Jakarta (Fokus/ANTARA News) - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Roma, Italia, berjanji akan menangani permasalahan dokumen 170 orang Indonesia yang menjadi awak kapal pesiar Costa Concordia yang karang di lepas pantai Tuscan, Italia, Jumat (13/1).

"KBRI akan menangani permasalahan dokumen itu. Semalam perwakilan dari KBRI sudah menemui awak kapal di Hotel Hilton, Roma, dan membicarakan mengenai sejumlah dokumen yang ada," kata koodinator Fungsi Penerangan Sosial Budaya (Pensosbud) KBRI Roma, Musurifun Lajawa, kepada ANTARA melalui sambungan telepon dari Jakarta, Selasa.

Dia juga mengatakan KBRI akan bertemu dengan awak kapal itu guna membicarakan penerbitan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) dan dokumen ketenagakerjaan lainnya.

"KBRI beserta awak kapal dan perusahaan juga akan membicarakan mengenai kepulangan mereka," ujarnya.

Musrifun menegaskan bahwa pihak perusahaan yang membawahi ABK tersebut memberi komitmen akan membantu memulangkan para ABK ke Indonesia, selain memberikan hak gaji para ABK sebelum dipulangkan ke tanah air.

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Roma, Italia menyatakan170 warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja di kapal Costa Concordia dalam kondisi selamat.

"Mereka sudah dipindahkan dari hotel-hotel yang ada di Grosseto ke Roma, tepatnya hotel Hillton yang berdekatan dengan bandara internasional Ciampino," tambah lelaki yang akrab disapa Mus ini.

Pemilihan hotel tersebut, lanjut dia, untuk memudahkan kepulangan WNI. Rencananya, WNI tersebut akan segera dipulangkan ke Tanah Air pada hari ini, jika urusan dengan pihak perusahaan sudah selesai.

KBRI Roma juga memberikan bantuan berupa makanan dan pakaian layak pakai kepada orang Indonesia itu.

Kapal Pesiar Costa Concordia, Jumat malam (13/1), menabrak karang hingga mengakibatkan lambung kapal robek sepanjang 70 meter. Kapal tersebut setengah tenggelam di perairan dangkal di dekat Pulau Giglio, sebuah tempat wisata yang berada 25 kilometer di lepas pantai Italia barat.

Saat kecelakaan terjadi, kapal yang memiliki panjang 290 meter itu sedang mengangkut lebih dari 4.200 penumpang dari 60 negara dan wilayah.