PBB, New York (ANTARA News/Xinhua-OANA) - Program Pangan Dunia (WFP) memperingatkan bahwa Libya akan menghadapi ancaman krisis total ketahanan pangan dalam waktu 45 sampai 60 hari ke depan, kata jurubicara PBB Farhan Haq di Markas PBB, New York, Amerika Serikat, Jumat.

"Sistem keamanan pangan di negeri tersebut telah sangat terganggu dan negeri itu tak bisa mengimpor cukup banyak makanan, gara-gara gangguan terhadap kegiatan pelabuhan dan kekurangan bahan bakar," kata Haq kepada wartawan dalam taklimat harian di Markas PBB, New York.

"WEP juga menyatakan langkah mendesak harus dilakukan guna meningkatkan arus makanan komersial, mengisi lagi gudang penyimpanan makanan dan menambah produksi lokal, serta mempertahankan jaring pengaman sosial," kata juru bicara tersebut.

Bantuan kemanusiaan telah tiba di kota Misrata dan Benghazi di Libya dalam beberapa hari belakangan, demikian laporan PBB, Selasa lalu.

Di Misrata, satu kapal milik WFP telah melego sauh. Kapal ini membawa 500 ton makanan serta tiga ambulans, air minum, pasokan medis, kata badan pangan PBB itu.