(ANTARA News) - Presiden Sudan Omar al-Bashir Jumat menyampaikan selamat kepada rakyat Mesir atas keberhasilan mewujudkan keinginan mereka, dan menawarkan kepada mereka dukungan tanpa syarat setelah Presiden Hosni Mubarak digulingkan pada hari ke18 protes anti-rezim.

"Kepresidenan republik ini mengucapkan selamat kepada saudara-saudara orang Mesir dalam mewujudkan keinginan mereka, dan pada kemenangan revolusi mereka," kata satu pernyataan yang disiarkan oleh kantor berita resmi SUNA.

"Kepresidenan menegaskan dukungan wajar tanpa kecuali dan berdiri kokoh bersama orang-Orang Mesir dalam mewujudkan aspirasi mereka dan meningkatkan posisi Mesir, serta pemulihan perannya sebagai negara perintis Arab, Afrika dan Islam," pernyataan itu menambahkan dikutip AFP.

Sebelumnya, dalam reaksi resmi pertama Khartoum terhadap peristiwa penuh gejolak di Mesir itu, kementerian luar negeri mengatakan menyambut baik "aspirasi sah" rakyat Mesir tersebut.

"Sudan menyambut dan menghormati pilihan dan kehendak rakyat Mesir

untuk mencapai aspirasi yang sah mereka, martabat dan kebebasan, stabilitas dan perdamaian," kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan.

Pemerintah Khartoum, yang telah ditekan demonstrasi sporadis di Sudan utara dalam beberapa pekan terakhir, telah dijaga ketat berkaitan dengan aksi protes massa nasional oleh tetangga utaranya, sekutu penting dengan siapa dia memiliki jalinan sejarah.

Para pejabat senior Sudan mengatakan mereka tidak takut pemberontakan populer seperti yang disaksikan di Mesir dan Tunisia, dan menggambarkan bahwa demonstrasi lokal tetapi vokal yang pecah di Khartoum dan kota-kota utara lainnya telah berakhir bulan lalu karena ilegal.

Presiden Sudan Omar al-Bashir, yang tampil berkuasa melalui kudeta militer didukung kekuatan Islam pada 1989, bersumpah pada Januari bahwa ia tidak akan melarikan diri dari negaranya, dan mengatakan ia akan meninggalkan kekuasaan "pada hari yang kami tahu bahwa rakyat Sudan menginginkannya."