(ANTARA News) - Delapan orang tewas akibat kontak senjata antara polisi dan penjahat di kota Monterrey, Meksiko utara, sementara sedikitnya enam orang tewas ketika sebuah granat meledak di Guadalajara, kata polisi seperti dikutip AFP.

Serangan itu adalah kekerasan mematikan terakhir selama perang terhadap obat bius di Meksiko, ketika berbagai kartel kejahatan negara itu memperebutkan wilayah kekuasaannya, sedangkan pemerintah menggunakan polisi dan tentara dalam upaya menghancurkan mereka.

Sekitar pukul 4 waktu setempat (atau pukul 10 GMT) satu unit tentara khusus dan polisi Reaksi Cepat telah menghentikan dua kendaraan yang mencurigakan di pinggiran kota industri Monterrey, kata Sekretarian Pertahanan.

Para penumpang mobil itu menanggapi dengan menarik senjata dan menembak.

"Tujuh yang diduga penyerang tewas" dalam bakutembak itu," kata sekretariat itu seraya menambahkan bahwa para penembak "telah menyerang sisi kendaraan, menyebabkan kematian satu warga sipil".

Monterrey, kota makmur dan menampung operator-operator lokal dari beberapa perusahaan internasional, terletak di persimpangan beberapa jalan -- sering digunakan sebagai rute penyelundupan obat bius -- menuju ke utara ke Amerika Serikat.

Dua kelompok obat bius yang bersaing, kartel Teluk dan bekas sekutu mereka, Zetas, telah bertempur untuk menguasai wilayah itu.

Secara terpisah, pada sekitar waktu yang sama seorang penyerang tak dikenal telah melemparkan granat di beranda sebuah bar yang penuh sesak di kota Guadalajara di Meksiko timur, kata polisi kepada wartawan.

Sejumlah pria bersenjata menembak di bar yang dipenuhi pelanggan itu, kemudian melarikan diri dengan beberapa mobil.

Menurut polisi, tiga wanita dan tiga pria tewas akibat serangan itu dan lebih dari 20 orang terluka.

Gang-gang narkoba telah meningkatkan perang wilayah dalam beberapa pekan terakhir di Guadalajara, kota berpenduduk paling padat kedua di Meksiko dengan 4,4 juta warga.

Itu adalah serangan granat kedua di sebuah bar di Guadalajara dalam kurang dari sebulan setelah pada 16 Januari lalu perselisihan antara sejumlah pria bersenjata dan para pemusik berakhir dengan ledakan yang menewaskan dua orang.

Lebih dari 34.600 orang tewas dalam kekerasan terkait perdagangan obat bius sejak Desember 2006, ketika pemerintah Presiden Felipe Calderon mengerahkan tentara dan polisi sebagai tindakan keras yang meluas terhadap kartel-kartel gelap