Sanaa (Fokus/ANTARA News/Xinhua-0ANA) - Kantor Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh meminta kedutaan besar Amerika Serikat di Sanaa untuk mengembalikan paspornya, demikian kata para pejabat, pada Selasa, hampir sepekan setelah pemimpin veteran itu menyatakan menunda perjalanan medisnya ke AS.

"Kantor Presiden Saleh meminta kedutaan besar AS di Sanaa untuk mengembalikan paspor presiden dan timnya," kata seorang pejabat di kantor Saleh yang tak bersedia disebut namanya kepada Xinhua.

Perjalanan medis diusulkan oleh Presiden Saleh untuk menyelesaikan pengobatan atas luka yang dideritanya dalam serangan bom di istana presiden pada 3 Juni 2011, yang memaksa ia bersama dengan 87 pejabat lain untuk dirawat di rumah sakit selama berbulan-bulan di Arab Saudi, negeri tetangganya.

Pada Rabu lalu, juru bicara Departemen Luar Negeri AS Victoria Nuland mengatakan bahwa negaranya tidak membuat keputusan apakah mengizinkan Presiden Saleh untuk perawatan medis.

Tanggapan AS membuat marah Presiden Saleh dan para pemimpin partainya, kata salah satu pembantu Saleh.

Keputusan presiden terbaru muncul sehari menjelang sidang yang dijadwalkan parlemen Yaman untuk meluluskan kekebalan hukum bagi Presiden Saleh dan para pembantunya sesuai dengan kesepakatan alih-kekuasaan yang diperantarai Teluk.

Ribuan pengunjuk rasa di Sanaa berikrar untuk berpawai ke gedung parlemen pada Rabu untuk memprotes hukum yang kontroversial itu dan permintaan menuntut Presiden Saleh dan para pembantunya.