganggu Washington, kata media lokal pada Sabtu.

"Tuhan melarang jika perang meletus kapan saja antara Pakistan dan Amerika Serikat, kami akan membantu Pakistan," kata Karzai kepada televisi Geo Pakistan dalam sebuah wawancara, dan bagian-bagiannya disiarkan Sabtu malam.

Wawancara penuh, dilakukan di Istana Presiden di Kabul, akan disiarkan kemudian.

"Jika Pakistan diserang dan jika rakyat Pakistan membutuhkan bantuan Afghanistan, Afghanistan akan berada di sana bersama anda," kata Karzai kepada pewawancara televisi Pakistan, seperti dilansir Xinhua-OANA.

"Kami adalah saudara anda karena Pakistan telah memberi kita tempat tinggal (selama pendudukan 1997-1989 Afghanistan oleh Uni Soviet), sehingga Pakistan menganggap kami saudara dan memberikan rumah dan kami menghabiskan waktu di Pakistan dengan hormat sebagai pengungsi," katanya.

Ditanya jika India menyerang Pakistan, apa yang akan ditanggapi Afghanistan, presiden mengatakan, "Siapa saja yang menyerang Pakistan, Afghanistan akan berdiri dengan Pakistan sebab Afghanistan akan menjadi saudara Pakistan. Afghanistan tidak akan pernah mengkhianati saudaranya," katanya.

Ia mengeluh bahwa Pakistan telah melakukan banyak perbuatan kepada Afghanistan tapi katanya "Afghanistan tetap saudara."

Karzai membuat komentar mengejutkan itu di tengah ketegangan meningkat tajam antara Pakistan dan Amerika Serikat setelah para pejabat militer Amerika mengancam tindakan militer sepihak terhadap Pakistan, yang dijadikan pangkalan kelompok-kelompok perlawanan Afghanistan, termasuk jaringan Haqqani.

Menteri Luar Negeri Hillary Clinton pada Jumat mengatakan Amerika Serikat tidak memiliki rencana untuk meluncurkan serangan darat di Pakistan, tetapi mendesak Islamabad untuk bertindak dalam "beberapa hari dan beberapa pekan" untuk "menekan" jaringan Haqqani dan faksi-faksi bersenjata lainnya yang melakukan serangan lintas-perbatasan ke Afghanistan.

Presiden Karzai juga menghilangkan kesan bahwa Afghanistan dan India menandatangani perjanjian kemitraan strategis dalam pandangan memperburuk hubungan negaranya dengan Pakistan, setelah pembunuhan bulan lalu atas utusan perdamaian Afghanistan Prof.Burhanuddin Rabbani.

"Sekarang, hubungan kita dengan India, penandatanganan kemitraan strategis kami dengan India, hal itu tidak terjadi secara mendadak. Ini adalah sesuatu yang kita telah kerjakan selama bertahun-tahun," kata presiden Afghanistan.

"Namun kunjungan (ke New Delhi) tidak dilakukan setelah masalah ini terjadi. Ini sudah direncanakan lama, jauh sebelum itu," kata Karzai.

Karzai mengatakan, ketegangan antara Amerika Serikat dan Pakistan tidak memiliki dampak pada sikap Kabul terhadap Islamabad.

"Anda tahu bahwa kami memiliki keterlibatan dengan Pakistan untuk waktu yang lama dan jika kemudian muncul hubungan seperti kakak beradik, anda akan mendapati bahwa Afghanistan akan ada bersama anda di saat kesulitan," katanya.

Presiden Afghanistan, bagaimanapun, mengatakan ada "rasa sakit" di Afghanistan selama berurusan dengan Pakistan.

"Tolong, saudara, berhenti menggunakan semua metode yang menyakiti kita dan sekarang menyakiti anda, mari kita terlibat dari platform yang berbeda, sebuah platform di mana dua saudara hanya menuju ke kemajuan masa depan yang lebih baik, dalam hubungan damai dan harmoni dengan Afghanistan. Dengan anda," katanya.

Karzai mengatakan, kebijakan negaranya terhadap Pakistan tidak akan didikte oleh negara manapun, termasuk Amerika Serikat dan India.

Dia menambahkan bahwa "Afghanistan memiliki kebijakan sendiri, berdiri sendiri, melihat sendiri dari sudut pandang yang jelas, dalam berurusan dengan saudara-saudara di Pakistan."
Kecelakaan Marco Simoncelli
Sepang, (Fokus Internasional) - Panitia lomba membatalkan balap MotoGP Seri Malaysia Minggu, setelah kecelakaan yang terjadi di lap kedua.

Pernyataan resmi yang dirilis Panitia Lomba Malaysia dan Dorna, perusahaan pelaksana MotoGP, mengatakan: "telah memutuskan untuk membatalkan balap yang tersisa."

Balap dihentikan pada menit keempat, ketika pebalap Honda, Marco Simoncelli, jatuh, kemudian terhantam Collin Edwards dan Valentino Rossi.

Sabtu, 22 Oktober 2011

Gaddafi punya kesempatan menyerah

Salah satu gambar kematian Gaddafi
New Delhi (Fokus Internasional) - Menteri Luar Negeri Prancis, Alain Juppe, mengatakan, Jumat, mantan pemimpin Libya, Muamar Gaddafi (atau Moamer Khadaffy dalam lafal Barat), telah ditawari "kondisi baik" untuk menyerah, tapi telah menolak tawaran itu.

"Hak rakyat Libya untuk menangkapnya dan untuk membawanya ke depan pengadilan. Keadaan telah berkembang ke arah lainnya," katanya pada wartawan di New Delhi dalam lawatan ke ibu kota India itu.

Ia (Gaddafi) menunjukkan reaksi dengan cara yang sangat agresif. Ia telah ditawari kondisi yang baik bagi penyerahannya. Ia menolak itu, kata Juppe.

Juppe, yang memuji "berakhirnya 42 tahun tirani" setelah Gaddafi tewas, Kamis, mengatakan bahwa misi PBB mungkin akan dibutuhkan untuk membantu menstabilkan Libya pasca-konflik.

"Pilihan mengenai Libya baru terserah pada rakyat Libya," katanya. 

Keluarga tuntut mayat Gaddafi dikembalikan

Jenazah Gaddafi
Misrata, Libya (Fokus Internasional) - Keluarga Muamar Gaddafi menuntut diberi kesempatan untuk memakamkan mayat mantan penguasa Libya itu.

Dalam satu pernyataan di stasiun televisi pro-Gaddafi yang berpusat di Suriah, keluarga mantan pemimpin Libya tersebut meminta penyerahan mayat Gaddafi, putranya Mu`tassim, dan orang lain yang tewas pada Kamis (20/10).

"Kami menyeru PBB, Organisasi Kerja Sama Islam (OIC) dan Amnesty International agar memaksa Dewan Peralihan Nasional menyerahkan mayat para syuhadakepada suku kami di Sirte dan mengizinkan mereka melakukan upacara pemakaman mereka sejalan dengan ajaran Islam," demikian isi pernyataan keluarga Gaddafi.

Dalam konferensi yang tak banyak dihadiri wartawan Jumat larut malam, Sekretaris Jenderal NATO Anders Fogh Rasmussen mengatakan perhimpunan Barat tersebut telah mengambil keputusan awal untuk menyerukan penghentian Operation Unified Protector pada 31 Oktober.

Rasmussen tak menyampaikan penyesalan secara terbuka mengenai kematian mantan pemimpin Libya tersebut, yang ditangkap dalam keadaan hidup oleh anggota Dewan Peralihan Nasional (NTC) tapi dibawa dalam keadaan tewas ke satu rumah sakit.

Para pejabat NTC telah mengatakan Gaddafi belakangan meninggal akibat lukanya di dalam ambulans, tapi pengemudi ambulans, Ali Jaghdoun, mengatakan kepada Reuters bahwa Gaddafi sudah meninggal ketika ia mengambil mayatnya.

"Saya tidak berusaha menolong dia, sebab ia sudah meninggal," kata Jaghdoun, di dalam kesaksian yang menambah besar dugaan yang sudah tersebar luas bahwa Gaddafi dihakimi secara beramai-ramai.

Sayap hak asasi manusia PBB menyatakan penyelidikan diperlukan mengenai apakah ia dihukum mati secara singkat. Para pemimpin sementara harus memutuskan apa yang dilakukan dengan mayatnya.