FOKUS INTERNATIONAL KEMBALI HADIR UNTUK PARA PEMBACA SEKALIAN

jual beli liberty reserve, jual beli paypal

Minggu, 08 Januari 2012

Iran Berterima Kasih Pada Angkatan Laut AS

Kementerian Luar Negeri Iran hari Sabtu (7/1/2012) menyambut baik dan berterima kasih kepada Angkatan Laut Amerika Serikat yang telah menyelamatkan 13 nelayan Iran dari sekapan bajak laut Somalia di Laut Arab, dan menyebutnya sebagai "aksi kemanusiaan".

Namun kantor berita Fars yang berhaluan keras dan dekat dengan elit Garda Revolusioner Iran, menolak penyelamatan itu dan menyebutnya sebagai aksi propaganda bergaya Holywood, yang dimaksudkan untuk membenarkan kehadiran Angkatan Laut AS di Teluk Persia.

Para pejabat Amerika yang mengumumkan aksi penyelamatan itu hari Jumat, mengatakan para pelaut AS dari kapal perusak Kidd yang bersenjata misil, menyelamatkan para nelayan Iran dan menahan 15 perompak Somalia.

AL Amerika menyelamatkan para nelayan Iran setelah salah satu nelayan dalam komunikasi radio menginformasikan bahwa mereka sedang ditawan bajak laut Somalia.

Para pejabat AS menyebutkan bahwa kapal perusak yang menyelamatkan nelayan Iran adalah bagian dari kelompok kapal perang AS yang sama, yang ditolak kehadirannya di Teluk Persia oleh Iran selama ini.

"Kami menganggap aksi pasukan Angkatan Laut Amerika Serikat menyelamatkan nelayan Iran sebagai aksi kemanusiaan dan tindakan positif. Kami menyambut baik perilaku yang baik seperti itu," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Ramin Mehmanparast kepada televsi pemerintah berbahasa Arab, Al Alam, Sabtu. "Kami pikir semua negara harus melakukan tindakan yang sama," katanya, seperti dilaporkan Los Angeles Times, Minggu (8/1/2012).

Sementara kantor berita Fars yang berhaluan keras mengatakan, kapal angkatan laut Iran sering membebaskan kapal-kapal asing dari sekapan perompak tanpa mencari publisitas.

"Sebuah helikopter AS merekam aksi penyelamatan itu dari menit pertama, seperti membuat film Hollywood di lokasi tertentu dengan aktor tertentu. Ini menunjukkan Amerika berusaha mengeksploitasi aksi penyelamatan ini melalui media dan menghadirkan kapal perang Amerika sebagai penyelamat," demikian Fars.

Aksi penyelamatan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Barat dan Iran soal program nuklir Iran. Amerika dan sekutunya mencurigai Iran berusaha mengembangkan senjata nuklir, namun tuduhan itu dibantah Teheran dan menyebutkan program nuklir itu hanya untuk kepentingan perdamaian.

Menanggapi meningkatnya sanksi Barat, pejabat Iran mengancam akan menutup Selat Hormuz. Sekitar seperlima ekspor minyak dunia melalui selat itu.

Hari Selasa pekan lalu, Panglima militer Iran meminta kapal induk John C Stennis untuk tetap keluar dari Teluk Persia setelah melintasi Selat Hormuz. AL Iran juga melakukan latihan perang selama 10 hari di dekat selat itu.

Hari Sabtu, Garda Revolusi Iran memulai latihan militer di dekat perbatasan Afganistan, demikian Fars melaporkan. Mohammed Pakpour, komandan pasukan, menyebutkan latihan perang itu bertujuan meningkatkan keamanan perbatasan. Iran juga berencana menggelar latihan militer tambahan di dekat Selat Hormuz bulan Februari 2012.

0 komentar:

Posting Komentar