FOKUS INTERNATIONAL KEMBALI HADIR UNTUK PARA PEMBACA SEKALIAN

jual beli liberty reserve, jual beli paypal

Minggu, 19 Juni 2011

Pembom Bunuh Diri Tewaskan 12 Orang di Kabul

Kabul (ANTARA News/Xinhua-OANA) - Sebanyak tiga pembom bunuh diri yang mengenakan seragam militer Afghanistan menyerang satu kantor polisi di ibu kota Afghanistan, yang dijaga ketat, Kabul, Sabtu (18/6), sehingga menewaskan 12 orang termasuk para penyerang dan melukai 12 orang lagi.

"Dalam serangan tersebut, yang dilancarkan terhadap kantor polisi sore ini, empat polisi, lima warga sipil dan semua tiga pembom bunuh diri tewas," demikian konfirmasi Kementerian Dalam Negeri Afghanistan di dalam satu pernyataan yang disiarkan di ibu kota Afghanistan.

Serangan tersebut terjadi pukul 13.45 waktu setempat dan suasana dapat dikendalikan setelah dua jam baku-tembak, ketika semua ketiga penyerang tewas, kata juru bicara polisi Hashmat Stanikzai.

"Tiga pembom bunuh diri yang menyamar dengan mengenakan seragam militer menyerbu satu kantor polisi pukul 13.45 waktu setempat. Salah seorang penyerang meledakkan dirinya di gerbang kantor polisi sehingga dua penyerang lagi bisa memasuki kantor polisi itu," kata Stanikzai kepada Xinhua, yang dipantau ANTARA di Jakarta, Ahad.

Kantor polisi tersebut berada di pasar yang padat orang di pusat kota Kabul di dekat Kementerian Pertahanan dan Istana Presiden.

Mayoritas korban cedera dalam ledakan bom dan baku-tembak adalah warga sipil, kata polisi.

Sementara itu, Zabihullah Mujahid, yang mengaku berbicara mewakili Taliban dalam perbincangan dengan media melalui telepon dari lokasi yang tidak diketahui, mengatakan para pembom bunuh diri itu merenggut banyak korban jiwa di pihak polisi.

Sementara itu Amerika Serikat dan negara lain terlibat perundingan awal dengan Taliban tentang kemungkinan penyelesaian perang hampir 10 tahun di Afghanistan, kata Presiden Afghanistan Hamid Karzai, Sabtu.

Para diplomat telah mengatakan perundingan awal telah dilakukan selama beberapa bulan antara kedua pihak, dan Karzai. Para pendukung kuat perundingan perdamaian telah lama mengatakan Afghanistan sedang melakukan kontak dengan kelompok gerilyawan.


Editor by Fatryani Auly

0 komentar:

Posting Komentar