Roma (ANTARA News/Reuters) - Program Pangan Dunia Perserikatan Bangsa Bangsa (UNWFP) akan memulai program bantuan pangan darurat guna membantu 3,5 juta warga Korea Utara, menurut organisasi yang bermarkas di Roma itu, Jumat.

"Musim dingin yang parah, gagal panen dan kurangnya sumber daya untuk mengamankan pasokan sereal dari luar negeri telah menyebabkan Korea Utara sangat rentan terhadap kekurangan pangan," kata badan PBB itu dalam sebuah pernyataan.

"Meskipun gizi buruk belum mencapai tingkat krisis, penyebaran gizi buruk dan buruknya makanan ... berarti bahwa jika ada penurunan asupan pangan secara berarti itu dapat segera memperburuk situasi," katanya.

Program Pangan Dunia (WFP) mengatakan pemerintah hanya menyediakan sekitar setengah dari kebutuhan pangan harian dan beberapa keluarga terpaksa mengurangi jumlah dan proporsi makanan anggota mereka.

Mereka mengatakan akan menyediakan sereal pokok dan bahan dasar agar produksi makanan bergizi lokal seperti susu kedelai-jagung, bubur campuran nasi dan susu, serta biskuit kaya akan nutrisi.

Tiga badan PBB berkunjung ke negara komunis yang tertutup itu pada Februari dan Maret serta melaporkan lebih dari enam juta orang membutuhkan bantuan pangan karena jatuhnya produksi domestik, sehingga menambah tekanan untuk sebuah program bantuan pangan internasional.

Namun, berbagai upaya diplomatik guna mengembalikan hubungan penuh antara negara-negara Barat dan Korea Utara, yang secara teknis masih berperang dengan Korea Selatan, semakin rumit akibat sikap keras kepala Pyongyang mengenai program nuklir mereka.