FOKUS INTERNATIONAL KEMBALI HADIR UNTUK PARA PEMBACA SEKALIAN

jual beli liberty reserve, jual beli paypal

Jumat, 24 Juni 2011

Demi Anak Lelaki, Kailash Tak Mandi 37 Tahun

Kailash Singh
NEW DELHI, KOMPAS.com – Di banyak budaya, anak lelaki dianggap jauh lebih penting ketimbang anak perempuan. Karena itu banyak orang melakukan apa saja untuk mendapatkan anak lelaki.



Salah satunya dilakukan oleh Kailash Singh yang menolak mandi selama 37 tahun terakhir demi mendapatkan anak lelaki. Asal tahu saja, kini dia sudah memiliki tujuh anak dan semuanya perempuan.
Kailash Singh tidak mandi sejak dia menikah pada tahun 1974. Rambutnya pun sudah gimbal karena tidak pernah dipotong dan dikeramasi.
Tidak mandi sehari saja, bau badan bisa membuat orang lain menjauh. Apalagi bila 37 tahun tidak menyentuh air seperti yang dilakukan Kailash Singh.
Lelaki 65 tahun itu bekerja sebagai petani dan peternak sapi. Dia biasa bekerja di sawahnya di dekat Varanasi, kota suci di India yang terletak di tepi Sungai Gangga. Di daerah itu suhu rata-rata mencapai 47 derajat Celcius.
Kailash Singh tidak memedulikan omongan tetangga. Yang dia dengar adalah ajaran guru agamanya yang mengatakan dia akan mendapat anak lelaki yang akan menjadi pewarisnya jika dia tidak mandi.
Yang paling menderita tentu keluarganya. Mereka sudah mencoba berbagai cara agar kepala keluarga itu mau mandi.
Istrinya, Kalavati Devi, bahkan pernah mengancam tidak mau tidur dengannya kalau dia tidak mandi. Tetapi Kalavati kalah. Dia bahkan memberinya tujuh anak perempuan.
Bujukan halus tidak mempan, mereka pun main paksa. Mereka menyeret Kailash Singh ke sebuah sungai. "Tetapi dia melawan kami, lalu kabur. Kami berkali-kali memaksanya mandi, tetapi dia bertahan," kata sang istri.
"Katanya dia lebih baik mati ketimbang mandi dan hanya anak laki-laki yang bisa mengubah pendiriannya. Karena sudah bertahun-tahun seperti itu, kami jadi terbiasa," ujar Kalavati dengan nada putus asa.
Kailash Singh mengakui tetangga-tetangganya di desa Chatav sering mengejeknya. "Anak-anak mengolok-olok dan berteriak saya tidak mandi waktu saya naik sepeda di jalan desa," katanya.
"Banyak orang dengan karakter buruk mengejek. Mereka tidak memahami keputusan saya, namun saya tidak akan mengubah pendirian karena ini pilhan Tuhan, bukan saya," tegasnya.
Dia mengakui istrinya juga tidak menyukai keputusannya. "Tetapi dia harus mentolerir semua kesulitan yang harus saya hadapi. Lagipula saya melakukan "mandi api" setiap malam dan menghilangkan semua keringat," kilahnya.
Ritual "mandi api" yang disebutnya adalah mengisap mariyuana, berdoa pada Dewa Syiwa, dan menari mengelilingi api unggun.
Bagi Pooja si bungsu, tindakan ayahnya justru membuatnya populer. "Teman-teman di sekolah jadi penasaran dan ingin bertemu ayah. Mereka selalu bertanya bagaimana dia bisa hidup tanpa mandi selam beertahun-tahun," kata gadis 16 tahun itu.
Kailash hanya menyentuh air dengan mulut dan tangannya. "Saya tidak punya anak lelaki, jadi saya tidak akan mandi lagi. Mungkin saya akan mandi jika dilahirkan kembali," tegas Kailash.

Editor by Fatryani Auly

0 komentar:

Posting Komentar