FOKUS INTERNATIONAL KEMBALI HADIR UNTUK PARA PEMBACA SEKALIAN

jual beli liberty reserve, jual beli paypal

Jumat, 16 Maret 2012

Camp Leatherneck, Afghanistan (Fokus/ANTARA News) - Menteri Pertahanan Amerika Serikat Leon Panetta berembuk di Afghanistan Rabu mengakui sejumlah insiden yang "sangat mengganggu" menantang usaha perang AS tetapi berikrar akan mengalahkan Al Qaida dan Taliban.

Panetta melakukan serangkaian pertemuan di Afghanistan selatan hanya beberapa hari setelah seorang tentara AS mengamuk menembak mati 16 warga sipil Afghanistan-- sebagian besar wanita dan anak-anak dalam satu insiden seperti itu sejak invasi pimpinan AS tahun 2001.

Juru bicaranya menyebut pertemuan dengan para pemimpin di Helmand sebagai "sangat baik" tetapi perundingannya dibayangi oleh satu serangan bom di berbagai tempat di provinsi selatan itu yang menewaskan delapan warga sipil.

Dalam pidatonya di hadapan pasukan AS, NATO dan Afghanistan di Camp Leatherneck, Panetta mengacu pada pembakaran Al Quran di satu pangkalan militer AS bulan lalu,pembunuhan Ahad itu dan serangan pada pasukan koalisi oleh tentara Afghanistan merupakan tantangan yang sulit.

"Insiden-insiden ini sangat mengganggu," katanya.

"Kita tidak dapat mengizinkan insiden-insiden individu merusak keputusan kita.

"Kita akan diuji, kita akan ditantang oleh musuh, oleh diri kita sendiri dan oleh keributan perang sendiri."

Tetapi ia menambahkan bahwa "berkat usaha-usaha kalian,strategi kita bekerja".

Dalam satu tanda kegelisahan di satu kelompok Marinir AS yang menunggu pidato Panetta di satu ruangan diminta meninggalkan senjata-senjata mereka di luar.

Pasukan AS biasanya membawa senapan-senapan mereka di tangan ketika menteri berpidato dihadapan mereka.

Seorang pejabat keamanan mrngemukakan kepada wartawan tidak ada ancaman keamanan yang meningkat tetapi pasukan AS diperinitahka untuk meninggalkan senjata-senjata mereka di pintu karena tentara Afghanistan di ruang itu tidak bersenjata.

Dalam perundingan dengan para pemimpin Helmand,juru bicara Pentagon George Little mengatakan menteri mengemukakan kepada mereka bahwa "AS tetap memusatkan perhatian pada misi itu dan kejadia-kejadian belum lama ini tidak akan menghambat kita untuk melaksanakan tugas itu".

Kunjungan Panetta bertepatan dengan satu perdebatan yang memanas di Washington mengenai perang 10 tahun di Afghanistan itu,dengan sejumlah orang skeptis di dalam dan luar Gedung Putih mendesak dipercepat penarikan pasukan.

Berdasarkan rencana sekarang, AS akan mengurangi pasuksnnya hampir 80.000 personil menjadi sekitar 68.000 personil pada akhir September, dengan sebagian besar pasukan tempur akan ditarik pada akhir tahun 2014.

Pada Rabu petang, Panetta akan bertemu dengan Presiden Hamid Karzai dalam usaha untuk menjamin lebih jauh kepadanya setelah pembunuhan Ahad di provinsi Kandahar yang berbatasan dengan provinsi Helmand itu.

Para gerilyawan Taliban menimbulkan ketegagan lebih jauh, Selasa dengan menembaki satu delegasi Afghanistan yang menghadiri satu acara pemakaman para warga sipil, menewaskan seorang tentara Afghanistan dan mencederai seorang polisi.

Delapan orang yang tewas Rabu itu akibat sebuah minibus melindas sebuah bom di pinggir jalan di di distrik Marja -- pusat serangan militer pimpinan AS dengan tujuan membersihkan Taliban awal tahun 2010.

Panetta menyebut penembakan itu sebagai satu insiden terpisah dan menegaskan upaya perang pimpinan AS tetap berlanjut,dengan Taliban mundur, demikian AFP.


Editor : Jendri Frans Mamahit

0 komentar:

Posting Komentar