FOKUS INTERNATIONAL KEMBALI HADIR UNTUK PARA PEMBACA SEKALIAN

jual beli liberty reserve, jual beli paypal

Senin, 26 Maret 2012

Ossetia Selatan pilih presiden

Tskhinvali, Georgia (Fokus/ANTARA News) - Wilayah separatis Georgia yang didukung Moskow, Ossetia Selatan, melakukan pemungutan suara untuk memilih presiden baru, Minggu, dan mantan utusannya untuk Moskow dipandang sebagai calon yang mendapat restu Kremlin.

Pemenang dalam pemilihan itu akan menjadi presiden baru pertama Ossetia Selatan sejak Moskow mengakui wilayah kecil pegunungan di perbatasan selatan itu sebagai negara merdeka setelah perang singkat Rusia dengan Georgia pada 2008, lapor Reuters. 


Editor : Jendri Frans Mamahit
Paris (Fokus/ANTARA News/Xinhua-OANA) - Kendati dampak penembakan dengan mengendarai skuter di Toulouse berakhir dengan tewasnya pria bersenjata yang mendapat ilham dari Al-Qaeda, bagi umat Muslim di Prancis, babak penembakan berantai itu belum usai dan membuat khawatir.

Mereka khawatir peristiwa tragis tersebut akan meningkatkan ketakutan dan keprihatinan terhadap Islam di negeri itu, tempat minoritas Muslim dan keamanan menjadi topik pembicaraan panas selama beberapa pekan menjelang pemilihan presiden.

Mohamed Merah dicurigai membunuh tiga personel pasukan-para nasional dari etnik minoritas dan empat orang Yahudi dalam dua pekan belakangan di kota besar Toulouse serta Montauban di bagian selatan negeri tersebut.

Tersangka yang bersenjata itu tewas Kamis (22/3), saat ia berusaha melepaskan tembakan untuk menyelamatkan diri setelah polisi mengepung satu rumah selama 21 jam di Toulouse.

Asma, seorang mahasiswi bercadar dari fakultas ekonomi, menyampaikan keprihatinan mengenai peningkatan rasisme dan sikap tak bertoleransi terhadap umat Muslim.

"Merah tewas tapi ia menghidupkan kembali Islamofobia. Sayangnya, umat Muslim dituding berada di balik setiap tindakan salah dan Islam menjadi topik panas dalam perdebatan politik," kata mahasiswi Aljazair yang berusia 24 tahun tersebut. Ia menolak untuk menyebutkan nama lengkapnya kepada Xinhua --yang dipantau ANTARA di Jakarta, Ahad pagi.

Asma menyerukan pemikiran baru untuk mengetahui apa motif Merah memilih radikalisme.

"Lebih baik mencari penyebab nyata peristiwa semacam itu daripada menggunakan Islam sebagai kambing hitam. Saya berharap Prancis dapat mengesampingkan praduga dan secara sungguh-sungguh menghormati prinsip kebebasan, persaudaraan dan kesamaan di Republik ini," ia menambahkan.

Satu studi baru-baru ini oleh biro statistik nasiona, INSEE, memperlihatkan 229.000 pendatang non-Eropa yang berusia 15 tahun atau lebih yang tinggal di daratan utama Prancis tak bekerja, dan angka pengangguran mencapai 23,1 persen.

Para penjahat muda yang menafsirkan Islam menurut pendapat mereka sendiri memicu kemarahan, terutama dari pengikut sayap kanan-jauh, yang menyatakan pembunuhan "adalah bukti" bahwa Prancis "secara membahayakan telah meremehkan ancaman dari fundamentalisme Islam".

Pemimpin Partai Front Nasional --yang anti-imigrasi, Marine Le Pen mengatakan, Prancis mesti mengobarkan perang melawan kelompok agama dan politik radikal.

Sementara itu calon dari partai UMP dan Presiden petahana (incumbent), Nicolas Sarkozy --yang mencela "serangan teror" yang dilandasi atas "motivasi rasisme", mengatakan "Prancis takkan mentoleransi indoktrinasi ideologi di tanahnya."

Namun negeri itu "tak boleh tergoda oleh aksi balas dendam", katanya.

Sarkozy mengumumkan penindasan atas orang yang mengikuti jejaring ekstrem. Semua tindakan itu menghidupkan kenangan mengenai pemilihan presiden 2007, ketika sikapnya terhadap keamanan dan masyarakat minoritas Muslim membantu dia meraih kekuasaan.

Bagi Amine Rayhani, seorang insinyur telekomunikasi, pendatang dan Islam telah menjadi topik utama kampanye pemilihan umum dan para calon dari berbagai partai akan mengobarkan perasaan tak aman dan Islamofobia semata-mata untuk mengantungi tiket menuju Istana Elysee.

"Apa yang terjadi di Toulouse pada masa itu akan mengubah pusat perhatian kepada orang Muslim dan risiko yang mereka timbulkan atas negara sekuler untuk mengumpulkan suara, dan mengabaikan prilaku semacam itu dapat memecah-bela rakyat serta menyulut rasisme," kata pendatang dari Tunisia tersebut.

Prancis, tempat tinggal masyarakat Muslim terbesar di Eropa --sebanyak lima juta orang, sudah melarang kaum Muslimah memakai jilbab dan lambang lain agama di sekolah.


Editor : Jendri Frans Mamahit

Polisi Inggris upayakan hak untuk mogok

London (Fokus/ANTARA News) - Bagaimana jadinya dengan situasi kota kalau polisi mogok?

Itu lah yang diupayakan polisi Inggris, yang marah dengan rencana pemerintah untuk mengurangi pekerjaan dan membekukan bayaran.

Mereka berencana melakukan pemungutan suara mengenai apakah mereka mengingini hak untuk mogok, kata satu lembaga yang mewakili mereka pada Kamis (22/3).

Police Federation, yang mewakili 135.000 "bobbi" biasa dan petugas berpangkat rendah di Inggris dan Wales, mengatakan tindakan untuk mengupayakan hak penuh industri tersebut memperlihatkan anggotanya marah terhadap upaya penghematan pemerintah.

"Petugas benar-benar merasa apa yang dilakukan pemerintah ialah memangkas kebijakan terbaik Inggris," kata juru bicara Federation sebagaimana dikutip Reuters --yang dipantau ANTARA di Jakarta, Jumat siang. "Korban pemotongan akan jadi masyarakat umum Inggris."

Pemerintah koalisi pimpinan Konservatif di Inggris berusaha membuat pemotongan sebesar 20 persen anggaran sebagai bagian dari tindakan penghematan yang lebih luas yang dirancang untuk mengurangi defisit anggota yang sangat besar.

Seperti semua pekerja sektor masyarakat, personel polisi menghadapi pembekuan bayaran dan sumbangan pensiun yang lebih besar.

Perwira polisi Inggris terakhir kali melakukan pemogokan pada 1919, dalam sengketa mengenai bayaran dan telah dilarang melakukan aksi industri apa pun sejak 1990-an.

Namun, sekalipun anggotanya memberi suara yang mendukung hak untuk mogok, perubahan tersebut akan memerlukan hukum yang akan diubah dan dapat dihalangi oleh parlemen.

Police Federation menyatakan kajian bagi sebagian personel adalah "senjata terakhir" dan organisasi itu bermaksud melancarkan protes di London tengah sebelum konferensi tahunannya pada Mei.

Pada 2008, sebanyak 20.000 personel yang tak bertugas berpawai di London dalam protes terbesar yang pernah dilancarkan oleh polisi, dalam sengketa mengenai bayaran dengan pemerintah Buruh saat itu --yang dipimpin oleh Gordon Brown.

"Perasaan anggota sangat marah, jauh lebih besar ketimbang yang kita saksikan pada 2008, dan oleh karena itu kami sangat sadar apa yang diperlukan rencana kami untuk bisa menunjukkan kekuatan perasaan mereka," kata juru bicara tersebut.


Editor : Jendri Frans Mamahit
Jakarta (Fokus/ANTARA News) - Angkatan Udara Amerika Serikat agaknya akan memangkas jumlah pangkalan pesawat tempur generasi kelima mereka, F-35 Joint Strike Fighter, sebagai langkah lanjut dari penangguhan pembiayaan pesawat tempur senilai triliunan dolar Amerika Serikat itu.

Menurut satu situs, adalah Kepala Staff Angkatan Udara Amerika Serikat, Jenderal Norton Scwartz, dan Asisten Operasi-nya, Letnan Jenderal Herbert Hawk Carlisle, yang akan mengalokasikan jumlah pangkalan itu dari semula 40-an menjadi di bawah 30 pangkalan.

"Jika Anda memangkas jumlah pangkalan dari 40-an menjadi 30-an, Anda akan mengubah rencana. Menjadi lebih efisien bagi rencana jangka panjang," kata seorang pejabat di Pentagon, Amerika Serikat, Sabtu.

Rencana induk Pentagon pada 2010 memperkirakan pengurangan sebanyak 1 triliun dolar Amerika Serikat untuk pengadaan 2.443 unit F-35 bagi Angkatan Udara, Angkatan Laut, dan Korps Marinir. 

Dengan mengurangi jumlah pangkalan namun menguatkan skuadron tempurnya, mereka yakin akan bisa menghemat sejumlah sangat besar anggaran pertahanan.

Salah satu pilihan yang akan ditempuh mereka adalah mengurangi jumlah pangkalan sekaligus menambah jumlah pesawat tempur dalam satu skuadron. 

Biasanya, satu skuadron terdiri dari antara 12 hingga 24 unit pesawat terbang, namun mungkin, Pentagon menginginkan jumlah itu ditambah menjadi 36 F-35 dalam satu skuadron.

Editor : Jendri Frans Mamahit
Lima (Fokus/ANTARA News) - Inggris menyebut pemerintah Peru "tidak bersahabat" Kamis setelah kunjungan satu kapal perang Inggris ke pelabuhan utama Peru dibatalkan oleh Lima untuk menunjukkan solidaritasnya pada Argentina.

Kongres Peru menyetujui izin pergat HMS Montrose singgah di negara Andea itu sebagai bagian kerja sama untuk memerangi perdagangan narkoba di negara produser terbesar kedua koka di dunia itu. Koka adalah bahan mentah bagi kokain.

Tetapi kunjungan itu dibatalkan pada saat terakhir pekan ini oleh Menteri Luar Negeri Peru Rafael Roncagliolo. Ia sebelumnya mendukung bagi kapal itu berlabuh di perairan Peru-- hanya untuk merealisasi bahwa itu bertentangan dengan satu janji yang dia buat kepada masyarakat Amerika Selatan UNASUR yang mengatakan Peru mendukung klaim Argentina atas kepulauan yang disengketakan itu.

"Pemerintah Inggris kecewa dengan pembatalan ini dan cara penanganannya," kata kedubes Inggris di Lima dalam satu pernyataan. "Inggris adalah investor asing terbesar kedua di Peru dan negara-negara kami bekerja sama erat dalam memerangi narkoba."

Kerajaan Inggris dan Argentina terlibat perang di kepulauan itu hampir 30 tahun lalu. Ketegangan-ketegangan tetap berlangsung dan persinggahan kapal perang Inggris di perairan Peru menjadi satu perang diplomatik antara Argentina dan Kerajaan Inggris.

Argentina bulan ini mengatakan pihaknya akan mencegah Inggris mengizinkan perusahaan-perusahaan untuk mengeksplorasi minyak di pulau-pulau di Samudra Atlantik selatan itu.

Para anggota parlemen Peru mengecam Roncagliolo di Kongres. "Kami untuk apa yang mereka sebut satu kecerobohan diplomatik dan mendesak dia mundur untuk menghindari investasi penting asing berada dalam bahaya, kendatipun Perdana Menteri Oscar Walder mengatakan ia mendukung Roncagliolo."

Roncagliolo juga melukai perasaan militer Peru, yang mengatakan Peru tidak berhutang budi pada Argentina karena merasa Argentina mendukung Ekuador dalam perang Peru-Ekuador tahun 1995, demikian Reuters.


Editor : Jendri Frans Mamahit
Hong Kong (Fokus/ANTARA News) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan pemerintah Indonesia dan otoritas administrasi Hong Kong sepakat untuk menjalin kerja sama dalam pengusutan aset hasil korupsi.

"Misalnya, ada yang ingin menaruh aset di Hong Kong, negara ini bersedia bekerja sama untuk mengusut itu," kata Yudhoyono ketika bertatap muka dengan para warga negara Indonesia di Hong Kong, Minggu.

Presiden Yudhoyono bertemu dengan kepala Kepala Eksekutif Kawasan Administrasi Khusus Hong Kong, Donald Tsang.

Dalam pertemuan itu, kata Yudhoyono, Tsang sepakat untuk menjalin kerja sama dalam bidang pengusutan aset yang berasal dari tindak pidana korupsi.

Yudhoyono menegaskan kerja sama dalam bidang pemberantasan tindak pidana korupsi itu akan membuat Indonesia lebih bersih. Dengan begitu, Indonesia bisa memiliki sumber daya yang lebih untuk melakukan pembangunan dan perbaikan ekonomi.

Selain sepakat dalam hal pengusutan aset hasil korupsi, Yudhoyono dan Tsang juga sepakat untuk mempererat hubungan dalam bidang pemberantasan berbagai jenis kejahatan transnasional.

Kemudian, mereka juga sepakat untuk memperkuat kerja sama dalam berbagai bidang yang lain, seperti ketenagakerjaan, pariwisata, dan pendidikan.

Khusus untuk kerja sama pendidikan, Yudhoyono berharap jumlah mahasiswa Indonesia yang belajar di Hong Kong bisa bertambah.

Menurut dia, hingga kini hanya sekitar 50 orang mahasiswa Indonesia yang belajar di Hong Kong.

"Perlu juga kerja sama top universities dengan Hong Kong," kata Yudhoyono menambahkan. 


Editor : Jendri Frans Mamahit
Moskow (Fokus/ANTARA News) - Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengunjungi wilayah demiliterisasi (netral) antara Korea Utara dan Korea Selatan serta memantau kawasan Korut menggunakan teropong, demikian dilaporkan CBS News pada Ahad, seperti dikutip RIA Novosti.

Obama tiba di Korsel untuk menghadiri hari kedua Konferensi Tingkat Tinggi Keamanan Nuklir selama dua hari yang dibuka di Seoul pada Senin (26/3) untuk membicarakan masalah nuklir Korut.

Dalam kunjungannya dia juga akan bertemu dengan para mitranya, antara lain Presiden Rusia Dmitry Medvedev, pemimpin China Hu Jintao dan Perdana Menteri Pakistan Yousaf Raza Gilani.

Pada pagi hari Obama menemui sebanyak 28 ribu tentara AS yang ditugaskan di pos militer Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Bonifas --sejauh 400 meter di selatan kawasan demiliterisasi yang memiliki jarak empat kilometer.

Kemudian dia juga berkunjung ke pos Panmunjom dan berjalan hanya sekitar 100 yard dari garis perbatasan kedua negara.

Video yang bergambar Obama berjalan begitu dekat dengan kawasan Korut disiarkan di seluruh negara.

Kawasan demiliterisasi tersebut memisahkan Semenanjung Korea menjadi Selatan dan Utara dimana kedua negara menandatangani gencatan senjata pada 1953 dan saat ini masih dalam kondisi perang.


Editor : Jendri Frans Mamahit

Pusat media KTT Nuklir di Seoul dibuka

Seoul (Fokus/ANTARA News) - Korea Selatan, Ahad, secara resmi membuka pusat media berteknologi tinggi bagi media dari seluruh negara terkait konferensi tingkat tinggi dunia yang bertujuan mencegah terorisme nuklir dan memastikan keamanan mengenai atom.

Pusat Media Internasional terletak dekat dengan ruang konferensi Pusat Pameran dan Balai Sidang (COEX) dimana KTT Keamanan Nuklir selama dua hari dimulai pada Senin (26/3) dan menampung ribuan wartawan dari berbagai negara, lapor Yonhap.

KTT tersebut akan menjadi pertemuan terbesar bagi Korsel yang telah menjadi penyelenggara pertemuan G-20 pada November 2010.

Sejumlah perwakilan dari 58 negara dan empat organisasi internasional termasuk 45 kepala negara akan menghadiri KTT tersebut.

Presiden Amerika Serikat Barack Obama tiba di Seoul lebih awal yaitu pada Ahad.

"Sekretariat Persiapan bagi KTT Nuklir Seoul akan menjadi pusat media internasional terbaik untuk mendukung kegiatan peliputan dari sebanyak 3.700 pewarta dari sekitar 60 negara di dunia," kata juru bicara Sekretariat Persiapan asal Korsel, Hahn Choong-hee.

Sejumlah layar besar dan monitor digital di pusat media akan menyiarkan secara langsung seluruh acara dan perhelatan KTT termasuk upacara sambutan, santap malam kerja dan pernyataan serta pertemuan para kepala negara, jelas pengelola KTT.

Pusat media menawarkan layanan penterjemahan di tempat dalam 11 bahasa termasuk Bahasa Inggris, Bahasa Jepang, Bahasa China, Bahasa Jerman, Bahasa Prancis, dan Bahasa Arab, tambah mereka.

Menurut pengelola, meja keterangan utama menyediakan keterangan umum bagi wartawan termasuk jadwal KTT dalam program yang disiarkan, keterangan lalu lintas dan kunjungan, mesin cetak dan fax serta layanan teknis lain.

Selain itu layanan laporan hilang dan penemuan barang juga akan disiapkan di meja informasi, jelas mereka. 


Editor : Jendri Frans Mamahit
Moskow (Fokus/ANTARA News) - Presiden Rusia Dmitry Medvedev, Ahad, berangkat menuju Korea Selatan dan India.

Medvedev akan menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Keamanan Nuklir di ibu kota Korsel, Seoul, dan pertemuan kepala negara BRICS (Brazil, Rusia, India, China, Afrika Selatan) di New Delhi, India, lapor RIA Novosti.

KTT Keamanan Nuklir Seoul 2012 akan berlangsung pada 26-27 Maret 2012.

Pertemuan akan membahas upaya kerja sama internasional untuk melindungi bahan baku nuklir dan instalasi dari kelompok teroris.

Sebanyak 40 kepala negara direncanakan mengunjungi perhelatan tersebut dan Rusia diharapkan berbagi pengalaman dalam mengelola keamanan instalasi nuklir.

Dalam pertemuan, menurut Ajudan Presiden Rusia Sergei Prikhodko, Medvedev akan menemui Presiden Amerika Serikat Barack Obama untuk membahas rencana bagi pengoperasian pertahanan peluru kendali AS yang direncanakan di Eropa dan juga mengenai konflik Suriah.

Medvedev juga akan bertemu dengan Presiden Korsel Lee Myung-bak untuk membahas keadaan di Semenanjung Korea.

Setelah Seoul, Medvedev akan mengunjungi New Delhi untuk bertemu dengan para kepala negara BRICS.

Dalam jadwal pertemuan dia akan mengadakan perundingan dengan Presiden China Hu Jintao, Perdana Menteri India Manmohan Singh dan Presiden Brazil Dilma Rousseff.


Editor : Jendri Frans Mamahit

Obama kunjungi perbatasan Korea

Zona Demiliterisasi, Korea Selatan (Fokus/ANTARA News/AFP) - Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama, mengunjungi perbatasan antar-Korea yang tegang, dan menyebutnya "perbatasan kebebasan", selain ia mengecam rencana Korea Utara (Korut) untuk meluncurkan roket.

Obama mengunjungi Korea Selatan (Korsel) untuk menghadiri Konperensi Tingkat Tinggi (KTT) 53 negara yang akan dimulai Senin 926/3) mengenai upaya memerangi terorisme nuklir. Tetapi, konflik nuklir dengan Korut dan Iran, dan peluncuran roket mendatang, diperkirakan mendominasi perhatian di sela-sela perundingan itu.

Obama mengemukakan kepada pasukan AS di satu ruang makan di Kamp Bonifas, dekat perbatasan itu, mereka adalah bagian dari satu "garis panjang" tentara yang telah membantu Korsel menjadi makmur.

"Kalian berada di perbatasan kebebasan," katanya. Perbedaan antara Korsel dan Korut tidak dapat dihilangkan, sama sekali tidak dapat.

AS menggelar 28.500 tentara di Korsel. Gedung Putih mengatakan kunjungan presiden itu ke Zona Demiliterisasi di sekitar perbatasan itu adalah untuk menyampaikan penghargaannya kepada mereka dan menegaskan komitmen pada keamanan Korsel.

Obama, yang berdiri di belakang satu sekat kaca tahan peluru, memandang secara tajam ke arah Korut melalui teropong dan mengobrol dengan para perwira militer AS.

Satu bendera besar Korut dikibarkan setengah tiang di satu desa bagian Korut daerah demiliterisasi (DMZ) itu untuk memperingati 100 hari meninggalnya pemimpin negara itu Kim Jong- Il. Korut menyelenggarakan peringatan ke-100 hari meninggalnya pemimpin itu Ahad.

Ketegangan tetap tinggi di bawah pemerintah putra bungsu Kim dan juga penggantinya Kim Jong-Un.

Satu perjanjian dengan AS yang diumumkan bulan lalu menetapkan Korut akan melaksanakan satu pembekuan kegiatan nuklir dan penghentian uji coba rudal dengan imbalan bantuan pangan dari AS, yang menimbulkan harapan meredanya ketegangan.

Tetapi kurang dari tiga pekan kemudian Korut mengumumkan akan meluncurkan satu satelit antara 12 dan 16 April--satu rencana yang menurut AS melanggar perjanjian Februari serta ersolusi-resolusi PBB.

Pyongyang melakukan uji coba senjata-senjata nuklir tahun 2006 dan 2009. AS dan negara-negara lain mengatakan peluncuran satelit yang diumumkan Pyongyang itu sesungguhnya adalah uji coba rudal-rudal yang dapat membawa hulu ledak nuklir pada masa depan.

Korut mengatakan ada puluhan peluncuran satelit untuk tujuan damai di seluruh dunia setiap tahun dan setiap usaha untuk menghambat operasinya sendiri akan menimbulkan "tindakan-tindakan balasan" yang tidak disebutnya secara khusus. Korut menegaskan rencananya itu tidak melanggar perjanjian dengan AS.

Obama mendarat dengan menggunakan helikoper di Kamp Bonifas, nama seorang perwira AS yang dikampak sampai mati oleh pasukan Korut dalam bentrokan di DMZ tahun 1976.

Obama akan bertemu dengan sahabat eratnya Presiden Korsel Lee Myung-Bak di Seoul Ahad petang untuk berunding kemudian menyelenggarakan jumpa wartawan bersama.

Ia pada Senin akan berunding dengan Presiden China Hu Jintao dan Presiden Rusia Dmitry Medvedev di sela-sela KTT Seoul.

China adalah sekutu penting Korut. China dan Rusia-- bersama dengan Korsel, Jepang dan AS terlibat perundingan yang macet yang dimulai tahun 2030 menyangkut penghentian program senjata nuklir Korut.

KTT Keamanan Nuklir yang akan berlangsung dua hari itu akan dipusatkan pada usaha meminimalkan ancaman terorisme senjata nuklir dan menjamin atau menghancurkan pasokan-pasokan plutonium dan uranium yang diperkaya dalam kadar tinggi dunia.

Korut mengecam KTT Seoul itu sebagai satu yang "lucu dan penuh ejekan" yang bertujuan untuk menggalang opini dunia terhadap program nuklirnya.


Editor : Jendri Frans Mamahit