London (ANTARA News/AFP) - Seorang penulis perjalanan Inggris berada di antara 16 orang yang tewas dalam serangan bom di kafe Marokko, menurut satu surat kabar di mana dia bekerja pada Jumat.

Peter Moss, 59 tahun, dari London, tewas dalam ledakan Kamis yang menghantam teras Argana, sebuah kafe wisata populer di alun-alun utama kota Marrakesh, menurut surat kabar Jewish Chronicle.

Ayah dua anak itu adalah seorang penulis, pelawak dan penyiar, menurut penerbitan yang berpangkalan di London itu.

Alistair Burt, seorang menteri junior pada Kantor kementerian luar negeri dengan tanggung jawab masalah Afrika Utara, mengatakan bahwa seorang warga Inggris diyakini telah tewas dalam serangan itu dan kontak telah dilakukan dengan keluarga terdekatnya.

Seorang juru bicara Kantor Kementerian Luar Negeri menolak untuk mengkonfirmasi identitas seseorang itu, namun "Kami percaya bahwa warga Inggris ada di antara 16 orang yang tewas," kata Burt dalam sebuah pernyataan.

"Kami telah berhubungan dengan keluarga terdekat dan menawarkan kepada mereka bantuan penuh konsuler. Sebuah tim FCO [Foreign and Commonwealth Office] Rapid Deployment tiba pada pagi ini untuk melengkapi tim kami di Marrakesh."

Orang-orang Marokko, warga negara Prancis dan Kanada juga di antara mereka yang meninggal dalam ledakan.

Pihak yang berwenang Marokko percaya peledak itu diledakkan dari jarak jauh dan mengenakan pakaian yang biasa digunakan oleh teroris Al-Qaida, demikian AFP melaporkan.