FOKUS INTERNATIONAL KEMBALI HADIR UNTUK PARA PEMBACA SEKALIAN

jual beli liberty reserve, jual beli paypal

Senin, 13 Juni 2011

Presiden Sudan, Omar Al-Bashir
Addis Ababa (ANTARA News/Reuters) - Presiden Sudan Omar Hassan al-Bashir telah setuju untuk menarik tentara Sudan utara dari daerah perbatasan Abyei yang disengketakan sebelum Sudan selatan memisahkan diri pada 9 Juli, demikian menurut beberapa diplomat, Ahad.

"Presiden Bashir telah setuju untuk menarik tentaranya sebelum 9 Juli dengan Ethiopia akan mengirim dua batalion tentara sebagai penjaga perdamaian. Mereka akan digelar di bawah bendera PBB," kata seorang diplomat, yang minta untuk tidak disebutkan namanya.

Bashir sekarang berada di ibu kota Ethiopia, Addis Ababa, untuk bertemu dengan Presiden Sudan selatan Salva Kiir guna membicarakan masalah Abyei dan masalah lainnya yang belum terpecahkan sebelum pemisahan diri itu, yang rakyat Sudan selatan telah setujui dalam referendum pada Januari lalu.

Namun kedua belah pihak belum menyepakati mengenai sejumlah masalah sensitif seperti di mana akan menarik garis perbatasan bersama dan bagaimana membagi ladang-lagang minyak, yang telah memperumit pemisahan itu. Status Abyei telah menjadi salah satu masalah yang paling dipertengkarkan.

Khartoum telah menggerakkan tank-tank dan tentara ke wilayah subur dan penghasil minyak itu pada 21 Mei lalu, yang menimbulkan kekhawatiran kedua belah pihak dapat kembali ke konflik terbuka. Puluhan ribu orang telah melarikan diri dari pertempuran yang terjadi di Abyei.

Pendudukan itu menyusul serangan terhadap tentara utara dan penjaga perdamaian PBB yang dipersalahkan pada pasukan selatan.

Ethiopia menyatakan mereka akan mempertimbangkan pengiriman tentara penjaga perdamaian ke wilayah tersebut jika Khartoum dan Juba meminta mereka melakukannya.

"Unit (Ethiopia) telah dikenali dan hanya menunggu lampu hijau dari Dewan Keamanan PBB," diplomat itu menambahkan.

Seorang diplomat kedua mengkonfirmasi Bashir telah menyetujui penarikan tentara Sudan utara dan penggelaran tentara Ethiopia itu.

Reterendum kemerdekaan Januari lalu itu telah dijanjikan oleh perjanjian damai 2005 yang mengakhiri beberapa dasawarsa perang saudara brutal antara Sudan utara dan selatan. 


Editor by Fatryani Auly

0 komentar:

Posting Komentar