FOKUS INTERNATIONAL KEMBALI HADIR UNTUK PARA PEMBACA SEKALIAN

jual beli liberty reserve, jual beli paypal

Minggu, 12 Juni 2011

Dua Buronan ICC Akan Berkunjung ke Malaysia

Presiden Zimbabwe Robert Mugabe
KUALA LUMPUR (ArsipBerita.com) – Presiden Zimbabwe Robert Mugabe dan Presiden Sudan Omar al-Bashir, yang tengah dicari oleh Pengadilan Kriminal Internasional (ICC), akan mengunjungi Malaysia untuk menghadiri sebuah pertemuan ekonomi Juni mendatang.

Wakil Menteri Luar Negeri Malaysia Kohilan Pillay mengatakan, Mugabe dan Bashir akan hadir bersama 7 pemimpin Afrika yang berpartisipasi acara ‘Langkawi International Dialogue’ pada tanggal 19-21 Juni mendatang.

“Pemimpin negara-negara Afrika akan menyampaikan pandangan mereka untuk meningkatkan hubungan perdagangan, ekonomi dan politik di pertemuan tahunan ini,” kata Pillay kepada AFP, Minggu (12/6/2011).

Pertemuan dengan para pemimpin negara Afrika tersebut akan dipimpin langung oleh Perdana Menteri Najib Razak yang akan berbicara mengenai isu pembangunan sosial ekonomi.

Mantan Perdana Menteri Mahatir Mohammad, teman dekat Mugabe, akan menjadi pembicara utama pertemuan yang digelar di Putrajaya tersebut.

Mahatir dan Mugabe dikenal sebagai pemimpin yang kerap menyampaikan retorika cinta tapi benci sebagai pembelaan mereka terhadap negara berkembang. Tapi sementara Mahatir telah berhasil membawa Malaysia negara dengan ekonomi terbelakang menjadi berkembang, Zimbabwe menghadapi krisis ekonomi yang parah.

Mahatir mengundurkan diri sebagai Perdana Menteri pada tahun 2003, sementara Mugabe yang kini berusia 87 tahun, dan telah memimpin Zimbabwe sejak kemerdekaannya pada tahun 1980, masih terus berkuasa.

Adapun Bashir merupakan kepala negara yang masih berkuasa pertama yang dibidik oleh ICC atas tuduhan genosida, kejahatan dan kejahatan kemanusiaan di wilayah Darfur.

Surat perintah penahanan yang dikeluarkan ICC tersebut telah menghambat ruang gerak Bashir di luar Sudan. Statuta ICC mengharuskan negara anggotanya untuk menangkap Bashir jika dia berkunjung, tetapi Malaysia bukanlah anggota ICC.

Kepala Jaksa Penuntut Umum Luis Moreno-Ocampo mendakwa Bashir secara pribadi memerintahkan pasukannya untuk memusnahkan etnik Fur, Masalait dan Zaghawa.

Sekira 300 ribu orang tewas sejak konflik Darfur pecah pada tahun 2003. Sementara versi pemerintah Sudan, korban tewas sudah mencapai 100 ribu orang.



Editor by Fatryani Auly

0 komentar:

Posting Komentar